Jika Surabaya kerap dijuluki sebagai kota dengan "satu matahari di atas kepala" karena cuacanya yang panas, sejumlah daerah lain di Jawa Timur justru dikenal memiliki udara yang sejuk hingga dingin.
Bahkan, beberapa wilayah memiliki suhu yang dapat turun drastis pada malam hari, terutama saat memasuki musim kemarau. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh faktor geografis, terutama wilayah yang berada di dataran tinggi dan dikelilingi kawasan pegunungan.
Hal ini membuat suhu udara di daerah tersebut lebih rendah dibandingkan wilayah pesisir. Tidak heran jika beberapa kota di Jawa Timur menjadi tujuan favorit masyarakat yang ingin menikmati suasana sejuk, bahkan merasakan udara dingin yang berbeda dari kawasan perkotaan lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada dua kota yang paling sering disebut memiliki suhu rendah dan udara menyegarkan. Pada waktu tertentu, suhu di wilayah ini bahkan bisa turun hingga belasan derajat Celsius sehingga terasa cukup menusuk, terutama saat malam hingga dini hari. Lantas, daerah mana saja yang masuk daftar kota terdingin di Jawa Timur?
2 Kota yang Paling Sering Disebut Terdingin di Jawa Timur
Jawa Timur memiliki karakter cuaca yang beragam. Beberapa wilayah pesisir cenderung memiliki suhu lebih panas, sementara daerah yang berada di kawasan dataran tinggi memiliki udara lebih sejuk hingga dingin.
Kondisi geografis tersebut membuat beberapa kota di Jawa Timur dikenal sebagai tempat dengan suhu udara rendah, terutama saat malam dan pagi hari. Berikut dua kota yang paling sering disebut sebagai kota terdingin di Jawa Timur.
1. Kota Batu
Kota Batu hampir selalu berada di urutan teratas ketika membahas kota terdingin di Jawa Timur. Bahkan, kota yang berada di kawasan Malang Raya ini juga kerap masuk dalam daftar kota dengan suhu udara terendah di Indonesia.
Kota Batu berada di datarang tinggi, identik dengan udara dingin dan kawasan wisata (Foto: M Bagus Ibrahim) |
Selain memiliki panorama alam yang indah, Kota Batu berada di wilayah dengan ketinggian sekitar 700 hingga 1.700 meter di atas permukaan laut (mdpl). Kondisi ini membuat udara di kawasan tersebut terasa lebih sejuk dibandingkan daerah sekitarnya.
Suhu udara di Kota Batu umumnya berada pada kisaran 16 hingga 20 derajat Celsius saat siang hari. Ketika malam tiba, suhu bisa turun hingga sekitar 13 derajat Celsius, terutama saat musim kemarau.
Tidak hanya menawarkan udara yang dingin, Kota Batu juga dikenal sebagai salah satu destinasi wisata populer di Jawa Timur. Pengunjung dapat menikmati berbagai objek wisata seperti Jatim Park, Museum Angkut, hingga Batu Secret Zoo sambil merasakan suasana pegunungan yang sejuk.
2. Kota Malang
Selain Kota Batu, Kota Malang juga menjadi salah satu daerah yang dikenal memiliki udara sejuk. Letaknya yang berdekatan dengan Batu membuat kedua wilayah ini sama-sama memiliki karakter udara yang lebih dingin dibandingkan kota-kota lain di Jawa Timur.
Meski begitu, terdapat perbedaan ketinggian wilayah yang cukup mempengaruhi kondisi suhu udara di keduanya. Suhu udara di Kota Malang umumnya berada pada kisaran 28-29 derajat Celsius saat siang hari. Ketika malam hari, suhu biasanya turun menjadi sekitar 21-22 derajat Celsius.
Foto udara suasana di Alun-Alun Tugu pasca revitalisasi di Malang, Jawa Timur (Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Mada) |
Pada waktu tertentu, terutama saat musim kemarau, suhu malam hari di Kota Malang dapat turun lebih rendah sehingga udara terasa cukup dingin bagi sebagian masyarakat.
Kota Batu berada pada ketinggian sekitar 680-1.200 meter di atas permukaan laut (mdpl), sedangkan Kota Malang berada pada kisaran 440-667 mdpl. Perbedaan ketinggian tersebut turut mempengaruhi suhu udara di kedua wilayah.
Karena itu, udara di Kota Batu umumnya terasa lebih dingin dibandingkan Kota Malang, meski keduanya sama-sama dikenal memiliki iklim sejuk di Jawa Timur.
Kota Malang yang memiliki luas wilayah sekitar 111,08 kilometer persegi ini berada di dataran tinggi dan dikelilingi kawasan pegunungan. Kondisi alam tersebut membuat Malang mendapat julukan "Switzerland van Java" karena memiliki pemandangan alam yang indah dengan suasana udara yang sejuk.
Mengenal Istilah Bediding atau Mbediding
Fenomena udara dingin yang sering dirasakan masyarakat Jawa, khususnya saat memasuki musim kemarau, dikenal dengan istilah mbediding atau bediding. Mbediding merupakan kondisi ketika suhu udara terasa sangat dingin, terutama pada malam hingga pagi hari di awal musim kemarau.
Istilah tersebut berasal dari bahasa Jawa, yaitu "Bedhiding". Mengutip laman PPID Gunung Kidul, bediding digunakan untuk menggambarkan adanya perbedaan suhu yang cukup mencolok yang sering terjadi saat awal musim kemarau.
Fenomena ini sering disalahartikan oleh sebagian masyarakat sebagai tanda datangnya musim hujan. Padahal, bediding justru menjadi salah satu tanda awal musim kemarau dan terjadi akibat beberapa faktor alam.
Melansir detikEdu, fenomena ini terjadi ketika wilayah Australia mengalami musim dingin dan bergerak menuju Indonesia melalui fenomena monsun Australia. Selain itu, kondisi tutupan awan yang cenderung sedikit membuat panas dari bumi lebih mudah terlepas sehingga udara terasa lebih dingin.
Selain angin muson, fenomena bediding juga dipengaruhi oleh perubahan pola angin, proses penguapan air, serta radiasi panas bumi pada malam hari. Biasanya, fenomena bediding berlangsung selama beberapa bulan. Setelah periode tersebut berakhir, suhu udara akan kembali normal dan musim kemarau mulai berlangsung.
Mengutip buku "Miskonsepsi dalam Pelajaran IPA di Sekolah Dasar: Tinjauan Kritis dan Sudut Ilmu Pengetahuan" karya Karma Iswata Eka, bediding terjadi sekitar Juli hingga Agustus karena posisi matahari berada paling jauh di sebelah utara.
Sehingga wilayah belahan bumi selatan mengalami suhu lebih dingin. Sementara itu, Pulau Jawa, Bali, serta Kepulauan Nusa Tenggara yang berada di sebelah selatan garis khatulistiwa mengalami dampak berupa suhu udara yang lebih rendah dari biasanya.
Tips Menghadapi Fenomena Bediding
Meski bediding merupakan fenomena alam yang normal, masyarakat tetap perlu menjaga kondisi tubuh, terutama bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke daerah dengan suhu dingin seperti Kota Batu dan Kota Malang. Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan.
- Gunakan pakaian yang lebih tebal atau berlapis untuk membantu menjaga suhu tubuh tetap stabil, terutama saat beraktivitas pada malam hari.
- Pastikan tubuh tetap mendapatkan asupan cairan yang cukup. Meski cuaca dingin, kebutuhan cairan tetap penting untuk mencegah dehidrasi.
- Mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang dapat membantu menjaga daya tahan tubuh dan menjaga energi selama beraktivitas.
- Tubuh membutuhkan waktu istirahat yang cukup agar tidak mudah lelah serta tetap memiliki daya tahan tubuh yang baik.
Bagi yang ingin merasakan sensasi udara dingin di Jawa Timur, Kota Batu dan Kota Malang bisa menjadi pilihan menarik untuk dikunjungi. Namun, pastikan tetap mempersiapkan perlengkapan yang sesuai agar aktivitas tetap nyaman meski berada di tengah suhu udara yang lebih dingin.
Saksikan juga Blak-blakan: Pramono Bicara Jakarta menuju 5 Abad
(ihc/hil)

Kota Batu berada di datarang tinggi, identik dengan udara dingin dan kawasan wisata (Foto: M Bagus Ibrahim)
Foto udara suasana di Alun-Alun Tugu pasca revitalisasi di Malang, Jawa Timur (Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Mada)