Heboh Tim Farmasi RSI Unisma Resign Berjemaah, gegara Gaji Nunggak?

Heboh Tim Farmasi RSI Unisma Resign Berjemaah, gegara Gaji Nunggak?

Muhammad Aminudin - detikJatim
Kamis, 16 Jul 2026 10:48 WIB
Karyawan RSI Unisma resign berjemaah
Karyawan RSI Unisma resign berjemaah/Foto: Tangkapan layar
Malang -

Sejumlah tim farmasi Rumah Sakit Islam (RSI) Unisma, Kota Malang menyatakan resign berjemaah. Keputusan ini diduga buntut dari perselisihan hubungan industrial antara pegawai dengan manajemen yang belum menemukan titik terang.

Kabar resign berjemaah tim farmasi RSI Unisma ini pun viral di media sosial. Setelah akun TikTok @iniaku9395 mengunggah video pendek memperlihatkan ruang di salah satu lantai RSI Unisma tanpa adanya pekerja ataupun tenaga medis.

Selain video ruangan dalam kondisi kosong, akun tersebut juga mengunggah foto kebersamaan tim farmasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Life after resign kerja di RS swasta selama 8 tahun," tulis akun tersebut seperti dilihat detikJatim, Kamis (16/7/2027).

ADVERTISEMENT

Postingan itu mengusik warganet hingga banjir komentar. "Itu resign berjemaah kak," kata warganet dalam kolom komentar.

Pengunggah pun membenarkan, telah melakukan resign berjemaah, sehingga ruang farmasi rawat inap sepi.

"Bener banget kak, kita semua resign berjamaah, alhasil tempat unit farmasi ranap (rawat inap) juga harus tutup," jawabnya.

Pada slide unggahan foto kebersamaan tim farmasi juga dijelaskan bahwa mereka mengaku tetap bertahan selama bertahun-tahun karena merasa rekan-rekan kerjanya sudah seperti keluarga sendiri.

"Bertahan selama itu karena aku punya teman yang menurut ku mereka adalah rumah kedua bagiku. Hiks sad banget kehilangan mereka," ungkapnya.

Namun, menurutnya kondisi berubah seiring kebijakan manajemen yang dinilai semakin memberatkan para pegawai.

"Bukan karena tekanan pekerjaan karena semua relatif dan masih sebanding dengan gajinya (Pada saat itu)," katanya.

Kebijakan manajemen rumah sakit juga disebut semakin tidak masuk akal, ketika mereka berusaha untuk tetap bertahan. Bahkan, mereka merasa seperti didzolimi.

"Tapi makin bertahan kebijakan yang di bikin mereka semua makin gamasuk akal, kita banyak di dzolimi dan makin tidak manusiawi," ucapnya.

Pengunggah juga mempertegas alasan tim farmasi untuk memilih mundur berjemaah. Semua disebabkan sistem kerja dibuat 3 shif, namun gaji belakangan malah dipotong sampai 50 persen.

"Kita kerja di pelayanan dengan 3 shift dan kita juga yang lebih banyak di dzolimi sama mereka semua. Dari gaji yang awalnya di cicil, tidak dibayar selama 3 bulan, dan di pangkas hampir 50% dari total gaji keseluruhan. Padahal gaji NAKES pun ga seberapa," tuturnya.

Ia juga menyebut pada Juli 2026 seluruh tim farmasi rawat inap memilih untuk mencari pekerjaan di tempat lain.

"Dan di bulan Juli 2026, kita tim farmasi rawat inap memilih untuk mencari jalan kita masing-masing yang penting keluar dulu dari lingkaran setan yang mereka buat sendiri," tegasnya.

Ia juga berharap seluruh karyawan yang telah mengundurkan diri segera memperoleh pekerjaan baru sekaligus mendapatkan hak-hak mereka yang belum dibayarkan.

"Hallo bapak ibu semua semoga kedepannya kalian bisa memperbaiki management yang sekarang lagi sakit ya karena kita sudah royal banget menjadi karyawan, kita bertahan juga bukan hanya hitungan hari atau bulan melainkan tahunan," pungkasnya.

Manajemen RSI Unisma mengaku sangat menghormati keputusan dari pegawai atau tim farmasi yang memilih untuk mengundurkan diri.

"Untuk teman-teman yang resign, kami dari manajemen menghormati pilihan teman-teman. Berkarier dimanapun kami sangat menghormati pilihannya. Semoga mendapatkan kebaikan dimanapun berada," ujar Human Resources Development RSI Unisma Nofa Diana saat dikonfirmasi.

Nova menyatakan, pihaknya belum mengetahui secara pasti, berapa pegawai yang menyatakan mundur hingga saat ini. Karena RSI Unisma tetap fokus memberikan pelayanan terhadap pasien.

"Ada beberapa yang resign, saya lupa totalnya. Karena beberapa hari ini kami fokus pada pelayanan rumah sakit, dan permasalahan yang sebelumnya terjadi," katanya.

Sementara itu, Dinas Tenaga Kerja, Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker-PMPTSP) Kota Malang telah memanggil manajemen RSI Unisma setelah menerima pengaduan dari pegawai lantaran pemotongan dan pencairan gaji yang molor berbulan-bulan.

Sejauh ini, belum ada titik terang dari perselisihan antara pekerja dengan manajemen RSI Unisma.

"Kami sudah memenuhi panggilan (Disnaker) tahap konfirmasi laporan. Belum ada panggilan lagi," ujar Nova.



Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Efisiensi, ASN Purwakarta Kerja Naik Sepeda, Ojol hingga Angkot"
[Gambas:Video 20detik] (irb/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads