Menata Ekosistem Laut dengan Mutiara Under Water Festival and Conservation

Menata Ekosistem Laut dengan Mutiara Under Water Festival and Conservation

Adhar Muttaqin - detikJatim
Selasa, 28 Jul 2026 21:05 WIB
Pemkab Trenggalek gelar Muf On
Pemkab Trenggalek gelar Muf On. (Foto: Istimewa)
Trenggalek -

Pemerintah Kabupaten Trenggalek kembali menggelar Mutiara Under Water and Conservation (Muf On) ke-4 sebagai gerakan pelestarian kawasan pesisir. Even ini menjadi aksi nyata rehabilitasi terumbu karang dan ekosistemnya.

Wakil Bupati Trenggalek, Syah Mohammad Natanegara mengatakan Muf On menjadi ajang kolaboratif antara pemerintah daerah, kelompok masyarakat dan pihak swasta dalam menyelamatkan ekosistem bawah air di Pantai Mutiara.

Gerakan ini selalu ditandai dengan penanaman terumbu karang melalui berbagai metode. Pertumbuhan terumbu karang hasil konservasi tersebut berkembang cukup baik, bahkan kini secara bertahap mampu memperbaiki kerusakan yang telah ada.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini tahun ke-4. Tadi dilaporkan proses recovery di Pantai Mutiara ini berlangsung dengan baik. Mohon dukungannya, terutama untuk masyarakat Watulimo dan juga pengunjung untuk menjaga kelestariannya," kata Syah M Natanegara, Selasa (28/7/2026).

ADVERTISEMENT

Menurutnya pada even kali ini pihaknya menanam bibit terumbu karang pada 10 media Bioreeftek dan tiga unit Eco Fish House. Pihaknya berharap seluruh bibit yang ditanam dapat tumbuh dengan baik dan dan mendatangkan biota laut lainnya.

"Dari laporan yang kita terima, ikan-ikan endemik yang dulu menghilang, sekarang sudah ada. Terus terumbu karang yang rusak kini sudah mulai baik kembali," ujarnya.

Pada momen Muf On tahun ini juga turut diluncurkan Mutiara Dive Center, yaitu taman bawah laut yang yang berada di bawah pengelolaan Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Rembeng Raya.

Sektor wisata ini menjadi nilai tambah tersendiri bagi wisatawan dengan minat khusus. Di sisi lain, perkembangan taman bawah laut juga mampu menjadi tambahan nilai ekonomi bagi anggota pokmaswas.

"Pantai Mutiara semakin lengkap. Tidak hanya wisata di daratnya, keindahan alam dan wisata air, kini pengunjung juga bisa dapat mengeksplorasi wisata di bawah airnya dengan snorkeling maupun diving," jelasnya.

Sementara itu Ketua Pokmaswas Rembeng Raya, Kacuk Wibisono mengatakan upaya konservasi taman bawah laut Pantai Mutiara kini mulai menampakkan hasilnya. Bibit terumbu karang dapat tumbuh dengan baik dan menjadi tempat hidup aneka ikan.

"Pertumbuhannya rata-rata 6 sampai 7 cm pertahun. Untuk spot Mutiara Dive Center kami tempatkan di rumah apung. Jadi pengunjung atau wisatawan yang ingin snorkeling/ diving nanti singgahnya di rumah apung sekaligus ada warung apung dan juga kolam renangnya," imbuhnya.

Meski demikian gerakan penyelamatan alam bawah laut Pantai Mutiara harus terus digalakkan, sebab dari upaya konservasi yang berjalan tidak seluruhnya berhasil. Beberapa bibit gagal tubuh, bahkan ada yang kembali rusak akibat dihantam gelombang besar.

Kacuk menyebut sebelum dilakukan upaya konservasi, terumbu karang di Pantai Mutiara mengalami kerusakan parah akibat ulah manusia. Dulu masyarakat berburu ikan hingga lobster dengan merusak ekosistem. Namun, saat ini kesadaran nelayan dan masyarakat telah tumbuh dan berkomitmen bersama untuk penyelamatan lingkungan.



(auh/abq)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads