Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember terus memperkuat komitmen menciptakan ruang yang aman dan nyaman bagi anak. Langkah ini diwujudkan melalui kolaborasi dengan pemerintah desa hingga masyarakat luas.
Komitmen tersebut mengemuka dalam gelaran Festival Egrang ke-XIV di Komunitas Tanoker, Kecamatan Ledokombo. Acara ini dirangkaikan dengan deklarasi dan penandatanganan komitmen Ruang Bersama Indonesia (RBI) oleh seluruh kepala desa se-Kecamatan Ledokombo.
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifatul Choiri Fauzi menegaskan pentingnya keterlibatan seluruh unsur masyarakat dalam menjaga anak. Menurutnya, perlindungan anak tak bisa sekadar mengandalkan aturan resmi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Upaya menciptakan ruang aman bagi anak membutuhkan keterlibatan seluruh unsur masyarakat. Perlindungan anak tidak dapat hanya mengandalkan regulasi, tetapi harus dibangun melalui kolaborasi, sinergi, dan partisipasi bersama, mulai dari keluarga hingga lingkungan sosial," katanya, Minggu (9/8/2026).
Arifatul juga menyoroti tantangan pengasuhan anak di era digital. Dia mengingatkan, perkembangan gawai dan media sosial bak pisau bermata dua bagi tumbuh kembang anak jika tidak didampingi dengan bijak.
"Penggunaan gawai dan media sosial yang tidak bijak dapat menimbulkan dampak negatif bagi anak. Karena itu, pendampingan dari keluarga dan lingkungan menjadi bagian penting dalam memastikan anak dapat tumbuh secara aman di tengah perkembangan zaman," ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengapresiasi langkah konkret yang diinisiasi dari tingkat tapak seperti di Ledokombo. Sinergi ini dinilai sejalan dengan gerakan nasional yang diusung KemenPPPA.
"Gerakan nasional ruang aman dan nyaman bagi anak mencakup berbagai lingkungan kehidupan, mulai dari keluarga, ruang publik, satuan pendidikan, hingga ruang digital. Komitmen di Ledokombo ini sangat penting karena menghadirkan pemerintah desa dan masyarakat untuk menyelesaikan persoalan di tingkat yang paling dekat dengan warga," paparnya.
Sementara itu, Bupati Jember Muhammad Fawait menyambut baik dukungan pusat. Serta menjadikan momentum ini untuk memperkuat sinergi program.
"Pertemuan ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara program pemerintah pusat dan Pemkab Jember. Komitmen Kabupaten Jember akan terus sesuai dengan arahan Presiden dan Ibu Menteri, bagaimana anak-anak termasuk lansia mempunyai hak yang harus dipenuhi, termasuk pelayanan dasar seperti kesehatan dan pendidikan," ungkapnya.
Dia menekankan, penguatan ruang aman bagi anak merupakan inti dari pembangunan daerah yang berorientasi pada pemenuhan hak masyarakat.
"Bagi Pemkab Jember, penguatan ruang aman merupakan bagian dari pembangunan yang menempatkan pemenuhan hak masyarakat sebagai perhatian utama. Keterlibatan pemerintah desa sangat penting agar kebijakan tidak berhenti di tingkat kabupaten, tetapi diterjemahkan menjadi gerakan nyata di lingkungan warga," tandasnya.
