Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.
Diduga mengalami depresi berkepanjangan hingga kerap merasa menjadi beban keluarga, seorang petani bernama Suwatno (60), warga Desa Talok, Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro, ditemukan tewas gantung diri di dapur rumahnya, Kamis (15/1/2026).
Saat peristiwa terjadi, korban diketahui sedang berada sendirian di rumah. Istri dan anaknya tengah bekerja di sekitar kampung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat gantung diri, korban di rumah sendiri, karena anak istrinya kerja," tutur salah satu tetangga berinisial S.
Korban pertama kali ditemukan oleh salah satu anggota keluarga yang hendak membuka rumah. Saat itu, Suwatno sudah terbujur kaku dengan seutas tali yang melilit lehernya di dapur rumah kayu miliknya.
"Posisi gantung diri di pawon (dapur) rumah milik korban. Karena depresi lama kalau menurut keluarga," tegas Kapolsek Kalitidu AKP Saifudinuri.
Setelah ditemukan, jenazah korban dievakuasi oleh petugas Polsek Kalitidu bersama pihak keluarga. Proses visum dilakukan bersama tim kesehatan dan disaksikan perangkat Desa Talok.
Berdasarkan keterangan keluarga kepada polisi, Suwatno diketahui telah beberapa kali mencoba mengakhiri hidupnya, namun selalu gagal karena diketahui istri dan anaknya.
Korban juga pernah mengalami depresi pada tahun 2007, sempat membaik, lalu kembali kambuh pada 2023. Bahkan, Suwatno pernah mencoba bunuh diri dengan meminum obat serangga hingga harus menjalani perawatan di puskesmas selama tiga hari.
"Korban depresi sejak tahun 2007 dan sembuh, kemudian kambuh lagi tahun 2023, dan sering coba bunuh diri. pernah minum obat serangga hingga di rawat inap di puskesmas selama 3 hari. Keluarga juga sudah antisipasi mengobatkan korban," pungkas Kapolsek Kalitidu.
(auh/hil)
