Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar memutuskan untuk tetap menggelar Blitar Djadoel, meski dengan anggaran minim. Tahun ini, Pemkot Blitar hanya menyediakan anggaran sekitar Rp 350 juta untuk gelaran acara tahunan tersebut.
Blitar Jadoel tetap digelar sebagai hiburan rakyat dan perputaran ekonomi bagi pelaku usaha.
"Blitar Djadoel tahun ini diselenggarakan dengan kolaborasi ya, antara pemerintah dan asosiasi pedagang UMKM. Jadi terjadi sharing karena anggaran pemerintah minim, sementara penyelenggaraan Blitar Djadoel itu habisnya lumayan banyak," kata Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin kepada detikJatim, Selasa (7/7/2026).
Ibbin mengaku tidak hafal secara rinci tentang anggaran yang disiapkan untuk acara tersebut. Katanya, acara itu akan digelar secara sederhana dengan menyesuaikan kekuatan anggaran yang tersedia.
"Saya persisnya kurang tahu ya, nanti cek ke Pak Kadisperindag. Saya kira memang kami harus lebih sederhana ya dalam setiap penyelenggaraan event ini. Ya, karena memang kekuatan anggaran kami begitu lemah ya," jelasnya.
Menurutnya, acara Blitar Djadoel tetap digelar dengan mempertimbangkan ekonomi masyarakat. Khususnya bagi pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) dan pedagang kaki lima di Kota Blitar. Selain itu, juga sebagai upaya untuk menarik minat investor untuk membuka usaha di Kota Blitar dan menyerap tenaga kerja.
"Kemudian agar masyarakat terhibur dengan acara seperti ini. Masyarakat senang, pelaku usaha juga akan berjalan dengan baik. Jadi tetap ada efek baiknya agar ekonomi kita berkembang pesat," katanya.
Kepala Disperindag Kota Blitar, Parminto menyebut, anggaran yang disiapkan untuk gelaran Blitar Djadoel sekitar Rp 350 juta. Blitar Djadoel akan digelar selama lima hari, mulai 8 hingga 12 Juli 2026. Sementara konsep acara, yakni terdiri dari penampilan pengisi acara di panggung rakyat dan 149 stand bazar disiapkan.
"Untuk anggarannya sekitar Rp 350 juta sudah termasuk pajak. Acaranya seperti sebelumnya, dengan menyediakan stan bazar UMKM, OPD dan sponsor utama. Konsepnya acaranya akan dibagi empat sub tema," tandasnya.
Simak Video "Video: Gak Pusing Plastik Mahal! UMKM Lumajang Balik ke Daun Pisang"
(ihc/hil)