Materi MPLS 2026 untuk SD dengan Jadwal Kegiatan Lima Hari

Materi MPLS 2026 untuk SD dengan Jadwal Kegiatan Lima Hari

Irma Budiarti - detikJatim
Jumat, 03 Jul 2026 20:00 WIB
Ilustrasi MPLS 2026 untuk SD.
Ilustrasi MPLS 2026 untuk SD. Foto: Gemini AI
Surabaya -

Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) menjadi tahap awal yang penting bagi peserta didik baru untuk mengenal lingkungan belajar, guru, teman, hingga berbagai aturan yang berlaku di sekolah.

Pada tahun 2026, pelaksanaan MPLS kembali mengusung konsep ramah anak yang mengedepankan kegiatan edukatif, menyenangkan, serta bebas dari praktik perpeloncoan maupun kekerasan.

Agar pelaksanaan MPLS 2026 berjalan seragam, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah menetapkan panduan resmi yang menjadi acuan bagi seluruh satuan pendidikan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Panduan tersebut memuat materi yang akan diberikan kepada peserta didik baru, materi yang dapat disesuaikan oleh sekolah, hingga contoh susunan kegiatan harian selama pelaksanaan MPLS Ramah, khususnya untuk jenjang sekolah dasar.

Materi MPLS 2026

Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026 tentang Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah, materi dalam pelaksanaan MPLS Ramah terdiri atas materi utama dan materi pilihan dengan rincian sebagai berikut.

ADVERTISEMENT

Penyelenggaraan MPLS Ramah tahun ini dirancang sebagai fondasi strategis dalam membentuk karakter dan kesiapan murid dengan memberikan materi-materi sebagai berikut.

Materi Utama MPLS Ramah 2026

Materi utama MPLS Ramah 2026 dirancang untuk membantu peserta didik baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah, sekaligus membangun karakter, kebiasaan positif, serta budaya belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan.

Selama pelaksanaan MPLS, siswa akan mendapatkan berbagai materi yang mencakup pembiasaan hidup sehat, etika bermedia sosial, budaya saling menghargai, hingga penguatan karakter melalui kegiatan yang sesuai dengan pedoman Kemendikdasmen.

1. Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Hebat (G7KAIH)

Murid perlu mengamalkan tujuh kebiasaan harian yang akan menjadi disiplin diri, yaitu sebagai berikut.

  • Bangun pagi: melatih kedisiplinan dan kesiapan murid memulai hari.
  • Beribadah: membentuk pemenuhan kebutuhan spiritual murid dengan nyata.
  • Berolahraga: menjaga kebugaran murid sebagai modal dasar aktivitas belajar.
  • Makan sehat dan bergizi: memastikan asupan nutrisi untuk pertumbuhan otak dan fisik murid.
  • Gemar belajar: menumbuhkan rasa ingin tahu murid secara berkelanjutan.
  • Bermasyarakat: mengembangkan keaktifan bersosialisasi dan kepedulian murid terhadap lingkungan sekitar.
  • Tidur cepat: menjamin waktu istirahat yang cukup bagi murid untuk pemulihan energi.

2. Pagi Ceria

Pagi ceria merupakan program yang dirancang sebagai kegiatan pembuka sebelum memulai pembelajaran di sekolah. Kegiatan ini meliputi senam pagi (Senam Anak Indonesia Hebat).

Kemudian menyanyikan lagu "Indonesia Raya" dan berdoa bersama. Program ini merupakan bagian dari Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang bertujuan untuk menciptakan suasana belajar yang positif.

3. Sopan dan Santun Bermedia Sosial

Sopan dan santun bermedia sosial adalah sikap, perilaku, dan kebiasaan menggunakan media sosial secara beradab, bertanggung jawab, berempati, dan bermanfaat dalam rangka menuju keadaban dan keamanan digital.

Sopan bermedia sosial berarti menggunakan bahasa dalam gambar, komentar, dan unggahan sesuai dengan norma kepatutan. Orang yang sopan tidak menghina, tidak merendahkan, tidak menyebarkan kebencian, tidak mempermalukan orang lain, dan tidak menggunakan media sosial untuk menyerang pribadi.

Sementara itu, santun bermedia sosial berarti menggunakan hati, empati, dan kebijaksanaan sebelum berkomunikasi. Keadaban dan keamanan digital mencakup beberapa hal berikut.

  • Penerapan dan pembiasaan adab dan etika dalam berinteraksi di ruang digital.
  • Penguatan literasi digital bagi warga sekolah untuk menangkal informasi bohong dan konten negatif serta ancaman kekerasan dan kejahatan siber.
  • Pelindungan data pribadi warga sekolah dalam proses pembelajaran.

4. Budaya Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun

Budaya senyum, salam, sapa, sopan, dan santun atau sering kali disebut dengan 5S merupakan bagian penting dari identitas budaya untuk memperkuat hubungan antarindividu dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang harmonis.

Dengan menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat meningkatkan kualitas interaksi sosial di lingkungan menjadi lebih nyaman. Berikut arti dari budaya senyum, salam, sapa, sopan, dan santun.

  • Senyum merupakan tindakan terkecil, tetapi bisa memberikan dampak yang besar. Senyum dapat meredakan ketegangan, menciptakan kenyamanan, dan menunjukkan rasa welas asih.
  • Sapa berarti mengucapkan salam atau sapaan ringan seperti "halo" atau "selamat pagi" dapat membuat orang lain merasa dihargai.
  • Salam adalah bentuk sopan santun yang sudah seharusnya kita lakukan. Mengawali atau mengakhiri percakapan dengan salam termasuk tanda penghormatan kepada individu lain. Selain itu, salam juga dapat menggambarkan sikap terbuka dan ramah.
  • Sopan santun merupakan aktivitas kunci dalam menjalin hubungan yang baik dengan orang lain. Sopan santun tidak hanya sekadar tindakan, tetapi juga sikap atau perilaku yang tecermin dalam setiap kata dan tindakan kita.

5. Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI)

Gerakan Indonesia aman, sehat, resik, dan indah (ASRI) untuk penguatan budaya sekolah aman dan nyaman meliputi empat aspek berikut.

  1. Aspek aman adalah penerapan budaya sekolah yang melindungi seluruh warga sekolah, mencakup:
    • Pemenuhan kebutuhan spiritual
    • Pelindungan fisik
    • Kesejahteraan psikologis
    • Keamanan sosiokultural
    • Keadaban dan keamanan digital
  2. Aspeksehatadalahpembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) secara konsisten melalui:
    • Pembiasaan mencuci tangan dengan air mengalir dan menggunakan sabun.
    • Pembiasaan mengonsumsi makanan sehat dan bergizi di lingkungan sekolah.
    • Penggunaan jamban yang bersih dan sehat.
    • Pelaksanaan aktivitas fisik atau olahraga secara teratur dan terukur
    • Pencegahan dan pengendalian penyakit, misalnya pemberantasan jentik nyamuk.
    • Penerapan dan penegakan kawasan tanpa rokok di lingkungan sekolah.
    • Pemantauan kesehatan secara berkala, misalnya penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan.
  3. Aspek resik adalah pengelolaan kebersihan dan sampah secara tertib dan berkelanjutan meliputi:
    • Kegiatan piket kelas.
    • Kerja bakti secara berkala.
    • Pembiasaan membuang sampah pada tempatnya.
    • Penyediaan dan pemanfaatan tempat sampah terpilah.
    • Penerapan prinsip mengurangi (reduce), menggunakan kembali (reuse), dan mendaur ulang (recycle) melalui pengurangan jumlah sampah, pemanfaatan kembali barang yang masih layak pakai, dan pendauran ulang sampah sesuai dengan kondisi dan kapasitas tiap sekolah.
  4. Aspek indah adalah penataan lingkungan sekolah yang rapi dan nyaman dengan melibatkan seluruh warga sekolah melalui:
    • Melestarikan lingkungan sekolah dengan menata taman dan pepohonan secara terencana serta pemanfaatan ruang terbuka hijau.
    • Menata ruang kelas, halaman, dan fasilitas umum sekolah dengan rapi.
    • Menumbuhkan budaya antre, tertib, dan tidak merusak fasilitas sekolah.
    • Melakukan edukasi tentang keindahan, kebersihan, dan keberlanjutan bagi seluruh warga sekolah.

6. Gerakan Rukun Sama Teman

Gerakan rukun sama teman (GRST) adalah gerakan pembiasaan positif yang mendorong murid untuk membangun hubungan yang sehat, saling menghargai, dan peduli terhadap sesama dalam kehidupan sehari-hari di sekolah.

GRST dilakukan melalui berbagai praktik sederhana yang dilakukan konsisten. GRST mampu menumbuhkan nilai-nilai empati, kepedulian, gotong royong, dan komunikasi positif sebagai fondasi terciptanya lingkungan belajar aman, nyaman, inklusif, dan ramah. GRST bertujuan mengembangkan kemampuan murid dalam:

  • Memberikan dukungan psikologis awal kepada teman sebaya.
  • Menumbuhkan keterampilan komunikasi yang efektif dan positif.
  • Meningkatkan kesadaran dan kepedulian murid terhadap kesehatan mental, melalui pembiasaan refleksi diri, pengelolaan emosi, saling mendukung, serta penciptaan lingkungan pertemanan yang aman dan nyaman.
  • Menanamkan nilai keadilan, kesetaraan gender, dan inklusivitas dalam kehidupan sehari-hari di sekolah sehingga murid terbiasa menghormati keberagaman, menolak diskriminasi, serta menciptakan ruang pergaulan yang terbuka dan ramah bagi semua.
  • Membangun budaya pertemanan yang rukun, aman, dan saling menghargai sebagai upaya pencegahan perundungan, diskriminasi, dan berbagai bentuk kekerasan di lingkungan sekolah.

Materi Pilihan MPLS 2026

Materi pilihan MPLS 2026 merupakan materi yang disesuaikan dengan ciri khas, nilai, serta kebutuhan masing-masing sekolah. Materi ini ditetapkan sekolah untuk mendukung pengenalan lingkungan belajar sesuai karakteristik dan program yang dimiliki. Materi tersebut dapat berupa sebagai berikut.

  • Ciri khas sekolah adalah materi yang terkait dengan nilai, tradisi, dan keunggulan sekolah.
  • Materi lain yang dibutuhkan oleh sekolah, seperti seperti narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya (NAPZA), anti-korupsi, dan sebagainya.

Jadwal dan Susunan Kegiatan MPLS Ramah 2026 untuk SD

Berdasarkan panduan tersebut, pelaksanaan MPLS Ramah SD dirancang dengan durasi total 180 menit (3 jam) per hari. Berikut susunan kegiatan lengkap dengan durasi waktunya selama lima hari.

Hari Pertama

  • Salam Sapa Murid Baru: Dilakukan sebelum kegiatan pembelajaran dimulai.
  • Upacara Bendera: 30 menit.
  • Pengondisian Kelas dan Jeda Ceria: 10 menit.
  • Kenali Diri: 25 menit.
  • Kenali Teman dan Guru: 25 menit.
  • Makan Sehat dan Bergizi: 30 menit.
  • Tur Sekolah "Menemukan Harta Karun" & Kesiapsiagaan Bencana: 40 menit.
  • Giat Bersih "Operasi Semut": 5 menit.
  • Refleksi Ceria dan Lagu Penutup: 10 menit.
  • Doa dan Penutup: 5 menit.

Hari Kedua

  • Salam Sapa Murid Baru: Sebelum kegiatan pembelajaran dimulai.
  • Pertemuan Pagi Ceria, Cek Denyut Jantung, dan Tes Fleksibilitas: 90 menit (terdiri dari persiapan, senam, pengukuran denyut jantung, dan tes fleksibilitas).
  • Makan Sehat dan Bergizi: 30 menit.
  • Pengondisian Kelas dan Jeda Ceria: 10 menit.
  • Sekolahku ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah): 15 menit.
  • "Siapa Yang Tahu Aturannya?": 15 menit.
  • Giat Bersih "Operasi Semut": 5 menit.
  • Refleksi: 10 menit.
  • Doa dan Penutup: 5 menit.

Hari Ketiga

  • Salam Sapa Murid Baru: 15 menit sebelum kegiatan dimulai.
  • Menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Berdoa: 10 menit.
  • Pengondisian Kelas dan Jeda Ceria: 10 menit.
  • Jelajah Belajar Seru (Berkenalan dengan Pelajaran): 50 menit.
  • Makan Sehat dan Bergizi: 30 menit.
  • Story Telling "Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat": 50 menit.
  • Giat Bersih "Operasi Semut": 5 menit.
  • Refleksi: 10 menit.
  • Doa dan Penutup: 5 menit.

Hari Keempat

  • Salam Sapa Murid Baru: 15 menit sebelum kegiatan dimulai.
  • Pertemuan Pagi Ceria dan Jinggel MPLS Ramah: 30 menit.
  • Makan Sehat dan Bergizi: 30 menit.
  • Pengondisian Kelas dan Jeda Ceria: 10 menit.
  • Pengenalan Tata Tertib (Cerita Sekolahku Hebat): 25 menit.
  • Cek Kuku dan Gigi: 25 menit.
  • Pengenalan Pelindungan Fisik: 15 menit.
  • Keadaban Digital (Batasi Main Gim): 10 menit.
  • Kegiatan Pilihan (Ciri Khas Sekolah atau Bahaya NAPZA): 15 menit.
  • Giat Bersih "Operasi Semut": 5 menit.
  • Refleksi: 10 menit.
  • Doa dan Penutup: 5 menit.

Hari Kelima

  • Salam Sapa Murid Baru: 15 menit sebelum kegiatan dimulai.
  • Menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Berdoa: 10 menit.
  • Pengondisian Kelas dan Jeda Ceria: 10 menit.
  • Makan Sehat dan Bergizi: 30 menit.
  • Pengenalan Kepanduan dan Ekstrakurikuler: 40 menit.
  • Kesepakatan Bersama "Sekolahku Aman dan Nyaman": 20 menit.
  • Unjuk Minat dan Bakat: 30 menit.
  • Kegiatan Penutup (Akhir yang Ramah dari MPLS): 15 menit.
  • Doa dan Penutup: 5 menit.



(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads