Perempuan Paruh Baya Nekat Melompat ke Bengawan Solo di Bojonegoro

Perempuan Paruh Baya Nekat Melompat ke Bengawan Solo di Bojonegoro

Ainur Rofiq - detikJatim
Jumat, 17 Jul 2026 22:45 WIB
Tired woman lying on laptop, desperate of overwork, exhausted night shift
Ilustrasi (Foto: Getty Images/iStockphoto/Motortion)
Bojonegoro -

Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi kepada siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bagi Anda pembaca yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Seorang perempuan paruh baya diduga nekat mengakhiri hidupnya dengan melompat ke Sungai Bengawan Solo. Korban diduga melompat dari Jembatan Lama, Desa Dengok, Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro, Jumat (17/7/2026).

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh seorang pemancing bernama Ashari sekitar pukul 13.20 WIB. Ashari mengaku sempat melihat korban memanjat besi jembatan. Tak lama berselang, ia mendengar suara benturan keras di air disusul kemunculan riak gelombang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saksi yang curiga kemudian memeriksa lokasi dan menemukan sepasang sandal jepit merah tertinggal di pinggir jembatan, sementara korban sudah tidak terlihat. Kejadian ini langsung dilaporkan ke warga sekitar dan pihak kepolisian.

ADVERTISEMENT

Kapolsek Padangan, Kompol Sampun membenarkan kejadian tersebut. Sedangkan korban diketahui berinisial Y (53), warga Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora. Identitas ini terungkap setelah petugas menemukan satu unit sepeda motor Honda Revo dengan nomor polisi K 6746 HN yang diparkir tak jauh dari lokasi kejadian.

"Benar, kami telah melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi di lapangan. Identitas korban juga sudah kami pastikan dan verifikasi melalui pihak keluarganya," ujar Kompol Sampun, Jumat (17/7/2026).

Hingga Jumat malam, korban dilaporkan belum berhasil ditemukan. Tim SAR gabungan yang terdiri dari BPBD, Kepolisian, dan relawan masih bersiaga serta melakukan penyisiran di sepanjang aliran Sungai Bengawan Solo.

Pihak kepolisian menyatakan bahwa motif di balik aksi nekat perempuan tersebut saat ini masih dalam proses penyelidikan.



(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads