Niat Puasa Ayyamul Bidh Lengkap Arab, Latin dan Artinya

Niat Puasa Ayyamul Bidh Lengkap Arab, Latin dan Artinya

Irma Budiarti - detikJatim
Rabu, 29 Jul 2026 11:45 WIB
Ilustrasi puasa Ayyamul Bidh.
Ilustrasi puasa Ayyamul Bidh. Foto: Gemini AI
Surabaya -

Puasa Ayyamul Bidh merupakan salah satu puasa sunah yang dianjurkan Rasulullah SAW dan dikerjakan setiap tanggal 13, 14, dan 15 bulan Hijriah. Sebelum menjalankannya, umat Islam dianjurkan membaca niat puasa Ayyamul Bidh sebagai bentuk kesungguhan dalam beribadah kepada Allah SWT.

Selain bacaan niat, banyak umat Islam juga mencari doa buka puasa Ayyamul Bidh serta keutamaan menjalankan puasa sunah ini. Yuk simak bacaan niat dalam tulisan Arab, latin, dan artinya, dilengkapi doa berbuka serta keutamaannya berdasarkan hadis.

Bacaan Niat Puasa Ayyamul Bidh Arab, Latin, dan Artinya

Sebelum menjalankan puasa Ayyamul Bidh, umat Islam dianjurkan membaca niat sebagai bentuk kesungguhan dalam beribadah. Niat menjadi pembeda antara ibadah dan aktivitas biasa sekaligus menunjukkan tekad untuk melaksanakan puasa sunah yang dikerjakan setiap tanggal 13, 14, dan 15 bulan Hijriah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bacaan niat puasa Ayyamul Bidh tetap sama, baik pada hari pertama, kedua, maupun ketiga, karena seluruhnya merupakan rangkaian puasa sunah yang sama. Berikut bacaan niat puasa Ayyamul Bidh lengkap dalam tulisan Arab, latin, dan artinya.

Ω†ΩŽΩˆΩŽΩŠΩ’Ψͺُ Ψ΅ΩŽΩˆΩ’Ω…ΩŽ غَدٍ Ψ§ΩŽΩŠΩ‘ΩŽΨ§Ω…ΩŽ Ψ§Ω’Ω„Ψ¨ΩΩŠΩ’ΨΆΩ Ψ³ΩΩ†Ω‘ΩŽΨ©Ω‹ Ω„ΩΩ„ΩŽΩ‘Ω‡Ω ΨͺΩŽΨΉΩŽΨ§Ω„ΩŽΩ‰

Arab Latin: Nawaitu shauma ghadin ayyamal bidhi sunnatan lillahi ta'ala.

Artinya: Saya niat berpuasa besok pada (ayyamul bidh) hari-hari putih, sunah karena Allah Ta'ala.

Kapan Niat Puasa Ayyamul Bidh Dibaca?

Niat puasa Ayyamul Bidh dianjurkan dibaca pada malam hari, mulai setelah matahari terbenam hingga sebelum terbit fajar. Membaca niat sejak malam merupakan cara yang lebih utama agar seseorang telah mempersiapkan diri untuk menjalankan ibadah puasa sunah keesokan harinya.

Namun, jika belum sempat berniat pada malam hari, mayoritas ulama membolehkan niat puasa sunah dilakukan pada siang hari sebelum waktu zawal (matahari tergelincir), selama belum makan, minum, atau melakukan hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar.

Pendapat ini didasarkan hadis riwayat Aisyah RA yang menunjukkan Rasulullah SAW pernah berniat menjalankan puasa sunah pada siang hari ketika belum makan sejak pagi. Dengan demikian, muslim yang lupa berniat pada malam hari masih dapat melaksanakan puasa Ayyamul Bidh, selama syarat-syarat puasa terpenuhi.

Doa Buka Puasa Ayyamul Bidh

Setelah menunaikan puasa Ayyamul Bidh hingga waktu Magrib tiba, umat Islam dianjurkan membaca doa berbuka puasa sebagai ungkapan syukur kepada Allah SWT. Berikut dua doa berbuka puasa yang umum diamalkan.

Ψ§ΩŽΩ„Ω„Ω‘Ω°Ω‡ΩΩ…Ω‘ΩŽ Ω„ΩŽΩƒΩŽ ءُمْΨͺُ ΩˆΩŽΨ¨ΩΩƒΩŽ Ψ’Ω…ΩŽΩ†Ω’Ψͺُ ΩˆΩŽΨΉΩŽΩ„ΩŽΩ‰ Ψ±ΩΨ²Ω’Ω‚ΩΩƒΩŽ Ψ£ΩŽΩΩ’Ψ·ΩŽΨ±Ω’Ψͺُ Ψ¨ΩΨ±ΩŽΨ­Ω’Ω…ΩŽΨͺΩΩƒΩŽ يَا Ψ£ΩŽΨ±Ω’Ψ­ΩŽΩ…ΩŽ Ψ§Ω„Ψ±Ω‘ΩŽΨ­ΩΩ…ΩΩŠΩ†ΩŽ

Arab Latin: Allahumma laka sumtu wa bika amantu wa 'ala rizqika aftartu, birahmatika ya arhamarrahimin

Artinya: Ya Allah, karena-Mu aku berpuasa, dengan-Mu aku beriman, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka, dengan rahmat-Mu, wahai Tuhan yang Maha Pengasih.

Ψ°ΩŽΩ‡ΩŽΨ¨ΩŽ Ψ§Ω„ΨΈΩŽΩ‘Ω…ΩŽΨ£Ω ΩˆΩŽΨ§Ψ¨Ω’ΨͺΩŽΩ„ΩŽΩ‘Ψͺِ Ψ§Ω„Ω’ΨΉΩΨ±ΩΩˆΩ‚ΩΨŒ وَثَبَΨͺَ Ψ§Ω„Ψ£ΩŽΨ¬Ω’Ψ±Ω Ψ₯ِنْ شَاَؑ اللهُ

Arab Latin: Dzahabadzoma'u wabtalatil 'uruqu wa-tsabatal ajru insyaAllah

Artinya: Telah hilang dahaga, dan telah basah urat-urat, serta tetap pahala jika Allah menghendaki.

Hadis tentang Puasa Ayyamul Bidh

Anjuran melaksanakan puasa Ayyamul Bidh didasarkan pada hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan dari Abu Dzar RA oleh Imam Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan An-Nasa'i. Dalam hadis tersebut, Rasulullah menganjurkan muslim yang hendak berpuasa sunah tiga hari setiap bulan agar memilih tanggal 13, 14, dan 15 bulan Hijriah.

Dari Abu Dzar RA, Rasulullah SAW bersabda: "Wahai Abu Dzar, apabila engkau berpuasa tiga hari dalam setiap bulan, maka berpuasalah pada tanggal 13, 14, dan 15," (HR Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan An-Nasa'i).

Hadis tersebut menjadi dasar pelaksanaan puasa Ayyamul Bidh yang dikerjakan setiap tanggal 13, 14, dan 15 bulan Hijriah. Karena itu, banyak ulama menganjurkan umat Islam untuk mengamalkan puasa sunah ini secara rutin setiap bulan.

Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh

Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam untuk berpuasa tiga hari setiap bulan. Salah satu anjuran tersebut diriwayatkan dalam hadis sahih dari Abu Hurairah RA yang tercantum dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim.

"Kekasihku (Rasulullah SAW) berwasiat kepadaku dengan tiga perkara: berpuasa tiga hari setiap bulan, mengerjakan dua rakaat salat duha, dan salat witir sebelum tidur." (HR Bukhari dan Muslim)

Selain itu, Rasulullah SAW juga menganjurkan agar puasa tiga hari tersebut dilaksanakan pada pertengahan bulan Hijriah, yakni tanggal 13, 14, dan 15, yang dikenal sebagai Ayyamul Bidh atau "hari-hari putih". Berdasarkan hadis-hadis tersebut, berikut beberapa keutamaan puasa Ayyamul Bidh.

1. Mendapat Pahala Seperti Puasa Sepanjang Tahun

Salah satu keutamaan terbesar puasa Ayyamul Bidh adalah pahala yang nilainya seperti berpuasa sepanjang tahun. Rasulullah SAW bersabda: "Puasa tiga hari setiap bulan adalah seperti puasa sepanjang tahun," (HR Bukhari dan Muslim).

Hal tersebut karena setiap amal kebaikan dilipatgandakan sepuluh kali lipat. Oleh karena itu, seseorang yang rutin berpuasa tiga hari setiap bulan akan memperoleh pahala yang nilainya seperti berpuasa sepanjang tahun.

2. Meneladani Sunah Rasulullah SAW

Puasa Ayyamul Bidh merupakan salah satu amalan yang rutin dianjurkan Rasulullah SAW kepada para sahabat. Menjalankannya menjadi bentuk meneladani sunah Nabi sekaligus menjaga amalan yang ia wasiatkan.

3. Melatih Ketakwaan dan Pengendalian Diri

Selain menahan lapar dan dahaga, puasa Ayyamul Bidh mengajarkan muslim untuk mengendalikan hawa nafsu, menjaga lisan, serta menjauhi perbuatan yang dilarang. Kebiasaan ini dapat meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

4. Membiasakan Istikamah Beribadah

Karena dilaksanakan setiap bulan, puasa Ayyamul Bidh menjadi sarana untuk melatih konsistensi dalam beribadah. Meskipun hanya berlangsung selama tiga hari, amalan yang dilakukan secara rutin lebih dicintai Allah SWT daripada amalan yang besar tetapi terputus-putus.

5. Menumbuhkan Kepedulian kepada Sesama

Saat berpuasa, seseorang akan merasakan lapar dan haus sehingga lebih memahami kondisi orang-orang yang membutuhkan. Karena itu, puasa Ayyamul Bidh juga menjadi momentum untuk memperbanyak sedekah, berbagi, dan meningkatkan kepedulian sosial.

Demikian bacaan niat puasa Ayyamul Bidh lengkap dalam tulisan Arab, latin, arti, doa buka puasa, hadis, dan keutamaannya. Semoga informasi ini dapat menjadi panduan bagi umat Islam dalam mengamalkan puasa Ayyamul Bidh yang dianjurkan Rasulullah SAW setiap tanggal 13, 14, dan 15 bulan Hijriah.



(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads