Tekanan Darah Tinggi: Penyebab, Gejala, Bahaya dan Cara Mengendalikannya

Tekanan Darah Tinggi: Penyebab, Gejala, Bahaya dan Cara Mengendalikannya

Irma Budiarti - detikJatim
Minggu, 09 Agu 2026 23:30 WIB
Ilustrasi penderita tekanan darah tinggi.
Ilustrasi penderita tekanan darah tinggi. Foto: Gemini AI
Surabaya -

Tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan yang kerap tidak disadari. Kondisi ini sering disebut sebagai silent killer atau pembunuh diam-diam karena seseorang dapat mengalami tekanan darah tinggi tanpa merasakan keluhan tertentu.

Hipertensi juga tidak hanya terjadi pada orang lanjut usia. Meskipun risiko tekanan darah tinggi cenderung meningkat seiring bertambahnya usia, orang yang masih berada di usia produktif juga dapat mengalaminya.

Karena sering tidak menimbulkan gejala, pemeriksaan tekanan darah secara rutin menjadi salah satu langkah penting untuk mengetahui kondisi kesehatan seseorang. Yuk, simak informasi selengkapnya tentang tekanan darah tinggi berikut ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apa Itu Tekanan Darah Tinggi?

Dilansir laman Kemenkes, tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah kondisi ketika tekanan darah di dalam pembuluh darah berada pada tingkat yang lebih tinggi dari batas normal. Tekanan darah terdiri atas dua angka, yaitu tekanan sistolik dan tekanan diastolik.

Tekanan sistolik menunjukkan tekanan ketika jantung berkontraksi untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Sementara itu, tekanan diastolik menunjukkan tekanan ketika jantung beristirahat di antara denyut. Kedua angka tersebut menjadi bagian penting dalam pemeriksaan tekanan darah.

ADVERTISEMENT

Seseorang dikategorikan mengalami hipertensi apabila tekanan darah sistolik mencapai 140 mmHg atau lebih, dan tekanan darah diastolik mencapai 90 mmHg atau lebih pada dua kali pengukuran dengan selang waktu lima menit, dalam kondisi cukup istirahat atau tenang. Kondisi tersebut lebih dikenal dengan istilah tensi tinggi.

Apa Penyebab Tekanan Darah Tinggi?

Hipertensi dapat dipengaruhi berbagai faktor. Selain faktor keturunan, gaya hidup dan kondisi kesehatan tertentu juga dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami tekanan darah tinggi. Beberapa faktor yang dapat berperan antara lain sebagai berikut.

  • Konsumsi garam berlebihan
  • Kurang melakukan aktivitas fisik
  • Berat badan berlebih atau obesitas
  • Kebiasaan merokok
  • Konsumsi alkohol
  • Stres yang berlebihan
  • Pola makan kurang sehat
  • Kondisi kesehatan tertentu, seperti diabetes
  • Faktor usia dan keturunan

Pada usia produktif, tekanan pekerjaan, tanggung jawab keluarga, pola tidur yang kurang baik, hingga kebiasaan makan tidak sehat juga dapat menjadi faktor yang perlu diperhatikan.

Apa Saja Gejala Tekanan Darah Tinggi?

Salah satu hal yang membuat hipertensi berbahaya adalah kondisi ini sering tidak menimbulkan gejala. Seseorang dapat memiliki tekanan darah tinggi meskipun merasa sehat dan tidak mengalami keluhan apa pun.

Karena itu, tidak adanya gejala bukan berarti tekanan darah seseorang pasti normal. Pada beberapa orang, tekanan darah tinggi dapat disertai keluhan seperti sakit kepala, pusing, penglihatan kabur, sesak napas, atau detak jantung yang terasa tidak teratur.

Namun, gejala tersebut tidak selalu muncul dan tidak dapat dijadikan satu-satunya patokan untuk mengetahui seseorang mengalami hipertensi. Cara yang tepat untuk mengetahui tekanan darah adalah dengan melakukan pengukuran menggunakan tensimeter.

Bagaimana Cara Mengukur Tekanan Darah dengan Benar?

Pengukuran tekanan darah perlu dilakukan dalam kondisi yang tepat agar hasilnya lebih akurat. Sebelum melakukan pemeriksaan, hindari konsumsi kafein, merokok, atau berolahraga setidaknya 30 menit sebelumnya.

Setelah itu, duduk dan beristirahat selama sekitar lima menit dalam kondisi tenang. Agar hasil pengukuran lebih akurat, perhatikan beberapa hal berikut saat tekanan darah diperiksa.

  • Duduk dengan nyaman.
  • Letakkan kedua kaki menapak di lantai dan jangan menyilangkan kaki.
  • Posisikan lengan yang akan diperiksa setinggi dada.
  • Pastikan pakaian tidak terlalu ketat.
  • Pasang manset tensimeter dengan posisi yang tepat.
  • Jangan berbicara selama proses pengukuran.
  • Sebaiknya kosongkan kandung kemih sebelum pemeriksaan.

Pemeriksaan tekanan darah secara rutin dianjurkan, terutama bagi orang dewasa. Pengukuran juga dapat dilakukan secara mandiri di rumah untuk membantu memantau perubahan tekanan darah sehari-hari.

Apakah Tekanan Darah Tinggi Bisa Sembuh?

Hipertensi umumnya merupakan penyakit kronis atau menahun. Artinya, kondisi ini biasanya tidak dapat disembuhkan secara total, tetapi dapat dikendalikan. Tujuan utama pengobatan hipertensi adalah menjaga tekanan darah tetap terkendali sehingga risiko terjadinya komplikasi dapat dikurangi.

Pengendalian tekanan darah dapat dilakukan melalui perubahan gaya hidup, dan apabila diperlukan, penggunaan obat antihipertensi sesuai anjuran dokter. Jika seseorang sudah mendapatkan obat untuk hipertensi, obat tersebut perlu dikonsumsi secara rutin sesuai petunjuk dokter.

Jangan menghentikan obat hanya karena tekanan darah sudah kembali turun atau tubuh terasa sehat. Penghentian maupun perubahan dosis obat sebaiknya dilakukan berdasarkan arahan dokter.

Bagaimana Cara Mengendalikan Tekanan Darah Tinggi?

Selain mengikuti pengobatan yang diberikan dokter, penderita hipertensi perlu menerapkan pola hidup sehat secara konsisten. Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk membantu mengendalikan tekanan darah.

1. Kurangi Konsumsi Garam

Batasi asupan garam dalam makanan sehari-hari. Perlu diperhatikan bahwa sumber garam tidak hanya berasal dari garam dapur, tetapi juga dapat ditemukan dalam makanan kemasan, makanan cepat saji, makanan yang diawetkan, kerupuk, keripik, serta berbagai makanan olahan lainnya.

2. Perbaiki Pola Makan

Pilih makanan dengan gizi seimbang dan batasi makanan tinggi lemak, terutama makanan yang banyak mengandung lemak jenuh dan makanan yang digoreng. Perbanyak konsumsi sayur dan buah sebagai bagian dari pola makan sehari-hari.

3. Rutin Beraktivitas Fisik

Aktivitas fisik dan olahraga secara teratur dapat membantu menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah sekaligus membantu mempertahankan berat badan yang sehat.

4. Jaga Berat Badan

Berat badan berlebih dapat meningkatkan beban kerja jantung dan berkaitan dengan peningkatan risiko hipertensi. Karena itu, menjaga berat badan tetap sehat merupakan bagian penting dari pengendalian tekanan darah.

5. Tidur Cukup dan Kelola Stres

Kurang tidur dan stres yang tidak terkelola dapat memengaruhi kesehatan secara keseluruhan. Usahakan mendapatkan waktu tidur yang cukup dan mengelola stres dengan cara yang sehat.

6. Berhenti Merokok dan Hindari Alkohol

Kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan, termasuk penyakit yang berkaitan dengan jantung dan pembuluh darah.

7. Konsumsi Obat Sesuai Anjuran Dokter

Bagi penderita hipertensi yang mendapatkan obat, konsumsi obat harus dilakukan secara rutin sesuai petunjuk dokter. Tekanan darah yang sudah turun bukan berarti obat dapat dihentikan sendiri. Dokter akan menentukan apakah obat perlu dilanjutkan, dikurangi, atau dihentikan berdasarkan kondisi pasien.

8. Lakukan Kontrol Secara Berkala

Kontrol ke dokter diperlukan untuk mengetahui apakah tekanan darah sudah terkendali atau masih memerlukan penyesuaian pengobatan. Selain pemeriksaan di fasilitas kesehatan, pemantauan tekanan darah secara mandiri di rumah juga dapat membantu mengetahui variasi tekanan darah dalam aktivitas sehari-hari.

Apa Komplikasi Tekanan Darah Tinggi?

Hipertensi yang tidak terkendali dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko terjadinya berbagai komplikasi. Tekanan darah tinggi dapat berdampak pada organ-organ penting dalam tubuh, termasuk jantung, otak, ginjal, dan mata. Beberapa komplikasi yang dapat berkaitan dengan hipertensi antara lain berikut.

  • Stroke
  • Penyakit jantung
  • Gangguan atau kerusakan ginjal
  • Gangguan penglihatan
  • Masalah pada pembuluh darah

Cara Mencegah Tekanan Darah Tinggi

Risiko hipertensi dapat ditekan dengan menerapkan pola hidup sehat. Langkah tersebut antara lain menjaga pola makan, membatasi konsumsi garam, rutin beraktivitas fisik, menjaga berat badan, tidak merokok, menghindari konsumsi alkohol, tidur cukup, serta mengelola stres.

Selain menjaga gaya hidup, pemeriksaan tekanan darah secara berkala juga penting. Dengan pemeriksaan tersebut, perubahan tekanan darah dapat diketahui lebih awal sehingga langkah pengendalian dapat segera dilakukan.

Tekanan darah tinggi dapat terjadi tanpa disertai keluhan sehingga seseorang mungkin tidak menyadari bahwa dirinya mengalami hipertensi. Padahal, tekanan darah yang tidak terkendali dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko berbagai komplikasi.

Karena itu, jangan menunggu munculnya gejala untuk memeriksakan tekanan darah. Lakukan pemeriksaan secara berkala dan terapkan pola hidup sehat untuk membantu menjaga tekanan darah tetap terkendali. Kenali tekanan darah, kendalikan sejak dini, dan jangan biarkan hipertensi mengendalikan hidup kita.



(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads