Mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Airlangga (Unair) memberikan pelayanan pemeriksaan dan pengobatan gigi gratis di SDN 01 Desa Sidogiri, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan. Layanan ini sebagai komitmen mahasiswa FKG Unair dalam membantu masyarakat.
Ratusan warga Sidogiri berbondong-bondong datang ke kegiatan FKG Unair yang bertema 'Dentistry Charity XVII' tersebut. Setiap warga yang datang dilayani dengan maksimal oleh para mahasiswa calon dokter dan juga dokter yang berada di lokasi.
Ada sejumlah dokter yang betugas di lokasi, di antaranya Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP) Nastiti Faradilla Ramadhani, drg., M.Kes., Sp.RKG, Imam Safari Azhar, drg., M.Kes., Sp.Pros (K), CPDI dan Oki Fadhila, drg., M.Kes. Para dokter ini turut mengarahkan para mahasiswa untuk memberi layanan terbaik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketua Pelaksana Dentistry Charity XVII, Dokter Azhar tidak menyangka antusias masyarakat di Sidogiri Pasuruan sangat tinggi. Awalnya layanan kesehatan gratis itu dimulai siang hari, namun antusiasme yang tinggi membuat pelayanan dimajukan pagi hari hingga sore hari.
"Melihat keadaan demikian, kita akhirnya buka lebih awal," tutur Ketua Pelaksana, Dokter Azhar dalam keterangannya, Selasa (11/8/2026).
Antusiasme masyarakat tersebut mendapat apresiasi dari tim FKG UNAIR. Dokter Kiky yang turut mendampingi kegiatan mengaku bersyukur melihat tingginya minat warga untuk memeriksakan kesehatan gigi mereka.
Mahasiswa FKG Unair bersama pengasuh Ponpes Sidogiri Pasuruan, KH Ahmad Fuad Noerhasan (Foto: Dok. Istimewa) |
"Alhamdulillah masyarakat antusias, semoga kehadiran kami memberikan manfaat untuk kesehatan gigi warga masyarakat Sidogiri," ujar Dokter Kiky.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya memberikan layanan pemeriksaan dan pengobatan secara gratis, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut.
Dirinya juga mengingatkan masyarakat agar tidak menunggu sampai muncul keluhan untuk memeriksakan kondisi gigi. Ia menganjurkan masyarakat melakukan pemeriksaan gigi secara rutin setiap enam bulan sekali.
"Pemeriksaan rutin penting dilakukan untuk mengetahui kondisi gigi sejak dini, sehingga apabila ada masalah dapat segera ditangani," ujarnya.
Dalam acara Dentistry Charity XVII FKG Unair ini, warga yang mendapatkan layanan kesehatan gratis cukup membawa KTP atau Kartu Keluarga (KK) sebagai identitas. Bagi masyarakat yang memiliki kartu BPJS Kesehatan, juga dianjurkan membawanya dan layanan ini gratis.
Sementara peserta yang berusia di bawah 17 tahun wajib didampingi orang tua atau wali. Menariknya, layanan tersebut tidak membatasi peserta berdasarkan domisili KTP, sehingga masyarakat dari berbagai daerah tetap dapat mengikuti kegiatan.
Selain layanan pemeriksaan dan pengobatan gigi gratis, panitia juga menyediakan sembako gratis bagi 400 peserta pertama serta kesempatan memperoleh berbagai hadiah menarik.
Kepala Desa Sidogiri, Ali Makki, memberikan apresiasi atas pelaksanaan Dentistry Charity XVII FKG UNAIR di wilayahnya. Menurutnya, kegiatan pengobatan dan pemeriksaan gigi gratis tersebut sangat membantu masyarakat. Terlebih, tingginya jumlah warga yang datang menunjukkan besarnya kebutuhan terhadap layanan kesehatan gigi di tingkat desa.
"Semoga kegiatan ini dapat kembali dilaksanakan di Desa Sidogiri pada tahun-tahun mendatang. Terima kasih FKG UNAIR, semoga tahun depan bisa mengadakan kegiatan serupa di Sidogiri lagi," kata Ali Makki.
"Kegiatan ini memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, sekaligus meningkatkan kesadaran warga untuk lebih memperhatikan kesehatan gigi dan mulut," tandasnya.

