Medical Tourism Banyuwangi Diperkuat Layanan Bayi Tabung Morula

Medical Tourism Banyuwangi Diperkuat Layanan Bayi Tabung Morula

Eka Rimawati - detikJatim
Selasa, 11 Agu 2026 17:45 WIB
Seminar Morula Goes to Banyuwangi bertajuk Bersama Menemukan Jalan Menuju Buah Hati
Seminar Morula Goes to Banyuwangi bertajuk "Bersama Menemukan Jalan Menuju Buah Hati"/Foto: Eka Rimawati/detikJatim
Banyuwangi -

Kabupaten Banyuwangi terus memperkuat langkah menjadi salah satu destinasi wisata kesehatan (medical tourism) di Jawa Timur. Terbaru, layanan kesehatan di daerah tersebut diperkuat melalui kolaborasi layanan fertilitas dan program bayi tabung atau in vitro fertilization (IVF) antara Morula IVF Indonesia dan Rumah Sakit Islam (RSI) Fatimah Banyuwangi.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyambut positif hadirnya layanan kesehatan reproduksi tersebut. Menurutnya, perkembangan sektor pariwisata perlu diimbangi dengan fasilitas medis yang memadai agar konsep medical tourism dapat berjalan optimal.

"Pariwisata Banyuwangi sudah maju, sehingga kita ingin sekaligus menjadikan Banyuwangi sebagai destinasi medical tourism. Apalagi kita memiliki banyak inovasi kesehatan, seperti Lorong Sehat dan kerja sama strategis dengan Fakultas Kedokteran Unair yang menjadikan RSUD Blambangan sebagai rumah sakit pendidikan," ujar Ipuk, Selasa (11/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ipuk mengatakan, tren masyarakat dari kabupaten sekitar yang memilih mendapatkan layanan kesehatan di Banyuwangi mulai terlihat. Untuk memenuhi kebutuhan medis yang semakin beragam, Pemkab Banyuwangi kini fokus memperkuat sumber daya manusia (SDM) kesehatan serta sarana dan prasarana.

ADVERTISEMENT

"Yang paling utama adalah SDM. Kami berinvestasi memfasilitasi dokter-dokter untuk mengambil spesialis dan subspesialis agar layanan kesehatan lebih spesifik. Selain itu, rekam medis warga Banyuwangi kini telah terintegrasi antar-rumah sakit daerah, swasta, hingga klinik. Diharapkan sistem ini dapat diperluas seiring berkembangnya medical tourism," kata Ipuk.

Komitmen menghadirkan layanan fertilitas tingkat lanjut tersebut diperkenalkan dalam seminar Morula Goes to Banyuwangi bertajuk "Bersama Menemukan Jalan Menuju Buah Hati" di Aston Banyuwangi Hotel.

Head of Division Morula, Arik Lisarja mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari edukasi mengenai kesehatan reproduksi dan program kehamilan bagi pasangan yang sedang menjalani program kehamilan di Banyuwangi dan sekitarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Konsultan Fertilitas Morula IVF Prof. dr. Budi Santoso menekankan pentingnya deteksi dini gangguan kesuburan. Menurutnya, angka infertilitas di masyarakat saat ini mencapai 10-15 persen, sementara penurunan cadangan sel telur secara signifikan terjadi pada perempuan ketika memasuki usia 35 tahun.

"Infertilitas dinilai jika pasangan belum dikaruniai anak setelah satu tahun menikah tanpa proteksi. Penanganannya sangat terikat faktor usia ibu. Selain itu, pemeriksaan kesuburan tidak boleh hanya dibebankan pada istri, karena faktor pria juga berkontribusi sekitar 40 persen," jelas pria yang akrab dispa Prof. Bus.

Untuk mendekatkan akses terhadap layanan medis berkualitas, RSI Fatimah Banyuwangi akan berperan sebagai penghubung utama layanan fertilitas tersebut. Direktur RSI Fatimah Widowati mengatakan masyarakat Banyuwangi tidak perlu lagi pergi ke luar kota untuk berkonsultasi maupun menjalani tahapan program kehamilan.

"Kami mematangkan sarana dan prasarana secara bertahap. Layanan inseminasi buatan dijadwalkan beroperasi tahun depan, sementara tindakan program bayi tabung dapat dilakukan secara parsial langsung di Banyuwangi," ungkap dr. Widowati.

Morula IVF Indonesia merupakan klinik yang menyediakan layanan inseminasi dan bayi tabung dengan akreditasi internasional RTAC (Reproductive Technology Accreditation Committee) dari Australia. Tingkat keberhasilan program bayi tabung yang disebutkan mencapai 77 persen.

Estimasi biaya program IVF berakreditasi internasional tersebut berkisar Rp 100 juta hingga Rp 150 juta, tergantung kondisi medis masing-masing pasangan. Sementara itu, layanan fertilitas Morula IVF di Banyuwangi direncanakan mulai beroperasi pada 2027.



(auh/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads