Spesies Baru Ikan Gobi Udang Ditemukan di Banyuwangi

Spesies Baru Ikan Gobi Udang Ditemukan di Banyuwangi

Irma Budiarti - detikJatim
Jumat, 24 Jul 2026 11:15 WIB
Tomiyamichthys oriens betina
Tomiyamichthys oriens betina. Foto: BRIN
Banyuwangi -

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menemukan spesies baru ikan gobi udang (shrimpgoby) di perairan Banyuwangi, Jawa Timur. Spesies tersebut diberi nama Tomiyamichthys oriens sp. nov. setelah melalui kajian morfologi dan analisis DNA yang memastikan ikan tersebut merupakan spesies baru.

Temuan ini menambah daftar keanekaragaman hayati laut Indonesia dan telah dipublikasikan dalam jurnal internasional bereputasi ZooKeys Volume 1283 Tahun 2026 melalui artikel berjudul "Tomiyamichthys oriens, a new species of shrimpgoby (Teleostei, Gobiidae) from the coast of Banyuwangi, East Java, Indonesia".

Penelitian Berawal dari Dua Ikan yang Dikoleksi di Banyuwangi

Penelitian dilakukan oleh tim BRIN yang terdiri atas Kunto Wibowo, Hilda M Pratiwi, Anik B Dharmayanthi, Agus Priyadi, dan Ruby V Kusumah, berkolaborasi dengan Djohan Tjiptadi serta Wiwi Tarmini dari CV Cahaya Baru.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kajian bermula dari dua individu ikan gobi udang genus Tomiyamichthys yang dikoleksi dari perairan Banyuwangi. Kedua spesimen tersebut kemudian diteliti menggunakan pendekatan morfologi serta analisis DNA mitokondria cytochrome c oxidase subunit I (COI).

ADVERTISEMENT

Hasil penelitian menunjukkan Tomiyamichthys oriens memiliki kemiripan dengan Tomiyamichthys hyacinthinus yang berasal dari Jepang.

Namun, pengamatan lebih lanjut menemukan sejumlah perbedaan pada jumlah jari-jari sirip, sisik, jari-jari insang, pola warna tubuh, hingga karakter genetik yang memastikan keduanya merupakan spesies berbeda.

Dipastikan Sebagai Spesies Baru Lewat Analisis Morfologi dan DNA

Peneliti Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN Kunto Wibowo mengatakan penetapan spesies baru dilakukan melalui pendekatan taksonomi integratif, yakni menggabungkan analisis morfologi dan molekuler.

"Kami mengombinasikan karakter morfologi dengan analisis DNA untuk memperoleh bukti yang lebih komprehensif. Hasilnya menunjukkan T. oriens memiliki karakter yang konsisten dan berbeda dari spesies terdekatnya sehingga layak ditetapkan sebagai spesies baru," ujar Kunto dilansir keterangan resmi BRIN.

Analisis DNA mitokondria menunjukkan ikan tersebut memiliki perbedaan genetik sebesar 3,1 persen dibandingkan T. hyacinthinus.

Selain itu, T. oriens memiliki lima bercak jingga terang besar di sepanjang tubuh, bercak kuning kecil di bagian kepala, serta dua filamen memanjang pada sirip punggung pertama ikan jantan yang menjadi pembeda dari spesies lain dalam genus yang sama.

Nama Oriens Terinspirasi Sunrise of Java

Kunto menjelaskan nama oriens berasal dari bahasa Latin yang berarti "timur" atau "matahari terbit". Penamaan itu terinspirasi dari warna jingga cerah pada tubuh ikan sekaligus merujuk pada Banyuwangi yang dikenal dengan julukan The Sunrise of Java.

"Penamaan spesies ini juga menjadi bentuk pengakuan terhadap lokasi penemuannya. Kami berharap temuan ini dapat menjadi pemicu penelitian lanjutan untuk mengungkap kekayaan biodiversitas laut Indonesia yang masih sangat besar," tambahnya.

Baru Ditemukan di Perairan Pesisir Banyuwangi

Hingga saat ini, Tomiyamichthys oriens baru diketahui hidup di perairan pesisir Banyuwangi dengan habitat dasar berpasir. Berdasarkan informasi dari nelayan setempat, ikan tersebut ditemukan di perairan dangkal.

Meski termasuk kelompok gobi udang yang umumnya hidup berpasangan dengan udang, hubungan ekologis T. oriens dengan udang masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

Penemuan T. oriens menambah daftar spesies ikan yang telah dideskripsikan dari perairan Indonesia. Temuan ini menunjukkan kawasan pesisir Nusantara masih menyimpan potensi keanekaragaman hayati yang belum sepenuhnya terdokumentasi, serta menjadi upaya konservasi dan pengelolaan biodiversitas laut Indonesia.



(irb/irb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads