Menunggu Tersangka Kasus Video Mesum Pelajar Banyuwangi

Round Up

Menunggu Tersangka Kasus Video Mesum Pelajar Banyuwangi

Amir Baihaqi - detikJatim
Senin, 03 Agu 2026 06:30 WIB
Gambar ilustrasi soal video viral nan mesum. (Danu Damarjati/detikcom)
Foto: Gambar ilustrasi soal video viral nan mesum. (Danu Damarjati/detikcom)
Banyuwangi -

Kasus video mesum yang diperankan dua pelajar di Kecamatan Srono, Banyuwangi yang viral di media sosial berbuntut panjang. Polisi kini menaikkan statusnya menjadi penyidikan.

Kasat Reskrim Polresta Banyuwangi, Kompol Lanang Teguh Pambudi menerangkan, tim penyidik telah bergerak cepat menjalankan serangkaian tindakan penegakan hukum secara terukur.

Ini setelah pihaknya menerima laporan dari keluarga pemeran pelajar perempuan pada 20 Juli 2026. Saat ini, penyidik Satreskrim Polresta Banyuwangi terus mendalami keterangan saksi-saksi dan melengkapi berkas perkara sebelum menetapkan status hukum pihak terkait.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Penyidik telah melakukan serangkaian tindakan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku, dengan tetap memperhatikan aturan khusus mengenai Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH) serta prinsip kepentingan terbaik bagi anak. Sejumlah barang bukti juga sudah kami amankan untuk mendukung proses pembuktian," ujar Lanang, Senin (3/8/2026).

Terpisah, Kapolresta Banyuwangi Kombes Rofiq Ripto Himawan menegaskan pihaknya memastikan penanganan perkara akan berjalan profesional, objektif, dan transparan, namun tetap dalam koridor UU Perlindungan Anak dan Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA).

ADVERTISEMENT

Ripto juga mengimbau kepada masyarakat agar berhenti menyebarkan rekaman video mesum tersebut. pihaknya akan menjerat dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Tak hanya video, ia juga mengimbau agar tak menyebarkan foto, nama lengkap, alamat, alamat sekolah atau identitas pemeran video. Larangan keras penyebaran video ini ditegaskan demi melindungi dampak psikologis, serta proses pemulihan trauma para pihak yang terlibat dan masa depan anak.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarluaskan video atau informasi yang dapat mengidentifikasi anak. Mari bersama-sama menjaga privasi, martabat, dan masa depan mereka. Jika mengetahui adanya indikasi tindak kekerasan pada anak, segera laporkan ke pihak berwenang," tegas Rofiq.

Sementara itu, MD, pelajar pria sekaligus pemeran utama dalam video mesum di Banyuwangi akhirnya muncul. Melalui sebuah video, ia menyampaikan klarifikasi dan pemintaan maaf.

Pemeran utama pria diketahui masih berstatus sebagai pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kecamatan Genteng, Kabupaten Banyuwangi. Ia mengaku meminta maaf pihak sekolah dan teman-temannya.

"Saya minta maaf karena telah membuat jelek nama sekolah. Saya meminta maaf kepada semua teman-teman dan semuanya karena telah melakukan perbuatan yang jadi bahan perbincangan hangat di kalangan semua orang," ujar MD dalam rekaman yang beredar sejak beberapa hari terakhir.

MD juga menegaskan bahwa pernyataan dan permintaan maaf tersebut disampaikan atas kesadaran pribadi tanpa adanya tekanan dari pihak mana pun.

"Permintaan maaf ini tidak ada paksaan dari pihak manapun," tambahnya.

Sebelumnya, jagat maya di Banyuwangi dihebohkan dengan beredarnya rekaman suara bernuansa erotis yang memuat ucapan 'yang wis yang'. Potongan suara tersebut ramai digunakan sebagai latar berbagai unggahan video di media sosial dan diduga berasal dari video asusila yang melibatkan dua pelajar.

Video berdurasi singkat yang diduga menjadi sumber suara tersebut, beredar luas melalui grup-grup WhatsApp. Dugaan keterlibatan pelajar di bawah umur membuat kasus ini memicu keprihatinan masyarakat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, video tersebut diduga pertama kali beredar dari satu grup WhatsApp pelajar ke grup lainnya hingga akhirnya menyebar lebih luas.



(ihc/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads