Perahu Angkut 33 ABK Terbalik di Banyuwangi, 2 Nelayan Tewas-2 Hilang

Perahu Angkut 33 ABK Terbalik di Banyuwangi, 2 Nelayan Tewas-2 Hilang

Eka Rimawati - detikJatim
Senin, 20 Jul 2026 12:37 WIB
2 nelayan meninggal korban perahu tenggelam di Banyuwangi
2 nelayan meninggal korban perahu tenggelam di Banyuwangi/Foto: Istimewa
Banyuwangi -

Kecelakaan laut menimpa perahu nelayan jenis jurek bernama lambung Inovasi di kawasan Pelawangan Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi, Senin (20/7/2026) dini hari.

Perahu yang mengangkut 33 anak buah kapal (ABK) itu terbalik setelah dihantam ombak besar. Akibatnya, dua nelayan meninggal dunia dan dua lainnya masih dalam pencarian.

Kapolsek Purwoharjo Iptu Agus Suhartono membenarkan peristiwa tersebut. Polisi menerima laporan dari warga nelayan sekitar pukul 06.00 WIB.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Benar telah terjadi laka laut satu buah perahu jurek di laut Grajagan. Anggota langsung bergerak ke TKP setelah menerima laporan," kata Iptu Agus Suhartono saat dikonfirmasi, Senin (20/7/2026).

ADVERTISEMENT

Perahu milik Edi Siswanto itu dinakhodai Mamat dan membawa total 33 orang, termasuk nahkoda. Dua korban meninggal dunia yakni Purnomo (60), warga Dusun Sumberdadi, Desa Tegaldlimo, Kecamatan Tegaldlimo, dan Junairi (46), warga Dusun Cempokosari, Desa Sarimulyo, Kecamatan Cluring.

Sementara itu, dua nelayan lainnya yang dilaporkan hilang adalah Pendik (34) dan Lukman (25), keduanya warga Desa Tegalsari, Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi.

Berdasarkan keterangan salah seorang ABK yang selamat, Nanto (32), peristiwa itu terjadi sekitar pukul 04.00 WIB saat perahu dalam perjalanan pulang dari melaut membawa hasil tangkapan ikan.

Saat memasuki kawasan Pelawangan Grajagan, kondisi gelombang awalnya relatif tenang. Namun, perahu tiba-tiba terseret arus kuat hingga terombang-ambing. Tak lama kemudian, gelombang kedua yang lebih besar menghantam badan kapal hingga mesin mati dan perahu kehilangan kendali.

Perahu jurek bercat hijau, kuning, dan merah itu akhirnya terbalik. Seluruh ABK tercebur ke laut dan berupaya menyelamatkan diri dengan berenang serta berpegangan pada benda-benda yang mengapung, termasuk galon air kosong.

Purnomo dan Junairi ditemukan dalam kondisi meninggal dunia mengapung di laut oleh nelayan lain. Jenazah keduanya kemudian dievakuasi ke darat sebelum dilaporkan ke Polsek Purwoharjo.

Hingga Senin siang, tim gabungan dari Polsek Purwoharjo, Pos TNI AL Grajagan, Polairud, Satpol PP, serta nelayan setempat masih melakukan penyisiran untuk mencari dua korban yang belum ditemukan.

"Sampai dengan saat ini, korban atas nama Pendik dan Lukman masih dalam pencarian dan belum ditemukan. Kami juga telah berkoordinasi dan sedang menunggu kedatangan tim Basarnas Banyuwangi untuk melakukan pencarian bersama secara lebih intensif," pungkas Iptu Agus.



(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads