Jagat media sosial Banyuwangi kembali dihebohkan dengan perkembangan kasus video asusila yang diduga melibatkan pelajar. Setelah video berdurasi singkat dengan narasi khas "Yang wes Yang" memicu perbincangan luas di kalangan warganet, kini beredar video klarifikasi sekaligus permohonan maaf dari salah satu pemeran utama.
Remaja laki-laki dalam video klarifikasi itu diketahui berinisial MD, seorang pelajar yang bersekolah di salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kecamatan Genteng, Kabupaten Banyuwangi.
Dalam video yang beredar luas, MD mengakui keterlibatannya dalam peristiwa itu. Dengan nada menyesal ia menyampaikan permohonan maaf kepada pihak sekolah, teman-temannya, dan masyarakat atas kegaduhan yang ditimbulkan. MD mengaku menyadari tindakannya telah mencoreng nama baik sekolah tempatnya menempuh pendidikan.
"Saya minta maaf karena telah membuat jelek nama sekolah. Saya meminta maaf kepada semua teman-teman dan semuanya karena telah melakukan perbuatan yang jadi bahan perbincangan hangat di kalangan semua orang," ujar MD dalam rekaman yang beredar sejak beberapa hari terakhir.
MD juga menegaskan bahwa pernyataan dan permintaan maaf tersebut disampaikan atas kesadaran pribadi tanpa adanya tekanan dari pihak mana pun.
"Permintaan maaf ini tidak ada paksaan dari pihak manapun," tambahnya.
Sebelumnya, video bermuatan asusila yang diduga melibatkan pelajar itu viral dan menarik perhatian warganet baik di Banyuwangi maupun luar daerah. Narasi "Yang wes Yang" yang terdengar dalam rekaman itu bahkan sempat menjadi perbincangan di berbagai platform media sosial.
Beredarnya video klarifikasi dari MD diharapkan bisa mengurangi kesimpangsiuran informasi yang berkembang di tengah masyarakat. Peristiwa ini juga menjadi perhatian sekaligus pengingat bagi dunia pendidikan akan pentingnya pembinaan karakter, moral, dan etika pelajar, termasuk di luar lingkungan sekolah.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi lanjutan dari pihak terkait mengenai perkembangan kasus tersebut.
Simak Video "Mengenal Kincir Raksasa Panjer Kiling Sebagai Pengusir Hama di Banyuwangi "
(ihc/dpe)