Titik Api Baru Masih Muncul di Bromo, Helikopter BNPB Segera Diterjunkan

Titik Api Baru Masih Muncul di Bromo, Helikopter BNPB Segera Diterjunkan

M Rofiq - detikJatim
Jumat, 07 Agu 2026 06:40 WIB
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief (Foto: M Rofiq/detikJatim)
Probolinggo -

Kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) masih belum sepenuhnya terkendali. Hingga Kamis pagi (6/8), petugas masih menemukan titik api baru di kawasan Jantur, Desa Sariwani, Kabupaten Probolinggo, sehingga operasi pemadaman terus dilakukan oleh tim gabungan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief, mengatakan titik api baru terpantau pada dini hari sekitar pukul 00.12 WIB. Saat ini seluruh personel masih berada di lapangan untuk melakukan pemantauan sekaligus memadamkan api agar tidak meluas.

"Untuk saat ini masih ada titik api di daerah Jantur. Tadi pagi sekitar pukul 00.12 masih terlihat titik api baru. Petugas masih berada di lokasi untuk melakukan pemantauan dan pemadaman," kata Oemar, Jumat (7/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Upaya penanganan kebakaran mendapat tambahan dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengerahkan satu unit mobil tangki 4x4 untuk menyuplai kebutuhan air selama proses pemadaman.

ADVERTISEMENT

Selain itu, dua unit kendaraan pikap L300 yang membawa pasokan air juga diterjunkan untuk mendukung operasi drone water spray dalam menjangkau lokasi-lokasi yang sulit diakses melalui jalur darat.

Di sisi lain, BNPB juga menyiapkan dukungan pemadaman melalui jalur udara. Oemar menyebut Kepala BNPB telah mengirimkan satu unit helikopter yang saat ini sedang dalam perjalanan menuju Jawa Timur.

"Helikopter sudah bergerak dari Pontianak menuju ke sini. Mudah-mudahan bisa tiba hari ini, atau paling lambat besok sehingga bisa segera membantu operasi pemadaman dari udara," ujarnya.

Berdasarkan pemantauan terakhir pada Rabu (5/8) malam sekitar pukul 19.00 WIB, luas area yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 80 hektare. Luasan tersebut masih berpotensi bertambah apabila muncul titik api baru akibat kondisi cuaca yang kering dan angin kencang.

Untuk mencegah kebakaran meluas, BPBD bersama tim gabungan menerapkan sejumlah strategi di lapangan. Langkah yang dilakukan antara lain membuat sekat bakar, penyekatan jalur rambatan api, pemadaman menggunakan geobag atau geoblock, penyemprotan air melalui drone, hingga pemadaman manual menggunakan selang apabila kondisi medan memungkinkan.

"Semua tergantung situasi di lapangan. Kalau bisa dipadamkan dari bawah menggunakan geoblock atau selang akan kami lakukan. Jika diperlukan, kami manfaatkan drone water spray maupun dukungan helikopter," jelasnya.

BPBD juga mengimbau masyarakat dan wisatawan yang berada di kawasan Bromo untuk tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, seperti menyalakan api atau membuang puntung rokok sembarangan.

Pengunjung juga diminta tidak membuang sampah sembarangan serta menggunakan masker, jaket, maupun pelindung diri mengingat kondisi cuaca di kawasan Bromo cukup ekstrem.

"Saat ini angin di kawasan Bromo sangat kencang. Suhu tadi malam mencapai sekitar 11 derajat Celsius dengan kabut cukup tebal sehingga masyarakat diharapkan menggunakan masker dan pelindung diri agar tidak terganggu kesehatannya," kata Oemar.

Hingga kini, petugas gabungan masih disiagakan di lokasi untuk melakukan pendinginan pada area yang telah berhasil dipadamkan sekaligus memadamkan titik-titik api baru yang muncul agar kebakaran tidak semakin meluas.



(dpe/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads