Usut Kasus Dugaan Aborsi, Raka Raki Jatim Bentuk Tim Independen

Usut Kasus Dugaan Aborsi, Raka Raki Jatim Bentuk Tim Independen

Faiq Azmi - detikJatim
Senin, 10 Agu 2026 12:45 WIB
Runner Up Raka Raki Jawa Timur 2026 Diduga Minta Pacar Aborsi ke Singapura
Runner Up Raka Raki Jawa Timur 2026 Diduga Minta Pacar Aborsi ke Singapura. (Foto: Istimewa)
Surabaya -

Jagat maya dihebohkan dugaan desakan aborsi yang menyeret Runner-up Raka Jawa Timur 2026, Tio Ferdian Rahmana. Menanggapi isu liar yang mencoreng nama baik organisasi itu Ikatan Raka Raki Jatim langsung mengambil sikap tegas dengan membentuk tim independen untuk mengusut tuntas perkara ini.

Isu ini mencuat usai akun Instagram @ingintauindonesia mengunggah tangkapan layar percakapan pesan singkat WhatsApp. Dalam unggahan itu Tio diduga mendesak kekasihnya untuk menggugurkan kandungan berusia 12 minggu, mulai dari mendatangi dukun anak hingga muncul wacana membawa korban ke Singapura demi menghindari sanksi sosial.

Melalui pernyataan resminya, Ikatan Raka Raki Jatim mengecam keras segala bentuk tindakan yang melanggar hukum, etika, dan nilai-nilai kemanusiaan. Pihaknya menegaskan tidak akan melindungi anggota yang terbukti melakukan pelanggaran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Terkait Dugaan Tindak Kekerasan Seksual yang Melibatkan Anggota Ikatan Raka Raki Jawa Timur. Kami Ikatan Raka Raki Jawa Timur menyatakan sikap tegas atas dugaan tindakan kekerasan seksual yang melibatkan anggota organisasi. Kami mengecam segala bentuk tindakan kekerasan, pelecehan, atau penyalahgunaan kekuasaan yang melanggar hukum, etika, dan nilai-nilai kemanusiaan," tulis pernyataan sikap organisasi yang diunggah di akun Instagram @rakaraki_jatim, dikutip detikJatim.

ADVERTISEMENT

Guna memastikan penanganan kasus berjalan adil dan objektif, Ikatan Raka Raki Jatim resmi membentuk tim khusus untuk melakukan investigasi mendalam tanpa mengabaikan kerahasiaan identitas korban.

"Kami berkomitmen menindak terduga pelaku sesuai aturan internal yang berlaku, dengan tetap menghormati proses investigasi yang sedang berlangsung. Saat ini kami membentuk tim independen yang adil dan transparan untuk mengusut tuntas kasus ini," tegasnya.

Tak hanya mengusut internal, organisasi duta wisata Jawa Timur ini juga membuka pintu aduan seluas-luasnya bagi siapa saja yang menjadi korban atau saksi atas tindakan serupa.

"Keselamatan, pemulihan, dan kerahasiaan identitas korban adalah prioritas utama bagi kami. Ikatan Raka Raki Jawa Timur membuka saluran aman bagi korban atau saksi lain untuk melapor jika mengalami atau melihat kejadian serupa. Kami memohon maaf dan berkomitmen untuk memperbaiki sistem pencegahan agar kejadian ini tidak terulang kembali di masa depan," tutup pernyataan sikap tersebut.



(irb/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads