Keracunan MBG SDN Kauman 1 Pertama di Kota Malang, Disdikbud Buka Suara

Keracunan MBG SDN Kauman 1 Pertama di Kota Malang, Disdikbud Buka Suara

Muhammad Aminudin - detikJatim
Senin, 27 Jul 2026 19:10 WIB
SD Negeri Kauman 1 Kota Malang
SD Negeri Kauman 1 Kota Malang yang siswanya diduga keracunan MBG. (Foto: Muhammad Aminudin/detikJatim)
Kota Malang -

Dugaan keracunan menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk pertama kalinya merebak di Kota Malang. Sebanyak 35 siswa SDN Kauman 1 dilaporkan mengalami gejala lemas seusai mengonsumsi hidangan yang disajikan, memicu respon cepat dari dinas terkait.

Menanggapi kejadian itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang langsung turun tangan melakukan verifikasi lapangan serta mengaudit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) selaku pihak penyedia katering.

Kepala Disdikbud Kota Malang, Suwarjana, mengatakan, bahwa penanganan medis cepat telah dilakukan dan kondisi para siswa terdampak kini sudah berangsur membaik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kemarin laporannya sekitar 35 anak. Anak-anak sekarang juga sudah sehat. Sampai detik ini saya belum mendapat laporan terbaru apakah masih ada yang dirawat,"* ujar Suwarjana kepada wartawan, Senin (27/7/2026).

Meskipun keluhan yang dialami siswa tergolong ringan, dominan lemas tanpa gejala berat lain, pemeriksaan ketat tetap dijalankan demi menjamin keamanan pangan di lingkungan sekolah.

ADVERTISEMENT

Berdasarkan pemeriksaan awal, ditemukan indikasi adanya salah satu komponen masakan basah atau berkuah yang diduga sudah tidak layak konsumsi. Namun, Disdikbud belum membeberkan secara detail item makanan yang dimaksud karena masih menunggu kepastian medis.

"Dari pengecekan kemarin memang ada salah satu masakan. Tapi ini masih simpang siur, apa yang basi dan unsur penyebabnya masih menunggu kepastian dari Dinkes dan pihak pertanian,"* lanjut Suwarjana.

Di sisi lain, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang memastikan proses pengujian laboratorium terhadap sampel makanan sedang memasuki tahap akhir.

"Kami akan umumkan hasil uji lab. Masih proses, Insyaallah hari ini selesai," tandas Kepala Dinkes Kota Malang dr. Husnul Muarif.

Peristiwa itu menjadi bahan evaluasi besar bagi pelaksanaan program MBG di Kota Malang. Suwarjana memberikan instruksi keras kepada seluruh pihak sekolah agar tidak ragu menahan atau membatalkan pembagian makanan jika menemukan indikasi kejanggalan kualitas.

"Kalau ada makanan yang basi, lebih baik murid kami tidak usah makan. Tidak makan satu hari masih aman daripada berisiko," tegasnya.

Langkah preventif dan evaluasi SOP pada SPPG penyedia katering kini menjadi fokus utama Disdikbud agar insiden serupa tidak terulang kembali di sekolah lain.

Seperti diberitakan, dugaan keracunan setelah menyantap menu makan bergizi gratis (MBG) kembali terjadi. Kali ini menimpa sejumlah siswa SD Negeri Kauman I Kota Malang.

Salah satu wali siswa sebut saja Roki menyampaikan, awal dirinya mengetahui adanya dugaan keracunan para siswa dari keluhan yang dialami anaknya. Dimana mengeluhkan kondisi kesehatan usai menyantap menu MBG di sekolah

Ia menuturkan, keluhan adanya gangguan kesehatan itu muncul usai para siswa menyantap menu ayam pada Senin (20/7/2026).



(auh/dpe)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads