MUI: Sampang Darurat Pergaulan Bebas!

MUI: Sampang Darurat Pergaulan Bebas!

Kamaluddin - detikJatim
Kamis, 16 Jul 2026 21:25 WIB
MUI Sampang berkunjung ke DPRD untuk membahas tentang penanganan fenomena pergaulan bebas.
MUI Sampang berkunjung ke DPRD untuk membahas tentang penanganan fenomena pergaulan bebas. (Foto: Kamaluddin/detikJatim)
Sampang -

Pasca peristiwa pemerkosaan terhadap remaja 15 tahun oleh 27 pria terungkap, Majelis ulama Indonesia (MUI) Sampang mendatangi kantor DPRD. Audiensi ulama itu menyoroti soal maraknya kasus asusila yang terjadi di Sampang dan ancaman LGBT. Wacana bahwa Sampang darurat pergaulan bebas pun mencuat.

Ketua MUI Kabupaten Sampang, KH Itqon Busiri menyatakan kehadirannya di Kantor DPRD menjadi bagian dari ikhtiar menjaga nilai-nilai agama sekaligus membentengi karakter generasi muda.

"Harapan kami, setiap kebijakan yang diambil tetap berorientasi pada upaya menjaga akhlak generasi bangsa, memperkuat nilai keagamaan, serta dilakukan melalui mekanisme konstitusi yang berlaku," ujarnya, Kamis (16/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketua Komisi Fatwa Hukum dan Kajian, Kiai Achmad Rofik menyatakan bahwa Sampang darurat pergaulan bebas. Pernyataan itu didasarkan pada data dan fakta bukan hanya karena satu kasus pemerkosaan remaja 15 tahun oleh 27 remaja.

ADVERTISEMENT

"Kami ikut prihatin (korban, pelaku di bawah umur) apalagi kejadian ini terjadi di Sampang yang dikenal dengan kota santri. Tapi ada yang lebih substansial yaitu pergaulan bebas," Kata Kiai Rofik, Kamis (16/7/2026).

Kiai Rofik menyatakan hal itu didasarkan data dan sejumlah fakta yang terjadi. Menurutnya kasus pemerkosaan remaja 15 tahun oleh 27 pria itu, bagian dari peristiwanya sehingga ia berfikir lebih jauh dari kasus yang cuma insidental ini.

"Ternyata di Sampang ini ada pergaulan bebas yang menjadi gunung es yang kurang perhatian dari dinas terkait. Ada penyebaran miras yang mudah diakses remaja, ada penyebaran narkoba," ujarnya.

Dia memahami peristiwa miris itu terjadi bukan sekedar insidental, tetapi betul-betul karena Sampang darurat pergaulan bebas dan perlu penanganan secara khusus dari dinas terkait di Sampang.

"Untuk solusi yang kami inginkan dari MUI, (segera) ada respon dari dinas terkait fenomena yang menjadi gunung es yakni penyebaran meras pergaulan bebas karena kita takut terkecoh atas narasi narasi ini pemerkosaan, kalau pemerkosaan kan insiden tapi kalau pergaulan bebas ini masif supaya betul-betul mengena substansinya," tandasnya.

Sementara, Wakil ketua DPRD Sampang Mohammad Ikbal Fathoni menyatakan mendukung usulan MUI pusat maupun daerah. Ia menilai masukan MUI soal darurat Pergaulan bebas di Sampang perlu menjadi perhatian serius semua pihak.

"Secara kelembagaan DPRD mendukung langkah MUI agar RUU LGBT segera masuk Program Legislasi Nasional (Prolegnas) DPR RI. Kami prihatin atas maraknya kasus asusila di Sampang dan kami akan segera berkoordinasi dengan pihak yang berkompeten," katanya.



(auh/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads