Persebaya Surabaya resmi memperkenalkan 11 pemain baru yang akan memperkuat skuad Bajol Ijo menghadapi Super League 2026/2027. Deretan rekrutan anyar itu diperkenalkan dalam agenda Media Day di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Rabu (8/7/2026).
Sebelas pemain tersebut terdiri dari lima pemain asing dan enam pemain lokal yang diproyeksikan memperkuat setiap lini Persebaya.
Di sektor pemain asing, Persebaya mendatangkan bek tengah asal Cape Verde, Yuran Fernandes. Selain itu, ada dua gelandang asal Portugal, yakni Diogo Ramalho dan Miguel Pereira. Lalu ada striker asal Kongo Yann Kevin Mabella serta striker asal Brasil Alex Martins.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Persebaya Resmi Perkenalkan 4 Pemain Asing |
Sementara itu, enam pemain lokal yang bergabung ialah kiper Reza Arya Pratama, bek Syahrul Lasinari dan Yusuf Meilana, gelandang Dicky Kurniawan, serta dua penyerang Ricky Pratama dan Ramadhan Sananta.
Direktur Persebaya Candra Wahyudi mengatakan seluruh proses perekrutan pemain dilakukan berdasarkan kebutuhan tim dan filosofi permainan yang diinginkan pelatih.
"Seluruh proses rekrutmen pemain dilakukan berdasarkan kebutuhan tim dan filosofi pelatih. Didukung juga data performa dari tim analis serta pertimbangan dari tim medis," kata Candra, Rabu (8/6/2026).
Candra menegaskan target Persebaya tetap sama, yakni bersaing di papan atas kompetisi. Namun, ia menilai yang terpenting adalah membangun tim yang konsisten sejak awal hingga akhir musim.
"Target Persebaya selalu sama, yaitu membawa klub berada di level tertinggi dan bersaing meraih prestasi terbaik. Namun yang paling penting adalah membangun tim yang konsisten sejak awal hingga akhir musim. Karena itu kami berupaya seluruh persiapan dengan baik sejak awal," tegasnya.
Tak hanya memperkuat komposisi pemain, Persebaya juga membenahi sistem pendukung tim melalui penguatan sports science.
Menurut pelatih fisik Diogo Andre Botelho de Carvalho, aspek tersebut menjadi bagian penting dalam membangun performa tim sepanjang musim.
"Sepak bola modern tidak hanya ditentukan kualitas pemain, tetapi juga kualitas sistem yang mendukung mereka. Karena itu kami memulai persiapan fisik lebih awal dan terus memperkuat sports science," ujar Diogo.
(auh/hil)
