Demo di UINSA, Mahasiswa Duduki dan Segel Kampus-Dosen Lewat Belakang

Demo di UINSA, Mahasiswa Duduki dan Segel Kampus-Dosen Lewat Belakang

Esti Widiyana - detikJatim
Senin, 21 Sep 2026 13:15 WIB
Mahasiswa UINSA demo lagi
Gerbang kampus UINSA disegel oleh mahasiswa. Dosen yang hendak masuk kampus terpaksa lewat pintu belakang. (Foto: Esti Widiyana/detikjatim)
Surabaya -

Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya kembali menggelar aksi meminta rektor Akhmad Muzakki mundur pada Senin (21/9/2026). Kali ini mahasiswa menyegel akses masuk dan menduduki kampus.

Korlap aksi UINSA, Fadlurrakhman Fazle Purwardana atau Ale mengatakan bahwa aksi hari ini merupakan aksi lanjutan dari hari Rabu dan Kamis pekan lalu. Mahasiswa pengunjuk rasa sengaja 'ngeprank' jam aksi yang disebarkan melalui pamflet.

"Hasil konsolidasi pamflet di-upload jam 1 (siang). Tetapi sebenarnya sudah mulai dari jam 7 (pagi). Jadi sebelum semua masuk ke kampus, kita sudah aksi," kata Ale kepada wartawan di depan kampus UINSA, Senin (21/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ale mengatakan, ada dua gerbang yang sedang disegel mahasiswa. Namun ada pintu di belakang area kampus yang masih bisa dilewati. Ia memastikan tidak akan melumpuhkan seluruh aktivitas di kampus. Untuk tenaga pendidik masih bisa masuk meski harus lewat pintu belakang.

"Kita juga nggak melumpuhkan total kampus, kami ada pintu belakang, itu bisa diakses oleh semua. Jadi tadi juga sudah sempat kita imbau ketika di sana, ya kalau mau mengajar silakan atau mau belajar silakan," jelasnya.

ADVERTISEMENT

"Kita enggak menutup total pintu gitu. Masih ada gerbang belakang, masih ada pintu yang bisa dilewati, sehingga proses belajar mengajar itu juga masih tetap berjalan," tambahnya.

Tujuan penyegelan kampus ini adalah bentuk kekecewaan mahasiswa. Mereka berharap semua tuntutan segera dipenuhi, khususnya mundurnya Rektor Muzakki.

"Dengan upaya teman-teman ini semoga apa yang diharapkan tetap tercapai dan bisa menjadi evaluasi ke depannya," ujarnya.

Penyegelan kampus ini, kata Ale, bisa saja akan bertahan lama.

"Kemungkinan penyegelannya akan tetap bertahan beberapa hari mungkin," pungkasnya.



(auh/dpe)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads