Heboh Bunyi Air Misterius dari Bawah Lahan Tembakau Gunungeleh Sampang

Heboh Bunyi Air Misterius dari Bawah Lahan Tembakau Gunungeleh Sampang

Kamaluddin - detikJatim
Sabtu, 01 Agu 2026 13:06 WIB
Suara gelembung air misterius di bawah lahan tembakau di Sampang.
Suara gelembung air misterius di bawah lahan tembakau di Sampang. (Foto: Istimewa)
Sampang -

Warga Desa Gunungeleh, Kecamatan Kedundung, Kabupaten Sampang dihebohkan fenomena alam berupa suara gelembung aliran air dari dalam tanah. Fenomena ini viral setelah video rekaman di lokasi menyebar luas di media sosial.

Dalam video yang telah disaksikan lebih dari 500 ribu kali dan dibanjiri ribuan komentar itu, tampak area sawah yang sedang ditanami tembakau mengeluarkan suara nyaring mirip gelembung air dari aliran yang deras. Warga setempat pun memberi penanda berupa kayu pada titik sawah yang menjadi sumber suara tersebut.

Ketua Desa Tangguh Bencana (Destana) Gunungeleh, Nasuri membenarkan adanya fenomena itu. Ia menyampaikan bahwa suara aliran air dari dalam tanah itu terdengar cukup nyaring di salah satu titik sawah desa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Benar, suaranya nyaring seperti percikan air terjun. Kalau tidak salah, itu terjadi di sawah pecaton desa yang kini dikelola warga," ungkap Nasuri kepada detikJatim, Sabtu (1/8/2026).

ADVERTISEMENT

Menurut Nasuri, fenomena ini sebenarnya sudah berlangsung cukup lama, terutama saat musim hujan. Tapi ini terjadi di musim kemarau. Pihaknya pun telah melaporkan kejadian ini kepada instansi terkait untuk memastikan apakah fenomena tersebut berbahaya atau tidak.

"Kata warga yang mengelola lahan, fenomena suara air itu sudah lama terjadi. Kami sudah menyampaikannya ke anggota dewan dan juga pihak pemerintah," tandasnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Sampang dari daerah pemilihan (dapil) setempat, Mohammad Ikbal Fatoni, mengaku telah meninjau langsung lokasi fenomena alam tersebut. Ia juga sudah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang untuk melakukan pengecekan lapangan.

"Terakhir hari Kamis saya ke lokasi, suaranya masih terdengar nyaring," ujar Ikbal.

"Pengakuan warga pengelola lahan ke kami, mereka tidak berani membongkar tanah bersuara itu karena khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Kami masih akan berkoordinasi dengan BPBD setempat untuk memastikan penyebabnya," pungkasnya.



(ihc/dpe)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads