Aksi pencurian celana dalam perempuan meresahkan warga Dusun Telagasari, Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, Banyuwangi. Salah seorang korban, Sulis Nunda Sari (32), mengaku cemas lantaran khawatir pakaian dalam miliknya disalahgunakan sebagai media ritual spiritual atau lelaku oleh pelaku.
Sulis mengaku baru mengetahui bahwa kasus serupa ternyata bukan kali pertama terjadi di desanya. Berdasarkan informasi yang ia peroleh dari warga, pencurian pakaian dalam perempuan disebut kerap berulang dalam beberapa tahun terakhir.
"Waduh, sudah pernah ternyata di desa ini kerap terjadi peristiwa serupa dalam kurun waktu dua tahun sekali ya? Pelakunya berbeda pula," kata Sulis kepada wartawan, Rabu (8/7/2026).
Meski mengaku tidak mengalami trauma, Sulis menilai aksi pelaku tergolong menyimpang dan membuat warga, terutama perempuan, merasa tidak nyaman.
Kekhawatirannya semakin bertambah setelah ia mengaku pernah melihat sosok yang diduga pelaku berada di tempat gym yang biasa ia datangi. Karena itu, Sulis menduga pelaku sempat membuntutinya.
"Pernah memergoki pelaku di tempat nge-gym. Jadi khawatir kalau pelaku ini juga membuntuti sampai ke lokasi gym," imbuhnya.
Sejak kejadian tersebut, Sulis mengubah kebiasaannya saat menjemur pakaian. Ia kini memilih menjemur pakaian dalam di tempat yang lebih tinggi agar tidak mudah dijangkau orang lain.
"Sekarang kalau jemur baju di tempat tinggi biar tidak mudah dijangkau dan perbanyak doa saja," tegas Sulis.
Kasus pencurian pakaian dalam ini pun menjadi perbincangan warga setempat. Hingga kini belum diketahui motif pasti pelaku.
Sementara itu, pihak kepolisian belum melakukan penyelidikan karena belum menerima laporan resmi dari korban terkait peristiwa tersebut.
Simak Video "Nikmati Suasana Nyaman di Resort, Banyuwangi "
(auh/abq)