Proses penyelamatan terhadap enam Anak Buah Kapal (ABK) yang bertarung nyawa di atas kapal kayu KM Genius di perairan utara Buleleng, Bali, berlangsung dramatis pada Sabtu (25/7/2026) siang. Tim SAR gabungan harus menerjang hempasan ombak demi menyelamatkan seluruh korban yang terapung di tengah laut.
Kapal berbobot 45 Gross Tonage (GT) dengan panjang 24 meter tersebut awalnya bertolak dari Pantai Boom, Banyuwangi, pada Sabtu dini hari. Kapal dijadwalkan membawa muatan sembako menuju Pengerungan, Kepulauan Kangean, Kabupaten Sumenep.
Namun, petaka datang sekitar pukul 10.00 WIB saat kapal melintas di perairan utara Pulau Bali. As mesin utama kapal mendadak patah hingga menyebabkan mesin mati total.
Setelah menempuh perjalanan pencarian selama lebih dari satu jam, tim SAR gabungan berhasil menemukan seluruh ABK yang sedang bertahan hidup di atas rakit dari styrofoam. Rakit darurat tersebut berhasil mereka buat dalam situasi kritis untuk mencegah mereka tenggelam.
Seluruh korban akhirnya berhasil dievakuasi dan langsung dilarikan menuju Pelabuhan Tanjung Wangi, Banyuwangi. Setibanya di darat, para korban langsung menjalani pemeriksaan kesehatan oleh tim Karantina Kesehatan Pelabuhan (KKP) Tanjung Wangi. Penanganan selanjutnya diserahkan kepada pihak Polairud dengan dukungan KSOP Tanjung Wangi.
Sementara itu, kondisi fisik kapal KM Genius beserta seluruh muatan sembako di dalamnya hingga saat ini belum diketahui pasti keberadaannya dan dinyatakan tenggelam atau hilang di perairan tersebut.
Keenam awak kapal KM Genius yang berhasil diselamatkan oleh tim SAR gabungan, yakni nakhoda Panji Mukhtar (28) dan ABK terdiri Heru Herlambang (29), Fabiayyi (50), Mamat (32), Maksum (41), Sahril (30).
Atas keberhasilan operasi kemanusiaan ini, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, I Made Oka Astawa, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh unsur SAR gabungan yang terlibat, mulai dari Tim Rescue SAR Banyuwangi dan Buleleng, Polairud, Syahbandar Tanjung Wangi, BPTD Pantai Boom, hingga nelayan lokal.
"Keberhasilan ini merupakan hasil koordinasi yang cepat dan sinergi seluruh unsur SAR di lapangan. Dengan ditemukannya seluruh korban selamat, operasi SAR resmi diusulkan untuk ditutup," kata Oka.
Selain itu, Oka kembali mengingatkan para pemilik maupun pengelola kapal agar senantiasa memperhatikan kelayakan teknis armada sebelum memutuskan untuk berlayar.
"Kami mengimbau seluruh pengguna jasa transportasi laut agar selalu memastikan kondisi armada dalam keadaan benar-benar laik laut. Jika terjadi kondisi darurat, segera laporkan agar upaya pertolongan dapat dilakukan secara cepat dan tepat," tegasnya.
Simak Video "Video: Hilang Berhari-hari, 2 Korban KM Nurul Salsa Tenggelam Ditemukan Selamat"
(auh/hil)