Pengontrak Viral di Surabaya yang Ogah Pindah Akhirnya Terima Rp 5 Juta

Pengontrak Viral di Surabaya yang Ogah Pindah Akhirnya Terima Rp 5 Juta

Esti Widiyana - detikJatim
Rabu, 08 Jul 2026 20:15 WIB
Wanita pengontrak rumah di Surabaya saat cekcok dengan pemilik
Titik, wanita pengontrak rumah di Surabaya yang cekcok dengan pemilik saat diminta pindah. (Foto: Dok. Istimewa)
Surabaya -

Pengontrak Surabaya yang viral sempat ogah pindah meski rumah sudah dibeli akhirnya menerima kompensasi Rp5 juta per kepala keluarga yang diberikan pemilik. Nominal uang itu dinilai hanya cukup untuk biaya kos, bukan untuk mengontrak rumah.

Polemik ini bermula dari rumah yang telah dibeli Bambang Hariyono pada 2014 dan sertifikat tanahnya sah secara hukum atas nama dirinya sejak 2018. Namun rumah itu masih dihuni 2 kepala keluarga yang tersisa.

Setelah berkonflik bertahun-tahun, akhirnya 2 kepala keluarga yang meninggali rumah itu bersedia pindah dalam waktu 1 bulan dengan kompensasi Rp5 juta yang diberikan oleh keluarga Bambang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Wes onok pandangan (sudah ada pandangan [kos-kosan]). Yo gelem (ya mau), cuma hargae sik dinego (cuma harganya masih dinego)," kata Titik salah satu pengontrak kepada detikJatim, Rabu (8/7/2026).

Menurut Titik, uang kompensasi Rp5 juta hanya cukup untuk biaya kos.

ADVERTISEMENT

"Kos. Duit sakmono iso ta kontrak? (Akhirnya mengekos. Uang segitu bisa kah buat kontrak?) Anakku lak ngomong seh wingi. Minim loh sak iki sepuluh (Anak saya kan sudah bilang kemarin, sekarang itu minimal Rp 10 juta untuk ngontrak rumah)," tegasnya.

Dia juga memilih kos di daerah lain. Karena Titik dan keluarga tidak ingin tinggal di daerah dekat dengan rumah yang sudah menjadi milik Bambang.

"Metu teko kene. Lapo nang kene. Tambah ndelok omah, tambah awak dewe anu. Kene danyange kene loh (Keluar dari sini. Ngapain di sini. Semakin lihat rumah semakin kami jadi 'anu'. Kami ini danyangna sini loh)," jelasnya.

Titik juga tidak ingin menjelaskan berulang-ulang masalah rumah tersebut. Dia juga menyebut bahwa semua yang ada di dunia adalah titipan Tuhan.

"Kami nggak mau bahas. Wis biarkan lah. Nggak usah melok-melok. Pegel validasi, tapi gak direken, gawe opo? Pak RT-ne ae wis angkat tangan," ceritanya.

"Wis memang bukan punya kita ya tak balekno loh. Wong iki dunyo titipan Allah kabeh. Kita pasti mbalik nang tanah. Ya kan? Mana yang bener, mana yang salah, nanti ya juga tahu. Aku nggak melok nduwe tanah. Pokoke kan ngomong apa adanya. Jadi bingung aku sampai ngomong," pungkasnya.



(ihc/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads