22 Tahun Jadi Pejuang Garis 2, Warga Sumenep Langsung Punya Anak Kembar

22 Tahun Jadi Pejuang Garis 2, Warga Sumenep Langsung Punya Anak Kembar

Esti Widiyana - detikJatim
Minggu, 05 Jul 2026 20:40 WIB
Pasutri dari Sumenep menyambut kelahiran bayi kembar setelah menanti 22 tahun
Pasutri dari Sumenep menyambut kelahiran bayi kembar setelah menanti 22 tahun (Foto: Dok. Istimewa)
Surabaya -

Air mata bahagia tak terbendung dari wajah pasangan suami istri (pasutri) asal Sumenep, Mina dan Yusuf. Perjuangan panjang pasutri pejuang garis dua ini berbuah manis lewat kehadiran bayi kembar yang sehat, sebuah keajaiban membayar kesabaran mereka selama 22 tahun menanti.

Mina dan Yusuf akhirnya mendengar suara tangis bayi yang dinanti di usia mereka sekitar 40 tahun lebih. Bayi kembar dengan jenis kelamin laki-laki dan perempuan itu lahir ke dunia pada 2 Juli 2026.

Kisah perjuangan pasutri itu dibagikan dr. Benediktus Arifin, MPH, SpOG(K), FICS, FESICOG, FIICOG atau dr. Benny di akun media sosialnya. Kelahiran bayi kembar itu pun identik dengan angka 2. Yaitu 2 Juli lahir, 2 bayi kembar, dan 22 tahun penantian.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satu ikhtiar Mina dan Yusuf untuk mendapat momongan adalah dengan bayi tabung. Baru sekali ikut program bayi tabung di Morula IVF Surabaya, pasutri tersebut langsung mengandung dan dua bayi lahir tiga hari yang lalu.

ADVERTISEMENT

"Satu kali bayi tabung dan berhasil. Kedua bayi mereka akhirnya lahir pada 2 Juli lalu," kata dr Benny kepada detikJatim, Minggu (5/7/2026).

dr Benny juga menuliskan pengalaman kesekiannya menangani program bayi tabung. Pasiennya kali ini membuatnya bersyukur bisa menjadi dokter, sampai matanya sembab ketika proses Mina melahirkan.

"TUHAAAAAN..kali ini saya operasi dengan mata sembab dengan airmata. Mungkin salah satu alasan Yang Maha Kuasa memanggil saya menjadi dokter kandungan adalah untuk menjadi bagian/saksi momen seperti ini: saat doa, ilmu, ikhtiar, dan kuasa-Nya bertemu dalam satu keajaiban," tulis dr Beny.

Ia menceritakan, pada 2 Juli 2026 adalah salah satu momen paling mengharukan dalam hidup dr Benny. Sambil berlinang air mata, dia melahirkan sepasang bayi kembar.

"Saya menjadi saksi lahirnya dua bayi kembar, laki-laki dan perempuan, setelah 22 tahun penantian orang tuanya, Mina dan Yusuf," ujarnya.

Mina dan Yusuf datang jauh dari Dusun Sumur, Desa Keramat, Sumenep, Madura. Menurut dr Benny, erjalanan mereka bukan perjalanan yang mudah.

"Ada doa yang panjang, air mata yang tidak sedikit, dan perjuangan yang hanya mereka dan Tuhan yang benar-benar tahu. Dengan kondisi AMH 0,1, harapan itu pernah terasa amat amat sangat kecil. Namun hari ini, Yang Maha Kuasa menunjukkan bahwa tidak ada doa dan usaha yang sia-sia," ceritanya.

"Saat tangis pertama kedua bayi terdengar di ruang operasi, hati saya ikut bergetar. Saya melihat sendiri bagaimana penantian panjang berubah menjadi tangis syukur. Selamat datang, anak-anak hebat. Kalian lahir dari cinta, kesabaran, dan doa yang sangat panjang," tutupnya.




(abq/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads