Musim kemarau panjang tahun ini menyebabkan 19 desa di 6 kecamatan Lumajang mengalami krisis air bersih. Keenam kecamatan itu yakni Kecamatan Gucialit, Padang, Kedung Jajang, Klakah, Randuagung, dan Kecamatan Ranuyoso.
"Krisis air bersih 2026 kita punya data ada 6 kecamatan dengan 19 desa ," ujar Kabid Kedaruratan dan logistik BPBD kabupaten Lumajang Yudhi Cahyono kepada detikJatim, Kamis (30/7/2026).
Untuk memenuhi kebutuhan warga, BPBD Lumajang sudah mengerahkan 5 mobil tangki. Masing-masing tangki berkapasitas 5.000 liter untuk melakukan dropping air bersih ke desa-desa terdampak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu desa yang mengalami krisis air bersih adalah Desa Jenggrong, Kecamatan Ranuyoso. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, warga hanya mengandalkan bantuan dari pemerintah.
Kondisi ini membuat warga harus berhemat ekstra. Untuk mandi saja warga terpaksa menakar air menggunakan ember. Sementara untuk mencuci pakaian, warga harus ke sungai.
"Untuk nyuci ke sini. Kalau untuk minum ya sulit. Agar hemat mandinya ditakar pakai ember," ujar salah satu warga Desa Jenggrong, Suliana.
Warga berharap bantuan dropping air bersih dari BPBD dapat dilakukan secara rutin hingga musim hujan tiba, agar kebutuhan dasar air bersih dapat terpenuhi.
