Jalan di Atas Rel, Pria Tulungagung Tewas Diduga Tertabrak KA Brawijaya

Adhar Muttaqin - detikJatim
Selasa, 07 Jul 2026 10:08 WIB
Jasad pria diduga tertabrak KA di Tulungagung/Foto: Istimewa
Tulungagung -

Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi kepada siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bagi Anda pembaca yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Seorang laki-laki ditemukan meninggal dunia di pinggir rel kereta api di Desa Buntaran, Kecamatan Rejotangan, Tulungagung. Korban diduga tertabrak Kereta Api (KA) Brawijaya.

Kapolsek Rejotangan AKP Kasianto mengatakan, jasad korban ditemukan di KM 140 jalur kereta api antara Stasiun Rejotangan dengan Stasiun Ngunut.

"Kalau kecelakaannya diduga terjadi pukul 1.56 WIB saat KA Brawijaya 38 melintas dari Gambir menuju Malang. Kami menerima laporan pukul 2.30 WIB dan langsung ke TKP," kata AKP Kasianto, Selasa (7/7/2026).

Menurutnya, sebelum peristiwa kecelakaan terjadi, penjaga palang pintu perlintasan kereta api JPL 223 melihat seorang laki-laki yang berjalan di atas jalur kereta api dari arah barat menuju ke timur. Petugas sempat memperingatkan agar keluar dari rel.

"Peringatan itu diabaikan oleh korban. Petugas JPL 223 menghubungi petugas JPL 222 untuk melakukan pemantauan melalui CCTV. Namun, karena masih gelap sulit terpantau," jelasnya.

Benar saja, pukul 01.56 WIB, Pusat Pengendalian Operasi (PUSDAL) KAI Daop 7 Madiun menginformasikan melalui radio adanya kecelakaan kereta api di wilayah Desa Buntaran.

"Saat dicek oleh petugas dari Stasiun Rejotangan ternyata benar, korban laki-laki, berkaus hitam tersambar KA Brawijaya," imbuhnya.

Di lokasi kejadian tidak ditemukan identitas korban. Saat ini korban dievakuasi ke RSUD dr Iskak Tulungagung untuk dilakukan proses identifikasi lebih lanjut.

"Masih kami selidiki. Kami mengimbau masyarakat agar tidak beraktivitas di jalur kereta api karena dapat mengancam keselamatan," kata Kasianto.



Simak Video "Video Menhub Ungkap Kronologi Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo"

(irb/hil)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork