Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub) Suntana memastikan posko pengaduan dan pelayanan terkait insiden kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 masih tetap dibuka. Posko tersebut disiapkan untuk mengantisipasi apabila masih ada penumpang atau keluarga yang membutuhkan informasi maupun pelayanan.
Suntana mengatakan pemerintah masih membuka ruang bagi masyarakat untuk melaporkan apabila terdapat penumpang yang belum terdata. Hal itu dilakukan meski data manifes dan hasil pendataan di lapangan telah disinkronkan oleh seluruh instansi terkait.
"Namun, teman-teman media, tadi disampaikan oleh Pak Kepala Basarnas, kita juga mengantisipasi apabila ternyata masih ada," kata Suntana saat konferensi pers di Gedung GSN Pelindo Sub Regional III Tanjung Perak Surabaya, Selasa (4/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menegaskan, posko pengaduan tetap beroperasi sebagai bagian dari pelayanan kepada korban maupun keluarga penumpang.
"Kita buka posko pengaduan," ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Suntana kembali memastikan jumlah penumpang KMP Mutiara Sentosa 2 yang telah terverifikasi sebanyak 238 orang. Menurutnya, angka tersebut telah dipastikan berdasarkan pencocokan data antara perusahaan pelayaran, KSOP, dan nakhoda kapal.
"Tapi angka 238 itu sudah dikonfirmasi ke pihak perusahaan, KSOP, dan pihak nakhoda," tuturnya.
Sebelumnya, KMP Mutiara Sentosa 2 terbakar saat berlayar dari Surabaya menuju Makassar di perairan utara Pulau Madura pada Minggu (2/8/2026). Insiden tersebut sempat memunculkan perbedaan data jumlah penumpang antara manifes dan kondisi di lapangan, sehingga Kementerian Perhubungan bersama Basarnas, KSOP, operator kapal, dan pihak terkait melakukan proses verifikasi.
Pemerintah juga membuka posko pengaduan untuk memastikan seluruh penumpang terdata serta mengakomodasi laporan dari keluarga yang masih mencari informasi mengenai korban.
