Massa PSHT Ancam 'Hitamkan Surabaya' Bila Oknum DC Tak Segera Ditangkap

Massa PSHT Ancam 'Hitamkan Surabaya' Bila Oknum DC Tak Segera Ditangkap

Praditya Fauzi Rahman - detikJatim
Jumat, 31 Jul 2026 17:17 WIB
Perwakilan massa PSHT usai berdialog dengan Kapolrestabes Surabaya.
Perwakilan massa PSHT usai berdialog dengan Kapolrestabes Surabaya. (Foto: Praditya Fauzi Rahman/detikJatim)
Surabaya -

Massa PSHT mengancam akan menggelar aksi yang lebih besar bila polisi tak segera mengungkap dan menangkap oknum DC pelaku pembacokan di Surabaya. Mereka meminta kasus pembacokan yang menjadikan warga PSHT sebagai korban segera diusut tuntas.

Koordinator Aksi PSHT, Bondan mengatakan akan menggelar aksi serupa yang lebih besar dari Jumat (31/7/2026) ini apabila penanganan kasus itu berlarut-larut dan oknum DC diduga pelaku pembacokan yang buron tak kunjung ditangkap.

"Bilamana ini nanti berlarut-larut dan untuk para pelaku tidak tertangkap, saya pastikan seluruh Jawa Timur akan bergerak lagi mem-back up total. Kita kasih kesempatan kepada beliau-beliau, ya. Karena nangkap wong iku nggak koyok tuku montor, kita tunggu dulu, ya? Kalau berlarut-larut, kita hitamkan lagi!" Tegas Bondan di hadapan Kapolrestabes Surabaya, Kombes Luthfie Sulistiawan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menyebutkan akan ada lebih dari 10 ribu massa yang hadir menggeruduk Polrestabes Surabaya pada aksi selanjutnya apabila kasus pembacokan itu tidak ditangani secara transparan dan berbelit-belit. Bondan juga menyampaikan kepada warga PSHT agar senantiasa membantu polisi memburu keberadaan DPO berinisial P.

ADVERTISEMENT

"Lebih dari 10.000 (massa akan aksi lagi), nanti akan di-share DPO-nya. Kalau ada yang tahu keberadaannya, segera infokan. Kita juga sedang mencari, rekan-rekan bantu! Untuk dulur-dulur, saya mohon pulang hati-hati. Karena panjenengan membawa nama arus bawah. Maaf, kita sudah dilihat sama orang-orang lain, jangan sampai ada onar," katanya.

Usai aksi bubar, Bondan menyatakan kepada detikJatim terkait rencana ke depan. Bondan menegaskan bahwa massa PSHT arus bawah akan tetap mengawal kasus ini sampai tuntas. Bahkan hingga ada putusan inkrah dari pengadilan.

"Intinya ini adalah solidaritas buat dulur-dulur kami, buat saudara kami yang dicederai. Jadi di sini kami tidak ada audiensi apa-apa, kami tidak ada kepentingan apa-apa, kami hanya memperjuangkan buat keadilan saudara kami," imbuhnya.

Soal target yang diberikan pada polisi, Bondan mengungkapkan pihaknya ingin petugas Satreskrim Polrestabes Surabaya untuk mempercepat penangkapan. Ia berharap semua pelaku lekas tertangkap dan diadili sesuai dengan proses hukum yang berlaku.

Dia juga memastikan tak ada aksi lagi ke Jalan Teuku Umar Surabaya. Ia memastikan massa aksi dibubarkan usai 'menghitamkan' Jalan Jembatan Merah di depan Polrestabes Surabaya.

"Tidak ada. Saya pastikan tidak ada perjalanan ke mana-mana. Ah kita tujuannya memperjuangkan keadilan saudara kita, karena sudah difasilitasi sama beliaunya sebagai Ankum-nya Kota Surabaya. Bapak Luthfie, kita akan membubarkan diri dengan tertib menuju ke rumah masing-masing. Kita memohon secepatnya (DPO ditangkap)," ujarnya.

"Tapi kalau dalam arti keterlambatan dan sebagainya, ya nanti akan kita lihat Jumat lagi ke Polrestabes Surabaya, karena kita ingin menunjukkan, PSHT itu cinta damai, PSHT itu adem, PSHT itu taat hukum. Kita juga akan berproses sebagaimana aturan-aturan norma hukum yang ada di Indonesia, ke depannya cepat ditangkap, diproses, dijatuhi hukum seadil-adilnya," tuturnya.

Faktanya, setelah dari Polrestabes Surabaya, massa PSHT tetap merangsek ke Jalan Teuku Umar untuk meluruk markas DC. Sesuai kesepakatan, pihak kepolisian telah memblokade jalur tersebut. Namun, massa tetap memaksa masuk dan mulai melemparkan batu dan kayu.



(auh/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads