Keberadaan bank sampah di Kabupaten Jember biasanya menjadi ladang rezeki bagi warga yang ingin mengubah sampah menjadi uang. Namun, ada yang berbeda dengan Bank Sampah di Dusun Krajan, Desa Kencong, Kecamatan Kencong.
Tempat ini punya inovasi antimainstream, yakni menyulap sampah plastik menjadi bahan bakar minyak (BBM) alternatif sejenis solar. Tak hanya itu, hasil tabungan sampah warga di sini juga bisa dialihkan untuk membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) hingga membantu penanganan stunting.
Pengelola Bank Sampah Krajan Kencong, Muhammad Arif Yulianto menceritakan, dirinya mulai mengolah sampah plastik sejak pertengahan tahun 2025 lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tahun 2025 skala kita masih kecil, baru uji coba naik. Setelah itu, di tahun 2026 ini baru kita olah beneran. Ya, alhamdulillah lah," kata pria yang akrab disapa Antok ini, Rabu (15/7/2026).
Melalui bank sampah ini, Antok yang juga sebagai Kepala Dusun Krajan itu berharap perilaku masyarakat bisa berubah dan lebih peduli terhadap lingkungan. Dalam sekali produksi, ia memanfaatkan sistem teknologi pirolisis. Dari 4 hingga 5 kuintal plastik bekas, Antok mampu menghasilkan 40 hingga 70 liter solar alternatif.
"Jadi bahan datang kita pilah dulu. Terus kita cacah, bersihkan, lalu pakai pengering manual sebentar, baru kita olah," ujarnya.
Sampah-sampah plastik yang disetorkan ke Antok sebagian besar berasal dari warga sekitar dan para pedagang di Pasar Kencong. Inovasi Bank Sampah milik Antok tidak berhenti di solar. Hasil penukaran sampah plastik ternyata juga bisa dialihkan untuk membayar PBB milik warga setempat.
"Semisal ada warga desa yang nyetorkan sampah, nanti kita total berapa nominalnya. Nominal yang disetorkan kan (untuk bayar pajak) satu tahun sekali," paparnya.
Menurutnya, volume sampah plastik yang disetorkan warga setiap bulannya. Sudah lebih dari cukup untuk menutup tagihan pajak.
"Karena dalam beberapa bulan saja nilainya sudah sesuai dengan pajak yang ditangguhkan wajib pajak itu. Jadi bisa dialihkan untuk pembayaran pajak. Lewat cara ini, tanggungan pajak warga tidak lagi membebani dompet pribadi mereka. Jadi dari hasil olahan sampah mereka sendiri yang kita putar,"tambahnya.
Ke depan, Antok memproyeksikan hasil tabungan sampah plastik warga. Juga bisa digunakan untuk membayar token atau tagihan listrik PLN.
"Jadi nanti nomor ID pelanggan PLN disetor ke kita. Pembayarannya bisa lewat kita atau orang yang bersangkutan bayar sendiri (menggunakan saldo bank sampah)," tandasnya.
