Marak Kasus Percobaan Bunuh Diri, Walkot Malang Libatkan Rektor Kampus

Marak Kasus Percobaan Bunuh Diri, Walkot Malang Libatkan Rektor Kampus

Muhammad Aminudin - detikJatim
Senin, 19 Jan 2026 22:30 WIB
Marak Kasus Percobaan Bunuh Diri, Walkot Malang Libatkan Rektor Kampus
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat. (Foto: Muhammad Aminudin/detikJatim)
Malang -

Pemerintah Kota Malang memberikan respons serius terkait maraknya percobaan bunuh diri di jembatan Soekarno-Hatta. Yakni dengan melibatkan forum rektor untuk pendekatan psikologis.

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengatakan, jika upaya untuk mencegah terjadinya aksi serupa bukan hanya membangun pagar pembatas di lokasi jembatan.

Menurut Wahyu, solusi utama justru harus menyentuh akar persoalan. Karena langkah fisik yang sudah dilakukan dinilai belum cukup efektif untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau dari pagar itu sebenarnya sudah kami lakukan. Tetapi yang akan kami coba lagi adalah dengan pendekatan lain, karena yang harus diselesaikan itu akarnya," kata Wahyu kepada wartawan, Senin (19/1/2026).

Wahyu menambahkan, maraknya kasus percobaan bunuh diri tidak bisa dilepaskan dari kondisi psikologis masyarakat yang saat ini rentan dan labil.

ADVERTISEMENT

Oleh karena itu, Pemkot Malang akan mengedepankan pendekatan psikologis dan sosial sebagai langkah pencegahan jangka panjang.

Dalam strategi pencegahan itu, lanjut Wahyu, pihaknya akan melibatkan Forum Rektor dalam pembahasan persoalan tersebut.

Isu kesehatan mental masyarakat akan menjadi salah satu agenda penting yang akan dievaluasi bersama kalangan akademisi.

"Saya akan minta dengan Forum Rektor, salah satu agendanya membicarakan hal tersebut. Masyarakat sekarang ini harus dilakukan pendekatan-pendekatan psikologi," tegasnya.

Selain itu, Wahyu mengaku telah berdiskusi dengan berbagai lembaga psikologi dan kejiwaan untuk memahami situasi dan kondisi masyarakat saat ini, terutama bagi mereka yang berada dalam kondisi emosional tidak stabil.

Menurut Wahyu, tanpa penanganan dari sisi akar permasalahan, upaya seperti penambahan pagar atau pengamanan fisik jembatan tidak akan mampu menyelesaikan persoalan secara menyeluruh.

"Bukan pagarnya yang ditambah atau jembatannya yang dipagari lagi. Kalau tidak ada pendekatan dari akarnya, kecenderungan ini tidak akan menyelesaikan permasalahan tersebut," pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, telah terjadi kasus diduga percobaan bunuh diri di Jembatan Soekarno-Hatta (Suhat) Kota Malang, Senin (19/1/2026) dini hari tadi.

Diketahui, korban yang berinisial TAM (24), seorang mahasiswi Universitas Brawijaya (UB) asal Jakarta Selatan melakukan aksi percobaan bunuh dirinya dengan cara melompat dari atas jembatan Suhat Kota Malang.

Beruntung, pihak kepolisian hingga tim relawan menemukan korban di bawah jembatan Suhat dalam kondisi selamat, meski mengalami luka yang cukup serius. Saat ini, korban dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.




(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads