Api Merambat ke Bukit Kedasih, Bromo Sky Bridge Ditutup

Api Merambat ke Bukit Kedasih, Bromo Sky Bridge Ditutup

M Rofiq - detikJatim
Kamis, 13 Agu 2026 19:45 WIB
Kebakaran Gunung Bromo telah mencapai titik Bukit Kedasih, Dusun Cemorolawang, Kecamatan Sukapura, Probolinggo
Kebakaran Gunung Bromo telah mencapai titik Bukit Kedasih, Dusun Cemorolawang, Kecamatan Sukapura, Probolinggo (Foto: M Rofiq/detikJatim)
Probolinggo -

Kebakaran hutan dan lahan di Bromo, terus menjadi perhatian. Api yang sebelumnya muncul di Bukit Dengklik, Dusun Wonokitri, Kecamatan Tosari, dilaporkan terus menjalar hingga ke kawasan Bukit Cinta dan kini telah mencapai titik Bukit Kedasih, Dusun Cemorolawang, Kecamatan Sukapura.

Kondisi tersebut membuat pengelola destinasi wisata Bromo Sky Bridge atau Jembatan Kaca mengambil langkah antisipatif dengan menutup sementara akses wisatawan untuk melintas di jembatan kaca mulai Kamis (13/8/2026).

Penutupan dilakukan karena perkembangan titik api dinilai berisiko terhadap keselamatan dan kenyamanan pengunjung. Meski posisi api masih berada dalam jarak yang dinilai aman, kepulan asap mulai mengganggu kawasan wisata.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Manager Bromo Sky Bridge, Bambang Heriwahjudi, mengatakan keputusan penutupan diambil setelah pihak pengelola memantau perkembangan kebakaran yang semakin mendekati kawasan wisata.

ADVERTISEMENT

"Setelah kita lihat perkembangan, ternyata titik api sudah mulai mendekat. Walaupun masih dalam jarak aman, akan tetapi asap dari titik api ini mengganggu," jelas Bambang.

Menurutnya, faktor keselamatan menjadi pertimbangan utama. Pihak pengelola tidak ingin mengambil risiko apabila arah pergerakan api berubah dan semakin mendekati kawasan Bromo Sky Bridge.

"Demi kenyamanan pengunjung, juga keamanan, karena kita khawatirkan juga akan mendekat, dengan terpaksa kami tutup," imbuhnya.

Dengan penutupan tersebut, wisatawan untuk sementara tidak diperbolehkan melintas di area jembatan kaca. Namun, pengunjung masih diperbolehkan datang dan menikmati pemandangan dari area luar.

Kafe Bromo Sky Bridge tetap dibuka bagi pengunjung. Artinya, wisatawan yang datang masih dapat menikmati fasilitas kafe, meski tidak diperkenankan melintasi jembatan kaca hingga kondisi dinyatakan aman.

"Pengunjung tidak bisa melintas di jembatan kaca, tapi bisa melihat dari sisi luar dan menikmati kafe. Banyak yang bertanya, kalau datang tapi tidak bisa melintas, apakah kafenya juga tidak boleh? Kafe tetap kita buka," terang Bambang.

Selama penutupan sementara, pengelola juga memanfaatkan waktu untuk melakukan berbagai kegiatan perawatan di kawasan wisata, mulai dari pembersihan lingkungan hingga general cleaning di sejumlah area.

"Sekaligus kesempatan ini kita juga melakukan pembersihan-pembersihan di sekitar kawasan, juga melakukan general cleaning, pembersihan di semua area sambil menunggu perkembangan," katanya.

Bambang menyampaikan permohonan maaf kepada para wisatawan atas ketidaknyamanan akibat penutupan tersebut. Namun, keputusan itu dinilai perlu dilakukan mengingat situasi kebakaran yang masih berkembang di sekitar kawasan.

"Saya mohon maaf atas ketidaknyamanannya, tapi karena situasi bencana kebakaran yang ada di sekitar kawasan ini, kami terpaksa ditutup sambil menunggu perkembangan lebih lanjut," ujarnya.

Hingga kini, penutupan akses melintas di Bromo Sky Bridge dilakukan sampai waktu yang belum ditentukan. Pengelola akan terus memantau perkembangan kebakaran dan kondisi di sekitar kawasan sebelum memutuskan pembukaan kembali akses jembatan kaca.

Langkah tersebut diambil sebagai bentuk kehati-hatian agar aktivitas wisata tidak mengesampingkan faktor keselamatan, terlebih ketika kebakaran masih menjalar di kawasan perbukitan sekitar Tosari dan Sukapura.



(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads