Tim SAR gabungan menemukan korban terakhir kecelakaan perahu nelayan Inovasi yang mengangkut 33 anak buah kapal (ABK) dan terbalik di perairan Plawangan Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi. Korban bernama Lukman (25) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada hari keempat pencarian, Kamis (23/7/2026).
Lukman, warga Desa Tegalsari, Kecamatan Tegaldlimo, ditemukan tim SAR gabungan sekitar pukul 08.22 WIB. Dengan ditemukannya korban terakhir, seluruh nelayan yang menjadi korban dalam kecelakaan laut tersebut dipastikan telah ditemukan.
"Alhamdulillah, pada hari keempat operasi, seluruh korban berhasil ditemukan sehingga operasi SAR dapat kami tutup," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banyuwangi, I Made Oka Astawa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pencarian hari keempat dimulai pukul 06.30 WIB dengan membagi tim menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU). SRU 1 menyisir permukaan laut menggunakan rubber boat dan perahu nelayan, sedangkan SRU 2 melakukan penyisiran di sepanjang garis pantai Grajagan.
Sekitar pukul 07.10 WIB, nelayan setempat melaporkan adanya jasad yang mengapung di laut. Tim SAR kemudian bergerak menuju lokasi hingga akhirnya berhasil mengevakuasi korban.
"Korban ditemukan sekitar 1 Nautical Mile (NM) dari lokasi kejadian kecelakaan kapal (LKK). Selanjutnya korban dievakuasi ke rumah duka menggunakan ambulans untuk diserahkan ke pihak keluarga," terang Made Oka.
Dengan ditemukannya Lukman, total empat nelayan yang menjadi korban dalam insiden kapal Inovasi terbalik di Plawangan Grajagan seluruhnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Usai proses evakuasi, tim SAR gabungan menggelar debriefing sekitar pukul 08.40 WIB dan memutuskan menutup operasi pencarian. Seluruh personel dari berbagai instansi kemudian dikembalikan ke kesatuan masing-masing.
Made Oka menyampaikan duka cita kepada keluarga korban sekaligus mengapresiasi seluruh unsur SAR gabungan yang terlibat dalam proses pencarian.
"Atas nama Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, kami menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban. Terima kasih setinggi-tingginya kepada unsur SAR gabungan, TNI, Polri, pemda, relawan, dan masyarakat nelayan atas sinerginya," tuturnya.
Meski cuaca di lokasi saat pencarian tergolong kondusif dengan gelombang 0,5-1 meter dan angin relatif tenang, Basarnas tetap mewanti-wanti para nelayan agar selalu waspada saat melaut.
"Kami mengimbau masyarakat nelayan untuk selalu memantau informasi cuaca, melengkapi diri dengan alat keselamatan, serta mengutamakan keselamatan saat berada di perairan," tegasnya.
Operasi SAR ini melibatkan puluhan personel dari Basarnas Banyuwangi, Pos TNI AL Grajagan, Koramil & Polsek Purwoharjo, Polairud Polresta Banyuwangi, Ditpolairud Polda Jatim, Damkar, BPBD, hingga komunitas Mapala dan masyarakat nelayan setempat.
