Mencuatnya dugaan kasus kekerasan seksual yang melibatkan Runner-up Raka Jawa Timur 2026, Tio Ferdian Rahmana menjadi tamparan keras bagi dunia duta wisata Jawa Timur. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jawa Timur pun berencana mengevaluasi total sistem seleksi dan penyaringan peserta di tingkat kabupaten/kota.
Kabar miring ini berawal dari unggahan di platform media sosial yang mengungkap percakapan Tio bersama pacarnya. Pria yang juga menyandang gelar Cak Surabaya 2023 itu diduga meminta kekasihnya menggugurkan kandungan berusia 12 minggu ke dukun anak hingga berencana terbang ke Singapura.
Kepala Disbudpar Jatim, Evy Afianasari menjelaskan bahwa setiap finalis yang berlaga di tingkat provinsi sebenarnya telah melalui mekanisme penyaringan di daerah asal masing-masing. Surat rekomendasi dari pemerintah kabupaten/kota menjadi syarat mutlak untuk melangkah ke ajang Raka Raki Jatim.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi Raka Raki ini ada proses. Prosesnya mereka itu harus disaring dulu oleh kabupaten/kota. Karena untuk mendaftar Raka Raki harus ada surat rekomendasi dari pemerintah kabupaten/kota," kata Evy kepada detikJatim, Senin (10/8/2026).
Evy menyayangkan adanya kejadian negatif yang menimpa sosok terpilih yang baru saja dinobatkan tersebut. Oleh karena itu, Disbudpar Jatim bersama dewan juri dan pemerintah kota bersangkutan kini mengintensifkan verifikasi lapangan untuk memastikan seluruh rekam jejak finalis.
"Nah, hal-hal yang kita dengar, isu yang kita dengar akhir-akhir ini adalah adanya kejadian negatif yang menimpa salah satu Raka yang sudah dinobatkan menjadi pemenang. Kami Disbudpar, para dewan juri, Ikatan Raka Raki, dan dinas kota atau pemerintah kota yang bersangkutan, kami sedang melakukan konfirmasi, verifikasi, dan klarifikasi lapangan," tegasnya.
Langkah evaluasi ini juga didukung penuh oleh Ikatan Raka Raki Jawa Timur. Selain memproses sanksi internal hingga ancaman pencabutan gelar bagi terduga pelaku, organisasi ini menyampaikan permohonan maaf publik dan berjanji akan membenahi sistem penyaringan anggota ke depan.
"Kami memohon maaf dan berkomitmen untuk memperbaiki sistem pencegahan agar kejadian ini tidak terulang kembali di masa depan," tulis pernyataan resmi Ikatan Raka Raki Jawa Timur melalui akun Instagram @rakaraki_jatim.
