Basarnas memperbarui jumlah korban yang berhasil dievakuasi dalam insiden kebakaran KM Mutiara Sentosa II di perairan utara Madura. Hingga Selasa (4/8/2026), total korban yang telah dievakuasi mencapai 238 orang.
Kepala Basarnas, Mohammad Syafii, mengatakan jumlah tersebut bertambah dari data sebelumnya yang mencatat 233 korban. Penambahan terjadi setelah adanya pembaruan data dari Pulau Masalembu.
"Total korban yang telah kita evakuasi, kalau kemarin kita sampaikan 233, total update sekarang 238 korban," kata Syafii saat ditemui di Gapura Surya Nusantara (GSN) Tanjung Perak, Selasa (4/8).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari total tersebut, sebanyak 62 korban masih berada dalam perjalanan dari Pulau Masalembu menuju Surabaya.
"Dengan rincian terakhir bahwa yang masih dalam perjalanan ada 62 korban yang kita evakuasi dari Pulau Masalembu menuju ke Surabaya," ujarnya.
Syafii menjelaskan, meski sebagian besar korban telah ditemukan, operasi pencarian belum dihentikan. Basarnas masih mengerahkan KN Permadi untuk melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian.
"Operasi pencarian tetap kita laksanakan. Ada KN Permadi dari Basarnas Surabaya masih melaksanakan operasi. Tentunya operasi akan disesuaikan dengan konsep operasi yang dikeluarkan oleh Basarnas Command Center," jelasnya.
Menurut dia, keputusan penghentian operasi baru akan diambil setelah seluruh data korban hasil evakuasi dicocokkan dengan data manifes dari KSOP dan perusahaan pelayaran.
"Dari hasil evakuasi korban yang telah terevakuasi nanti akan kita cross-check data itu kepada pihak KSOP dan juga dari owner perusahaan pelayaran. Kalau semuanya sudah sesuai bahwa seluruh korban telah terevakuasi, tentunya operasi akan segera kita hentikan," katanya.
Ia menambahkan operasi tetap dilanjutkan karena proses evakuasi masih berlangsung dan belum seluruh korban tiba di Surabaya.
"Kita masih dalam proses operasi karena memang ada korban yang belum sampai ke kita," ujar Syafii.
Selain melakukan verifikasi data, KN Permadi tetap bersiaga di sekitar lokasi kebakaran untuk mengantisipasi kemungkinan masih ditemukannya korban maupun tanda-tanda lain yang memerlukan tindakan evakuasi.
Jika hasil pencocokan data nantinya menunjukkan masih ada penumpang yang belum ditemukan, Basarnas akan memperluas pola pencarian dengan mempertimbangkan arah arus, kecepatan angin, dan tinggi gelombang.
Syafii menambahkan, proses penyelamatan pada hari kejadian turut dibantu sedikitnya 11 kapal yang berada di sekitar lokasi. Kapal-kapal tersebut berasal dari unsur masyarakat, operator layanan transportasi laut, TNI, hingga Basarnas yang datang dari berbagai arah untuk mempercepat evakuasi korban.
