Keramahan Masyarakat Banyuwangi Bikin Delegasi 12 Negara Terkesima

Keramahan Masyarakat Banyuwangi Bikin Delegasi 12 Negara Terkesima

Eka Rimawati - detikJatim
Kamis, 06 Agu 2026 16:45 WIB
Delegasi 12 Negara Terpukau Keramahan Masyarakat Banyuwangi
Delegasi 12 negara terpukau keramahan masyarakat Banyuwangi/Foto: Istimewa
Banyuwangi -

Keramahan masyarakat Banyuwangi mencuri perhatian peserta International Course & Experiential Learning: Islamic Justice bertajuk Access to Justice in Southeast Asia 2026. Para delegasi dari berbagai negara menilai pengalaman selama berada di Banyuwangi mencerminkan penerapan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu peserta asal Pakistan, Fehmida Kanwal, mengaku memperoleh banyak wawasan tentang implementasi nilai Islam di berbagai aspek kehidupan selama mengikuti rangkaian kegiatan.

"Saya banyak belajar disini tentang bagaimana Islam diimplementasikan dalam berbagai aspek dengan baik," ujarnya saat mengikuti salah satu sesi konferensi di Pendopo Shaba Swagata Blambangan, Rabu (5/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal senada disampaikan Destiny Perez Orozco dari Amerika Serikat. Menurutnya, pengalaman berkeliling Banyuwangi dan berdiskusi dengan berbagai pemangku kepentingan memberikan perspektif baru mengenai nilai-nilai keislaman.

ADVERTISEMENT

"Pengalaman ini memberi wawasan baru yang lebih luas bagi kami," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan bahwa nilai-nilai keislaman menjadi spirit utama dalam membangun tata kelola pemerintahan dan kehidupan masyarakat.

Hal itu disampaikan saat memberikan pidato kunci pada konferensi yang diselenggarakan oleh The Centre for Human Rights, Multiculturalism and Migration (CHRM2) Fakultas Hukum Universitas Jember bekerja sama dengan Universitas Islam Cordoba Banyuwangi.

Ipuk menjelaskan, salah satu implementasi nilai tersebut diwujudkan melalui kepemimpinan yang inklusif dan berkeadilan dalam pelayanan publik.

"Nilai-nilai maqasudus syariah menjadi fondasi dalam setiap kebijakan yang diambil Pemkab Banyuwangi. Sehingga seluruh masyarakat memiliki kesempatan yang inklusif dan berkeadilan untuk memperoleh layanan publik," ujarnya.

Konferensi tersebut diikuti ratusan peserta, termasuk 26 delegasi internasional dari 12 negara, yakni Indonesia, Amerika Serikat, Filipina, Pakistan, India, Prancis, Jepang, Vietnam, Australia, Malaysia, Korea Selatan, dan Kanada.

Sebelum mengikuti konferensi, para peserta menjalani rangkaian experiential learning dengan mengunjungi sejumlah daerah di sekitar Banyuwangi.

Rektor Universitas Islam Cordoba Banyuwangi, Prof. Agus Trihartono mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen perguruan tinggi untuk menjadikan Banyuwangi sebagai pusat pengembangan keilmuan.

"Kami bercita-cita untuk mewujudkan Banyuwangi sebagai laboratorium hidup untuk kajian berbagai bidang keilmuan. Khususnya, dalam keilmuan Islam Internasional," pungkasnya.



(erm/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads