Perahu Nelayan yang Terbalik di Banyuwangi Angkut 1,8 Ton Ikan Layang

Perahu Nelayan yang Terbalik di Banyuwangi Angkut 1,8 Ton Ikan Layang

Eka Rimawati - detikJatim
Senin, 20 Jul 2026 17:00 WIB
Suasana Pelawangan Grajagan Banyuwangi usai kapal tebalik
Suasana Pelawangan Grajagan Banyuwangi usai kapal tebalik (Foto: Dok. Istimewa)
Banyuwangi -

Perahu nelayan jenis jurek terbalik pelawangan laut Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi. Saat terbalik, perahu bernama Inovasi itu tengah mengangkut 1,8 ton ikan.

Informasi yang dihimpun, perahu tersebut milik warga bernama Edi Siswanto. Sedangkan nakhoda perahu bernama Mamat. Saat terbalik, perahu juga membawa 33 nelayan sekaligus nakhoda.

Salah satu nelayan yang selamat, Wahyudi mengatakan sebelum terbalik dan tenggelam, awak perahu sempat menjaring dan mengangkut ikan jenis layang seberat 1,8 ton.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hasil tangkapan tersebut dimasukkan ke dalam 15 boks ikan berkapasitas sekitar 120-150 kg per boks, serta sebagian lagi disimpan di dalam lambung kapal.

ADVERTISEMENT

Rencananya, seluruh ikan tersebut siap dijual ke pihak pabrikan melalui pengepul untuk bahan baku sarden. Namun kini ikan tangkapan nelayan itu raib semua setelah terbalik dan tenggelam.

"Hilang semua itu ikannya, sudah tidak bisa terselamatkan," kata Wahyudi kepada detikJatim, Senin (20/7/2026).

Wahyudi menambahkan, sebelum terbalik, perahu sempat diterjang gelombang besar. Akibatnya, boks ikan dan awak perahu semua terlempar ke laut dan berusaha menyelamatkan diri dengan berpegangan dengan apa saja yang bisa digunakan. Namun juga ada sejumlah awak nelayan ada yang tertimpa perahu yang terbalik.

"Gelombang mendadak besar pada awalnya baik-baik saja teryata di belakang datang menghempas perahu, dan perahu seperti didorong. Lalu perahu terdorong ke kanan dan tebalik, semua ABK dan Nahkoda semburat terlempar. Ada yang selamat itu meraih berbagai alat yang mengapung," tambah Wahyudi.

Kapolsek Purwoharjo Iptu Agus Suhartono mengatakan, pihaknya menerima laporan dari warga nelayan setempat sekitar pukul 06.00 WIB. Berdasarkan keterangan salah satu saksi yang juga awak perahu yang selamat, insiden mencekam itu terjadi sekitar pukul 04.00 WIB.

Saat itu, perahu sedang dalam perjalanan pulang dari melaut menuju daratan dengan membawa hasil tangkapan. Ketika mulai memasuki area pelawangan laut Grajagan, kondisi gelombang awalnya terbilang tenang. Namun secara mendadak, perahu terseret arus kuat hingga terombang-ambing.

Tak berselang lama, hantaman gelombang kedua yang jauh lebih besar menerjang badan perahu. Akibat hempasan keras tersebut, mesin kapal yang semula menyala langsung mati total. Kehilangan kendali, perahu jurek bercat hijau, kuning, dan merah itu pun akhirnya terguling dan terbalik.

Hingga siang hari, tim gabungan dari Polsek Purwoharjo, Pos AL Grajagan, Polairud, dan Satpol PP, dibantu nelayan setempat masih bersiaga dan melakukan penyisiran di lokasi kejadian guna mencari Pendik dan Lukman yang masih belum ditemukan.

"Sampai dengan saat ini, korban atas nama Pendik dan Lukman masih dalam pencarian dan belum ditemukan. Kami juga telah berkoordinasi dan sedang menunggu kedatangan tim Basarnas Banyuwangi untuk melakukan pencarian bersama secara lebih intensif," pungkas Iptu Agus.



(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads