Jalan-jalan ke Banyuwangi? Yuk Mampir ke 5 Destinasi Kelas Dunia Ini

Jalan-jalan ke Banyuwangi? Yuk Mampir ke 5 Destinasi Kelas Dunia Ini

Mira Rachmalia - detikJatim
Jumat, 17 Jul 2026 19:00 WIB
Keindahan Pulau Tabuhan Banyuwangi
Pulau Tabuhan Banyuwangi (Foto: Eka Rimawat/ detikjatim)
Banyuwangi -

Banyuwangi, kabupaten yang berada di ujung timur Pulau Jawa ini kini menjelma sebagai salah satu destinasi wisata unggulan Indonesia dengan deretan pesona alam yang diakui hingga mancanegara.

Mulai dari kawah vulkanik dengan fenomena api biru, savana yang dijuluki mirip Afrika, hingga pulau kecil berair jernih, semuanya bisa ditemukan dalam satu daerah. Jika berencana berlibur ke Banyuwangi, jangan hanya mengunjungi satu tempat wisata.

Destinasi Kelas Dunia di Jatim

Setiap destinasi menawarkan pengalaman yang berbeda, mulai dari pendakian, snorkeling, berselancar, hingga menikmati hutan raksasa yang tampak seperti latar film fantasi. Berikut sejumlah destinasi kelas dunia yang wajib masuk dalam daftar perjalanan detikers. Yuk Disimak!

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Kawah Ijen, Rumah Fenomena Blue Fire yang Mendunia

Kawah Ijen menjadi ikon wisata Banyuwangi yang paling dikenal wisatawan domestik maupun mancanegara. Kawasan ini berada di Cagar Alam Taman Wisata Ijen yang membentang di wilayah Banyuwangi dan Bondowoso.

Gunung Ijen memiliki ketinggian sekitar 2.443 meter di atas permukaan laut dengan danau kawah berwarna hijau toska yang dikenal sebagai salah satu danau kawah asam terbesar di dunia.

ADVERTISEMENT

Perjalanan menuju Kawah Ijen dimulai dari Pos Paltuding. Dari titik ini, wisatawan harus berjalan kaki sejauh sekitar tiga kilometer dengan waktu tempuh sekitar 1,5 hingga 2 jam untuk mencapai bibir kawah. Meski cukup menguras tenaga, rasa lelah terbayar dengan panorama pegunungan yang menawan, terutama saat sunrise.

Daya tarik utama Kawah Ijen adalah fenomena blue fire atau api biru yang hanya dapat disaksikan di beberapa tempat di dunia. Fenomena alam ini muncul akibat pembakaran gas belerang yang keluar dari celah-celah kawah pada malam hingga dini hari.

Blue Fire di kawah IjenKawah Ijen, Banyuwangi (Foto: Istimewa)

Selain menikmati keindahan alam, wisatawan juga dapat menyaksikan aktivitas para penambang belerang yang masih mengangkut bongkahan belerang secara tradisional dari dasar kawah. Aktivitas tersebut menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sekitar sekaligus menambah nilai historis kawasan ini.

Karena kandungan gas belerang cukup tinggi, pengunjung disarankan menggunakan masker dan mengikuti arahan petugas selama berada di kawasan kawah demi menjaga keselamatan.

2. Pantai Pulau Merah, Favorit Peselancar dari Berbagai Negara

Tak jauh dari kawasan selatan Banyuwangi, terdapat Pantai Pulau Merah yang menjadi salah satu surga bagi pencinta olahraga selancar. Pantai yang berada di Kecamatan Pesanggaran ini terkenal dengan ombaknya yang menantang sekaligus panorama alam yang memikat.

Nama Pulau Merah berasal dari sebuah pulau kecil yang berada tidak jauh dari bibir pantai. Saat air laut surut, wisatawan dapat berjalan mendekati pulau tersebut. Menjelang matahari terbenam, tanah di pulau tampak berwarna kemerahan sehingga melahirkan nama Pulau Merah.

Pesona Pantai Pulau Merah BanyuwangiPantai Pulau Merah Banyuwangi (Foto: Istimewa)

Pantai ini memiliki garis pantai sepanjang lebih dari tiga kilometer dengan pasir yang lembut dan air laut yang relatif jernih. Di area bibir pantai, ombak cenderung tenang sehingga cocok untuk bermain bersama keluarga maupun anak-anak.

Sementara itu, ombak di bagian tengah laut dapat mencapai lebih dari tiga meter. Kondisi inilah yang membuat Pantai Pulau Merah menjadi lokasi favorit peselancar, baik dari Indonesia maupun mancanegara.

3. Taman Nasional Baluran, Savana Luas yang Dijuluki Little Africa in Java

Meski secara administratif berada di Kabupaten Situbondo dan berbatasan dengan Banyuwangi, Taman Nasional Baluran menjadi salah satu destinasi yang hampir selalu masuk dalam paket wisata Banyuwangi.

Kawasan konservasi seluas sekitar 25.000 hektare ini memiliki Padang Savana Bekol yang menjadi sabana alami terluas di Pulau Jawa. Hamparan padang rumput dengan latar Gunung Baluran menciptakan lanskap yang sering disebut menyerupai padang savana Afrika.

Baluran juga menjadi rumah bagi beragam satwa liar, seperti banteng Jawa, rusa Timor, kera ekor panjang, merak hijau, hingga ratusan spesies burung lainnya. Keanekaragaman flora dan fauna tersebut menjadikan Baluran sebagai salah satu kawasan konservasi penting di Indonesia.

Daya Tarik Taman Nasional BaluranTaman Nasional Baluran (Foto: Website Resmi Dinas Pariwisata Kabupaten Situbondo)

Tak hanya menawarkan wisata alam, pengunjung juga dapat melakukan trekking, mengamati satwa liar, berburu foto lanskap, hingga menikmati keindahan Pantai Bama yang memiliki pasir putih dan air laut jernih.

Keunikan lain Baluran adalah keberadaan beragam ekosistem dalam satu kawasan, mulai dari hutan musim, hutan pantai, hutan mangrove, savana, hingga terumbu karang. Karena itulah Baluran kerap disebut sebagai miniatur ekosistem Indonesia.

4. De Djawatan Forest, Hutan Trembesi yang Bak Negeri Fantasi

Bagi pecinta fotografi dan suasana alam yang berbeda, De Djawatan Forest menjadi destinasi yang tidak boleh dilewatkan. Hutan ini berada di Desa Benculuk, Kecamatan Cluring, Banyuwangi.

Sebelum menjadi objek wisata, kawasan ini merupakan tempat penyimpanan kayu milik Perhutani. Kini, De Djawatan dikenal berkat ratusan pohon trembesi berusia lebih dari 100 tahun yang tumbuh menjulang dengan akar dan cabang berukuran raksasa.

De Djawatan banyuwangiDe Djawatan banyuwangi (Foto: Dok Pemkab Banyuwangi)

Kanopi pepohonan yang rapat menciptakan suasana teduh sekaligus menghadirkan panorama yang sering disebut menyerupai latar film fantasi. Tak heran jika lokasi ini menjadi favorit wisatawan untuk berburu foto.

Waktu terbaik berkunjung adalah pagi antara pukul 07.00 hingga 10.00 WIB atau sore sekitar pukul 15.00 hingga 17.00 WIB. Cahaya matahari yang menembus sela-sela dedaunan akan menghasilkan pemandangan dramatis yang membuat hasil foto semakin menarik.

Selain menawarkan suasana yang unik, harga tiket masuk De Djawatan Forest juga relatif terjangkau sehingga cocok menjadi destinasi wisata keluarga.

5. Pulau Tabuhan, Surga Snorkeling di Selat Bali

Pulau Tabuhan menjadi destinasi berikutnya yang wajib dikunjungi saat berada di Banyuwangi. Pulau kecil seluas sekitar lima hektare ini terletak di Selat Bali dan termasuk wilayah Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo.

Pulau yang tidak berpenghuni ini menawarkan hamparan pasir putih, air laut yang sangat jernih, serta panorama bawah laut yang masih terjaga. Berbagai jenis terumbu karang dan ikan tropis dapat ditemukan di sekitar perairan Pulau Tabuhan sehingga menjadi lokasi favorit untuk snorkeling.

Selain snorkeling, wisatawan juga dapat berenang, bermain kano, atau sekadar menikmati suasana pantai yang tenang. Dari kejauhan, Pulau Tabuhan tampak seperti pulau kecil berwarna hijau yang terapung di tengah lautan biru.

Pulau Tabuhan di Banyuwangi menawarkan pasir putih, laut gradasi biru toska, panorama pegunungan, hingga kuliner seafood yang memikat wisatawan.Pulau Tabuhan di Banyuwangi (Foto: Sudrajat)

Nama Tabuhan dipercaya berasal dari suara angin yang bertiup cukup kencang di kawasan pulau. Hembusan angin tersebut menghasilkan bunyi yang menyerupai suara tetabuhan sehingga masyarakat setempat menamainya Pulau Tabuhan.

Keindahan matahari terbit maupun matahari terbenam juga menjadi daya tarik tersendiri. Untuk menuju pulau ini, wisatawan dapat menyewa perahu dari Pantai Bangsring.

Banyuwangi menawarkan paket wisata alam yang lengkap dalam satu destinasi, mulai dari gunung, pantai, hutan, savana, hingga pulau tropis yang memikat. Jika ingin menikmati pengalaman liburan yang berbeda di Jawa Timur, lima destinasi tersebut layak masuk dalam daftar perjalanan detikers.



(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads