Embun Upas di Ijen Bondowoso Bikin Tanaman Sayur Busuk dan Mati

Embun Upas di Ijen Bondowoso Bikin Tanaman Sayur Busuk dan Mati

Chuk Shatu Widarsha - detikJatim
Kamis, 16 Jul 2026 19:30 WIB
Fenomena embun upas di kawasan Ijen Bondowoso
Fenomena embun upas di kawasan Ijen Bondowoso. (Foto: Chuk Shatu Widarsha/detikJatim)
Bondowoso -

Fenomena embun upas atau embun salju kembali menyelimuti kawasan Ijen, Bondowoso. Selain menciptakan pemandangan yang eksotis, fenomena akibat suhu dingin ekstrem ini juga membawa dampak buruk bagi lahan pertanian warga.

Tanaman sayur seperti kubis, wortel, dan kentang menjadi yang paling rentan terdampak. Embun upas dapat menyebabkan batang tanaman membusuk hingga akhirnya mengering dan mati.

"Embun upas itu memang berdampak bagi tanaman. Pasti akan banyak yang mati," terang Ilham (41), salah seorang petani sayur warga Desa Sempol, Kecamatan Ijen, saat berbincang dengan detikJatim, Kamis (16/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ilham mengatakan kemunculan embun upas sulit diprediksi sehingga petani tidak memiliki banyak cara untuk mengantisipasinya.

"Jika embun upas itu sudah datang, petani hanya bisa pasrah terkait dampak bagi tanaman," keluhnya.

ADVERTISEMENT

Menurut dia, kalau sudah ada embun upas petani hanya tinggal menunggu saja. Tergantung seberapa besar tanaman yang kena.

Memang, tambah dia, lahan pertanian yang terkena embun upas itu tidak langsung mutlak rusak. Tapi sebagian saja. Tergantung ketahanan tanaman itu.

"Dan tergantung nasibnya, beruntung atau tidak. Bisanya hanya berdoa agar bernasib baik," pungkas Ilham, seraya tersenyum kecut.

Diberitakan sebelumnya, dalam kurun beberapa hari belakangan, cuaca dingin ekstrem terjadi di kawasan Ijen. Embun salju terjadi terutama malam hari hingga pagi.

Fenomena ini sudah berlangsung sekitar dua pekan terakhir. Butiran es tersebut tampak menyelimuti sejumlah tanaman.

Suhu dingin mencapai 1 hingga 3 derajat celcius. Puncak kondisi dingin terjadi pukul 4 dini hari.

Tak jarang, suhu sampai 0 derajat celcius. Terutama saat waktu subuh, dan ditambah embusan angin.



(auh/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads