Asosiasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Kabupaten Banyuwangi menggelar diskusi publik untuk memperkuat kelembagaan koperasi sekaligus mendorong pengembangan ekonomi desa. Forum tersebut akan diikuti sekitar 250 peserta dari berbagai unsur.
Ketua Asosiasi KDKMP Banyuwangi, Imam Maskun mengatakan, diskusi publik digelar sebagai wadah menyamakan persepsi seluruh pemangku kepentingan terkait pengembangan KDKMP. Menurutnya, koperasi menjadi salah satu strategi untuk memperkuat ekonomi kerakyatan.
"Kami memandang perlu adanya wadah untuk menyelaraskan arah kebijakan, peran pemerintah desa, hingga strategi pengembangan koperasi di daerah. Diskusi publik ini diharapkan mampu membangun sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, daerah, desa, Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin), dan seluruh pengurus KDKMP," ujar Imam dalam keterangannya, Kamis (16/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan, terdapat lima fokus utama yang akan dibahas dalam forum tersebut, yakni sosialisasi arah kebijakan KDKMP, penguatan sinergi dengan pemerintah desa, penegasan peran operasional asosiasi, penyusunan rekomendasi strategis, serta pengembangan kolaborasi dengan dunia usaha.
Forum ini juga akan menghadirkan Ketua Bidang Pemberdayaan KDKMP Dekopin Jawa Timur, Satrio Oetomo Sapto Amien, yang akan memaparkan pentingnya penguatan tata kelola koperasi agar mampu bersaing di era modern.
Selain itu, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia M. Qodari dijadwalkan menjadi pembicara dengan materi bertajuk 'Strategi Komunikasi Publik dalam Membangun Kepercayaan dan Keberhasilan Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih'. Materi tersebut menitikberatkan pada pentingnya komunikasi yang transparan untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap program strategis nasional.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani juga dijadwalkan memberikan paparan mengenai penguatan KDKMP dari perspektif pemerintah daerah.
Diskusi yang digelar di Kantor Dinas Pendidikan Banyuwangi itu akan dipandu Samsudin Adlawi sebagai moderator.
Peserta yang hadir berasal dari berbagai kalangan, mulai Ketua KDKMP se-Kabupaten Banyuwangi, kepala desa, lurah, pengurus asosiasi, organisasi perangkat daerah (OPD), sektor perbankan, akademisi, organisasi masyarakat, hingga media massa.
Sejumlah BUMN, seperti AGRINAS, BULOG, dan Pertamina Patra Niaga, juga dijadwalkan hadir. Keterlibatan perusahaan pelat merah tersebut diharapkan dapat membuka peluang kerja sama dan memperluas akses pasar bagi unit usaha yang dikelola KDKMP di Banyuwangi.
