Wagub Emil Sebut Kondisi Tanggul Lumpur Lapindo Bisa Bahayakan Warga

Wagub Emil Sebut Kondisi Tanggul Lumpur Lapindo Bisa Bahayakan Warga

Faiq Azmi - detikJatim
Minggu, 26 Jul 2026 17:20 WIB
Wagub Emil meninjau tanggul Lumpur Lapindo di Porong Sidoarjo
Wagub Emil meninjau tanggul Lumpur Lapindo di Porong Sidoarjo/Foto: Istimewa
Sidoarjo -

Kondisi tanggul penahan lumpur Lapindo di titik 10.D disebut semakin kritis. Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyebut, kondisi tanggul Lapindo sudah membahayakan.

Emil khawatir potensi meluber atau merembesnya lumpur Lapindo akan mengganggu jalur perlintasan kereta api di kawasan itu. Di sisi lain, Emil menyampaikan kawasan sekitar lumpur Lapindo ini masuk dalam kategori daerah deformasi vertikal.

"Artinya kemungkinan terjadinya ambles itu sangat-sangat tinggi, dan ini sangat berbahaya," kata Emil, Minggu (26/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Emil menegaskan, Pemprov Jatim akan sangat fokus terhadap keselamatan warga di sekitar tanggul lumpur Lapindo. Ia juga memikirkan opsi untuk relokasi warga karena daerah di sektar tanggul masuk kategori berbahaya, meskipun opsi tersebut dirasa tidak akan mudah.

ADVERTISEMENT

"Saya juga khawatir sama nasib warga, kita sebagai pemerintah harus punya empati, pindah itu tidak gampang untuk warga, ayo kita sembari nyari-nyari solusi tapi jangan sambil nunggu masalahnya nambah, rumahnya beranak, nambah orang di sana, itu tambah susah. Jadi itu kita jaga dulu, status status quo jangan sampai memburuk sembari mencari solusi," tegasnya.

Kondisi tanggul penahanan lumpur Lapindo di titik 10.D, Kecamatan Porong, Sidoarjo, masih menjadi perhatian. Pantauan di lokasi menunjukkan tanggul terlihat semakin kritis dengan lebar yang tersisa sekitar 45 sentimeter dan permukaannya mengalami retakan.

Tanggul penahanan yang dibangun sebagai penambahan dari tanggul utama menggunakan material tanah bercampur lumpur itu juga hanya berjarak sekitar 25 hingga 35 sentimeter dari permukaan lumpur. Di lokasi tampak tiga unit ekskavator bersiaga, namun belum melakukan aktivitas.

Sementara itu, aliran lumpur masih terus dialirkan menuju Sungai Porong melalui spillway di Desa Pejarakan, Kecamatan Jabon, Sidoarjo, sebagai upaya mengurangi volume tampungan.



(auh/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads