Kebakaran kembali melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Hingga Sabtu (8/8/2026), sedikitnya 176 hektare lahan di kawasan Bromo terbakar dan dugaan sementara mengarah pada faktor kelalaian manusia.
Peristiwa itu mengingatkan pada kebakaran hebat di Bromo pada September 2023. Saat itu, api membakar kawasan savana setelah rombongan foto prewedding menggunakan flare, hingga kasusnya berujung pada penetapan tersangka dan proses hukum di pengadilan.
Berawal dari Foto Prewedding
Kebakaran Bromo pada 2023 bermula dari aktivitas foto prewedding di Bukit Teletubbies, Blok Savana Lembah Watangan, pada 6 September 2023. Rombongan yang terdiri dari pasangan calon pengantin dan kru Wedding Organizer (WO) menggunakan flare sebagai properti pemotretan.
Percikan api dari flare kemudian mengenai rumput kering dan memicu kebakaran yang dengan cepat meluas. Polisi menyebut salah satu flare yang digunakan sempat meletup hingga percikannya mengenai vegetasi.
"Jadi mereka menyalakan flare, otomatis percikan api itu mengenai rumput," kata relawan sekaligus warga Tengger Sismiko dalam laporan detikJatim.
Enam orang yang terdiri dari pasangan calon pengantin dan kru WO kemudian diamankan polisi untuk menjalani pemeriksaan.
Manajer WO Jadi Tersangka
Dari enam orang tersebut, polisi menetapkan manajer atau penanggung jawab WO, Andrie Wibowo Eka Wardhana (41), sebagai tersangka. Warga Lumajang itu dinilai bertanggung jawab karena menawarkan konsep foto prewedding menggunakan flare kepada pasangan calon pengantin asal Surabaya.
Polisi menyebut, Andrie memenuhi unsur pidana berdasarkan dua alat bukti, sedangkan lima orang lainnya, termasuk pasangan yang melakukan prewedding, masih berstatus sebagai saksi.
"Untuk tersangka baru 1 yang memenuhi unsur dari saksi naik ke tersangka. Sedangkan yang lainnya masih jadi saksi dan akan kami periksa lebih lanjut, dan bisa juga kalau terpenuhi bukti-buktinya akan naik sebagai tersangka," ujar Kapolres Probolinggo AKBP Wisnu Wardana saat itu kala konferensi pers, 7 September 2023.
Selain dianggap lalai karena menawarkan konsep menggunakan flare, rombongan tersebut juga diketahui tidak mengantongi Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi (Simaksi).
"Tersangka ini selain memenuhi unsur pidana dan 2 alat bukti, ternyata yang bersangkutan juga tidak melengkapi rombongan itu dengan izin atau simaksi ke TNBTS," ujar Wisnu.
Pasangan Prewedding Tetap Diperiksa
Pasangan calon pengantin berinisial HP (39) dan PMP (26) ikut diperiksa polisi setelah kebakaran terjadi. Keduanya saat itu berstatus sebagai saksi dan dikenakan wajib lapor.
Polisi sempat membuka kemungkinan status pasangan tersebut berubah menjadi tersangka apabila penyidik menemukan bukti yang cukup. Namun, dalam perkembangan perkara, pasangan tersebut tetap berstatus sebagai saksi.
"Sementara ini kalau soal itu belum bisa kami sampaikan, karena itu terkait dengan materi pemeriksaan. Kami masih berproses. Tentang adanya tekanan dari netizen kenapa pasangan itu tidak jadi tersangka juga, kalau kami berdasarkan alat bukti aja. Kami libatkan ahli pidana untuk menentukan itu," ujar Kasat Reskrim Polres Probolinggo AKP Achmad Doni Meidianto saat itu.
Keduanya kemudian mengaku menyesal setelah mengetahui flare yang digunakan dalam sesi pemotretan justru memicu kebakaran.
"Setelah kejadian ya pasti menyesal," kata HP saat diperiksa polisi.
Luas Kebakaran Terus Bertambah
Kebakaran yang awalnya dilaporkan membakar sekitar 50 hektare kemudian terus meluas. Pada 15 September 2023, BB TNBTS menyebut sekitar 500 hektare lahan terbakar setelah api berhasil dipadamkan.
"Ahamdulillah api sudah padam semua tadi malam. Yang terbakar sekitar 500 hektare," kata Kepala Bagian Tata Usaha Balai Besar TNBTS Septi Eka Wardhani, 15 September 2023.
Belakangan, angka luasan kembali diperbarui. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan saat itu, Siti Nurbaya, menyebut total area yang terdampak kebakaran sejak 6 hingga 14 September 2023 mencapai 989 hektare.
"Yang jelas dari mulai Tanggal 6 sampai 14 saat kebakaran itu, men-cover 989 hektare. Sebelumnya saya dilapori 500 hektare, ternyata sudah 989 hektare," ujar Siti Nurbaya.
Simak Video "Video: Kebakaran Kaldera Bromo Berhasil Dipadamkan, Petugas Masih Lakukan Pendinginan"
(irb/hil)