Keluarga dua sopir truk asal Makassar, Sulawesi Selatan, masih mencari kepastian nasib Rustam Sanusi dan Andi Herman yang disebut menjadi korban tenggelamnya KM Mutiara Sentosa 2. Hingga kini, keduanya belum ditemukan.
Anak Rustam, Jaswar, bersama ibunya dan rekan sang ayah, Hasanudin, datang dari Makassar ke Surabaya untuk mencari informasi. Mereka mendatangi sejumlah posko penanganan korban, mulai dari Polda Jatim, Basarnas, hingga posko Disaster Victim Identification (DVI) di GSN Tanjung Perak.
Jaswar mengatakan, komunikasi terakhir dengan ayahnya terjadi pada Minggu (2/8). Saat itu, Rustam masih sempat mengirim foto dan video yang menunjukkan dirinya berada di atas kapal sebelum keberangkatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sampai sekarang belum ada kabarnya. Terakhir komunikasi hari Minggu, masih sempat mengirim video dan foto waktu di atas kapal," kata Jaswar saat dikonfirmasi di GSN Tanjung Perak Surabaya, Rabu (5/8/2026).
Menurut Jaswar, rekaman video tersebut menjadi bukti bahwa ayahnya berada di atas kapal. Namun, setelah dilakukan pengecekan, nama Rustam Sanusi tidak tercantum dalam manifest resmi penumpang KM Mutiara Sentosa 2.
Hasanudin menjelaskan, hal itu diduga terjadi karena kendaraan yang digunakan Rustam merupakan kendaraan pengganti sehingga tiket kapal tercatat atas nama orang lain.
"Mobilnya yang mobil pengganti, jadi tiketnya atas nama orang lain. Makanya nama korban tidak terdaftar di manifes kapal," sahut Hasanudin.
Berdasarkan keterangan penumpang yang selamat, Rustam sempat berusaha diselamatkan di tengah laut. Korban beberapa kali berhasil dinaikkan, tetapi kembali terjatuh hingga pelampung yang dikenakannya terlepas dan akhirnya hilang terbawa arus.
Untuk membantu proses identifikasi, keluarga telah mendatangi posko DVI guna menyerahkan data awal dan menjalani pengambilan sampel DNA. Mereka juga diminta membuat laporan orang hilang secara resmi.
Keluarga mengaku khawatir setelah mendengar informasi bahwa operasi pencarian Basarnas berpotensi dibatasi atau dihentikan. Kekhawatiran itu muncul karena nama Rustam tidak tercantum dalam manifest resmi kapal.
Meski begitu, Jaswar dan Hasanudin memastikan akan tetap berada di Surabaya hingga ada kepastian mengenai nasib Rustam Sanusi dan Andi Herman. Mereka berharap Basarnas dan tim SAR gabungan terus melanjutkan pencarian terhadap korban yang masih hilang.
"Kami masih tetap di Surabaya sampai ada kepastian. Harapannya besar pencarian terus dilaksanakan, apalagi masih beberapa hari dan masih banyak korban yang belum ditemukan," pungkas Hasanudin.
