Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026, Apakah Indonesia Kebagian?

Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026, Apakah Indonesia Kebagian?

Irma Budiarti - detikJatim
Sabtu, 08 Agu 2026 11:40 WIB
Ilustrasi Gerhana Matahari Total.
Ilustrasi Gerhana Matahari Total. Foto: Gemini AI
Surabaya -

Gerhana Matahari Total akan menjadi salah satu fenomena astronomi paling spektakuler pada 12 Agustus 2026. Fenomena ini terjadi ketika Bulan berada tepat di antara Matahari dan Bumi, sehingga seluruh piringan Matahari tertutup bagi pengamat yang berada di jalur totalitas.

Sayangnya, fenomena langka tersebut tidak dapat disaksikan dari Indonesia. Jalur Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 berada di belahan Bumi utara, sementara sejumlah wilayah lainnya hanya dapat melihat gerhana sebagian.

Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026

Gerhana Matahari terjadi ketika Bulan melintas di antara Matahari dan Bumi sehingga cahaya Matahari terhalang dan tidak seluruhnya sampai ke permukaan Bumi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada Gerhana Matahari Total, Matahari, Bulan, dan Bumi berada dalam posisi hampir segaris. Kondisi tersebut membuat piringan Matahari tertutup sepenuhnya oleh Bulan bagi pengamat yang berada di jalur totalitas.

Saat puncak gerhana, wilayah yang berada dalam jalur bayangan inti atau umbra akan mengalami kondisi seperti malam pada siang hari selama beberapa saat. Pengamat juga berkesempatan melihat korona Matahari yang biasanya tidak terlihat karena tertutup cahaya Matahari yang sangat terang.

ADVERTISEMENT

Durasi totalitas berbeda-beda bergantung pada lokasi pengamatan. Durasi terlama Gerhana Matahari Total diperkirakan mencapai sekitar 2 menit 18 detik.

Negara yang Bisa Melihat Gerhana Matahari Total

Jalur totalitas Gerhana Matahari 12 Agustus 2026 hanya melewati wilayah tertentu di belahan Bumi utara. Berdasarkan data Time and Date, terdapat lima negara yang berada di jalur Gerhana Matahari Total, yakni sebagai berikut.

  • Greenland
  • Islandia
  • Portugal
  • Rusia
  • Spanyol

Masyarakat yang berada tepat di jalur totalitas dapat menyaksikan Bulan menutupi seluruh piringan Matahari. Pemandangan tersebut menjadi daya tarik utama dari Gerhana Matahari Total karena hanya dapat diamati dari wilayah yang dilewati bayangan inti Bulan.

Negara yang Bisa Melihat Gerhana Matahari Sebagian

Selain wilayah yang berada di jalur totalitas, sejumlah negara masih dapat menyaksikan Gerhana Matahari Sebagian. Pada fenomena ini, hanya sebagian piringan Matahari yang tertutup oleh Bulan. Wilayah yang dapat melihat gerhana sebagian meliputi negara-negara berikut.

  • Albania
  • Aljazair
  • Andorra
  • Austria
  • Belarus
  • Belgia
  • Bermuda
  • Bosnia dan Herzegovina
  • Brasil
  • Bulgaria
  • Burkina Faso
  • Cabo Verde
  • Kanada
  • Pantai Gading
  • Kroasia
  • Republik Ceko
  • Denmark
  • Estonia
  • Kepulauan Faroe
  • Finlandia
  • Prancis
  • Gambia
  • Jerman
  • Ghana
  • Gibraltar
  • Yunani
  • Guernsey
  • Guinea
  • Guinea-Bissau
  • Hungaria
  • Irlandia
  • Pulau Man
  • Italia
  • Jersey
  • Kosovo
  • Latvia
  • Liberia
  • Libya
  • Liechtenstein
  • Lituania
  • Luksemburg
  • Mali
  • Malta
  • Mauritania
  • Moldova
  • Monako
  • Montenegro
  • Maroko
  • Belanda
  • Niger
  • Makedonia Utara
  • Norwegia
  • Polandia
  • Rumania
  • Saint Pierre dan Miquelon
  • San Marino
  • Senegal
  • Serbia
  • Sierra Leone
  • Slovakia
  • Slovenia
  • Svalbard dan Jan Mayen
  • Swedia
  • Swiss
  • Tunisia
  • Ukraina
  • Britania Raya
  • Amerika Serikat
  • Vatikan
  • Sahara Barat
  • Kepulauan Γ…land

Secara umum, Gerhana Matahari Sebagian pada 12 Agustus 2026 dapat diamati dari sebagian besar wilayah Eropa, Afrika barat laut, Amerika Utara bagian utara, Samudra Atlantik, Samudra Arktik, hingga sebagian kawasan Asia utara.

Apakah Indonesia Bisa Melihat Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026?

Indonesia tidak dapat menyaksikan Gerhana Matahari Total pada 12 Agustus 2026. Indonesia berada di luar lintasan bayangan Bulan pada saat gerhana berlangsung.

Karena jalur gerhana berada jauh di belahan Bumi utara, tidak ada wilayah Indonesia yang dapat melihat Gerhana Matahari Total maupun Gerhana Matahari Sebagian.

Masyarakat Indonesia yang ingin mengikuti fenomena astronomi ini tetap dapat menyaksikannya melalui siaran langsung daring yang biasanya disediakan oleh observatorium atau lembaga astronomi dari negara-negara yang berada di jalur gerhana.

Tips Aman Melihat Gerhana Matahari

Bagi masyarakat yang berada di wilayah yang dapat menyaksikan gerhana, keamanan mata harus menjadi perhatian utama. Sebab, melihat matahari tanpa perlindungan yang tepat dapat menyebabkan kerusakan mata permanen. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan.

  • Jangan melihat matahari secara langsung tanpa pelindung khusus.
  • Gunakan kacamata gerhana yang memenuhi standar keamanan.
  • Jangan menggunakan kacamata hitam biasa untuk melihat matahari.
  • Hindari penggunaan film rontgen atau alat seadanya sebagai pelindung mata.
  • Jika menggunakan teleskop atau kamera, pastikan perangkat dilengkapi filter Matahari yang sesuai.

Gerhana Matahari Total pada 12 Agustus 2026 menjadi salah satu fenomena astronomi yang menarik perhatian karena jalur totalitasnya hanya melewati wilayah tertentu di belahan Bumi utara.

Greenland, Islandia, Portugal, Rusia, dan Spanyol menjadi negara yang berada di jalur totalitas. Sementara itu, puluhan negara lainnya dapat menikmati gerhana sebagian.

Indonesia tidak termasuk wilayah yang dapat menyaksikan gerhana tersebut secara langsung. Meski begitu, masyarakat Tanah Air tetap dapat mengikuti fenomena ini melalui siaran daring dari berbagai observatorium dan lembaga astronomi dunia.



(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads