Gerhana Matahari Total dan Fenomena Astronomi Agustus 2026

Irma Budiarti - detikJatim
Rabu, 05 Agu 2026 23:00 WIB
Ilustrasi fenomena astronomi Agustus 2026. Foto: ChatGPT
Surabaya -

Agustus 2026 menjadi salah satu bulan yang paling menarik bagi pencinta astronomi. Dalam satu bulan, langit akan dihiasi berbagai peristiwa langit mulai dari fase Bulan baru dan Gerhana Matahari Total.

Kemudian ada fenomena hujan meteor Perseid, Venus yang mencapai posisi terbaik untuk diamati, hingga Bulan purnama dan Gerhana Bulan Sebagian. Sebagian fenomena tersebut dapat dinikmati dari Indonesia, sementara beberapa lainnya hanya terlihat di wilayah tertentu di dunia.

Fenomena Astronomi Agustus 2026

Seluruh peristiwa langit di bulan ini menjadi bagian dari siklus astronomi yang selalu dinantikan setiap tahunnya. Berikut rangkaian fenomena astronomi yang akan terjadi sepanjang Agustus 2026.

1. Bulan Baru pada 12 Agustus 2026

Fenomena pertama terjadi pada 12 Agustus 2026, saat Bulan memasuki fase Bulan baru. Berdasarkan waktu universal (UTC), fase ini berlangsung pada pukul 17.37 UTC.

Pada fase Bulan baru, posisi Bulan berada di antara Bumi dan Matahari sehingga sisi Bulan yang menghadap Bumi tidak menerima cahaya Matahari. Akibatnya, Bulan praktis tidak terlihat di langit malam.

Kondisi langit yang bebas cahaya Bulan menjadikan malam tersebut sebagai waktu ideal untuk mengamati objek-objek langit redup, seperti galaksi, gugus bintang, maupun nebula.

Astronom amatir biasanya memanfaatkan fase ini untuk melakukan pengamatan menggunakan teleskop karena langit menjadi lebih gelap dibandingkan fase Bulan lainnya.

2. Gerhana Matahari Total pada 12 Agustus 2026

Masih pada tanggal yang sama, dunia juga akan menyaksikan Gerhana Matahari Total. Fenomena ini terjadi ketika Bulan berada tepat di antara Bumi dan Matahari sehingga seluruh piringan Matahari tertutup oleh Bulan.

Saat fase totalitas berlangsung, korona Matahari yang biasanya tertutup cahaya terang Matahari akan tampak jelas. Lintasan gerhana total dimulai dari kawasan Samudra Arktik, kemudian melintasi wilayah lepas pantai utara Rusia, Greenland, Islandia, Samudra Atlantik, hingga berakhir di Spanyol.

Di luar jalur totalitas, gerhana Matahari sebagian dapat diamati dari Alaska, Kanada, wilayah utara Amerika Serikat, serta sebagian Afrika Barat. Sayangnya, Indonesia tidak termasuk wilayah yang dapat menyaksikan Gerhana Matahari Total maupun Gerhana Matahari Sebagian pada 12 Agustus 2026.

3. Puncak Hujan Meteor Perseid pada 12-13 Agustus 2026

Fenomena yang paling dinantikan pada Agustus adalah hujan meteor Perseid. Hujan meteor ini sebenarnya aktif sejak 17 Juli 2026 hingga 24 Agustus 2026, tetapi mencapai puncaknya pada malam 12 Agustus 2026 hingga dini hari 13 Agustus 2026.

Dalam kondisi langit yang cerah dan minim polusi cahaya, Perseid mampu menghasilkan sekitar 60 meteor per jam. Tahun 2026 menjadi waktu yang sangat baik untuk mengamatinya karena puncak hujan meteor berlangsung berdekatan dengan fase Bulan baru. Tanpa gangguan cahaya Bulan, meteor akan terlihat lebih jelas.

Perseid berasal dari sisa material yang ditinggalkan Komet 109P/Swift-Tuttle. Saat Bumi melintasi jalur debu komet tersebut setiap Agustus, partikel-partikel kecil memasuki atmosfer dengan kecepatan tinggi dan terbakar, menghasilkan kilatan cahaya yang dikenal sebagai meteor.

Meski dinamakan Perseid karena tampak berasal dari arah rasi bintang Perseus, meteor sebenarnya dapat muncul di berbagai bagian langit. Waktu terbaik untuk mengamatinya adalah setelah tengah malam hingga menjelang fajar dari lokasi yang gelap dan jauh dari polusi cahaya.

4. Venus Mencapai Posisi Terbaik pada 15 Agustus

Pada 15 Agustus 2026, planet Venus mencapai elongasi timur terbesar, yakni sekitar 45,9 derajat dari Matahari. Elongasi merupakan kondisi ketika jarak sudut suatu planet terhadap Matahari, jika dilihat dari Bumi, mencapai nilai maksimum.

Saat elongasi timur terbesar, Venus tampak paling jauh dari Matahari di langit sore sehingga memiliki waktu pengamatan yang lebih lama setelah Matahari terbenam.

Pada periode ini, Venus akan terlihat sangat terang di langit barat dan menjadi objek paling terang setelah Matahari dan Bulan. Karena itu, momen ini menjadi kesempatan terbaik sepanjang tahun untuk mengamati planet yang sering dijuluki sebagai "Bintang Kejora" tersebut.

5. Bulan Purnama pada 28 Agustus 2026

Menjelang akhir bulan, tepatnya 28 Agustus 2026 pukul 04.19 UTC, Bulan memasuki fase purnama. Dalam tradisi masyarakat asli Amerika Utara, Bulan purnama pada Agustus dikenal sebagai Sturgeon Moon.

Sebab, pada musim tersebut ikan sturgeon lebih mudah ditangkap di kawasan danau-danau desar. Selain itu, purnama Agustus juga memiliki sebutan lain seperti Green Corn Moon dan Grain Moon, yang berkaitan dengan musim panen.

6. Gerhana Bulan Sebagian pada 28 Agustus 2026

Pada hari yang sama dengan Bulan purnama, juga akan terjadi Gerhana Bulan Sebagian. Fenomena ini terjadi ketika hanya sebagian permukaan Bulan memasuki bayangan inti atau umbra Bumi.

Akibatnya, sebagian Bulan tampak lebih gelap, sementara bagian lainnya masih menerima cahaya Matahari. Gerhana Bulan Sebagian kali ini dapat diamati dari sebagian besar Amerika Utara, Meksiko, Amerika Tengah, Amerika Selatan, Samudra Atlantik, serta sebagian besar wilayah Eropa dan Afrika.

Sama seperti Gerhana Matahari Total sebelumnya, Gerhana Bulan Sebagian pada 28 Agustus 2026 tidak dapat disaksikan dari Indonesia karena wilayah keterlihatannya berada di belahan Bumi lain.

Fenomena Astronomi Agustus 2026 yang Bisa Disaksikan dari Indonesia

Meski dua gerhana pada Agustus 2026 tidak terlihat dari Indonesia, masyarakat tetap dapat menikmati beberapa fenomena langit lainnya. Puncak hujan meteor Perseid menjadi salah satu peristiwa yang paling menarik karena bertepatan dengan fase Bulan baru sehingga kondisi langit lebih gelap.

Selain itu, Venus yang mencapai elongasi timur terbesar juga akan tampak mencolok di langit barat setelah Matahari terbenam dan dapat diamati tanpa menggunakan teleskop.

Dengan cuaca yang mendukung serta lokasi pengamatan yang minim polusi cahaya, Agustus 2026 tetap menjadi bulan yang menawarkan pengalaman mengamati langit malam yang istimewa bagi masyarakat Indonesia.



Simak Video "Video: 5 Mitos Gerhana Matahari yang Dibantah Sains "

(irb/hil)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork
InsertLive
Kamis, 01 Jan 1970 07:00 WIB