HIPMI Sidoarjo Perkuat Ketahanan Pangan dengan Bioflok

HIPMI Sidoarjo Perkuat Ketahanan Pangan dengan Bioflok

Suparno - detikJatim
Kamis, 02 Jul 2026 10:05 WIB
HIPMI Sidoarjo meresmikan Program Integrated Farming Budidaya Ikan Air Tawar Sistem Bioflok sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan
HIPMI Sidoarjo meresmikan Program Integrated Farming Budidaya Ikan Air Tawar Sistem Bioflok sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan/Foto: Suparno/detikJatim
Sidoarjo -

Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Sidoarjo meresmikan Program Integrated Farming Budidaya Ikan Air Tawar Sistem Bioflok. Ini sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong lahirnya pengusaha baru di sektor perikanan.

Program yang merupakan bagian dari bantuan Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI itu diresmikan di dua lokasi, yakni Pokdakan Cahaya Muda Gemilang di Desa Balongdowo, Kecamatan Candi pada 30 Juni 2026 dan Pokdakan Wiwit Mulyo di Desa Watugolong, Kecamatan Krian pada 1 Juli 2026.

Ketua Umum BPC HIPMI Kabupaten Sidoarjo, Muh. Zakaria Dimas Pratama mengatakan, program tersebut merupakan implementasi konsep Sapta Delta yang menghubungkan berbagai potensi daerah ke dalam satu ekosistem ekonomi terpadu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Peresmian ini bukan sekadar seremoni penyerahan bantuan, tetapi menjadi tonggak dimulainya pembangunan sebuah ekosistem ekonomi baru yang menghubungkan seluruh mata rantai usaha dari hulu hingga hilir," kata Zakaria Dimas dalam keterangannya, Kamis (2/7/2026).

ADVERTISEMENT

Menurutnya, persoalan utama yang dihadapi daerah bukan karena minim potensi, melainkan belum terhubungnya berbagai potensi yang dimiliki masyarakat.

"Ketika seluruh potensi itu dipertemukan dalam satu ekosistem yang saling terhubung, maka yang tumbuh bukan hanya satu usaha, tetapi seluruh ekosistem ekonomi daerah. Itulah semangat Sapta Delta yang sedang kami bangun melalui Integrated Farming," ujarnya.

Dalam program tersebut, HIPMI Sidoarjo membina dua Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) sistem bioflok dan tiga kelompok budidaya ayam petelur sebagai model integrated farming yang menggabungkan sektor perikanan, peternakan, kewirausahaan, hingga pemberdayaan masyarakat.

Masing-masing kelompok penerima bantuan memperoleh satu unit bangunan pendukung budidaya, delapan kolam bioflok, 20 ribu benih ikan air tawar, serta 1,8 ton pakan pelet untuk satu siklus budidaya.

Zakaria menjelaskan, HIPMI tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga membangun rantai nilai usaha mulai dari pendampingan, pemasaran, digitalisasi hingga hilirisasi produk.

"Masih banyak kelompok yang mampu memproduksi tetapi belum memiliki akses pasar. Ada pasar yang membutuhkan pasokan tetapi belum menemukan mitra produksi. Ada investor yang mencari peluang usaha produktif namun belum bertemu kelompok yang tepat. Melalui Integrated Farming seluruh potensi itu kami hubungkan dalam satu ekosistem," jelasnya.

Selain itu, HIPMI juga mendorong penerapan digital farming, smart aquaculture, Internet of Things (IoT), kecerdasan buatan (AI), pencatatan usaha digital, hingga pemasaran berbasis teknologi agar sektor pangan semakin diminati generasi muda.

Menurut Zakaria, tantangan seperti pengangguran usia produktif, regenerasi petani dan pembudidaya, transformasi digital UMKM hingga hilirisasi produk lokal tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja.

Karena itu, melalui konsep Sapta Delta, HIPMI membangun tujuh pilar pengembangan, mulai dari pemberdayaan anggota, inkubasi bisnis, penguatan kolaborasi Penta Helix, digitalisasi usaha, ekonomi berkelanjutan, hilirisasi berbasis kearifan lokal, hingga pengembangan ekonomi kreatif.

"Target kami bukan sekadar menghasilkan ikan yang lebih banyak, tetapi melahirkan kelompok usaha yang mandiri, profesional, mampu membaca peluang pasar, dan menjadi pengusaha-pengusaha baru dari desa. Sapta Delta bukan hanya sebuah konsep, tetapi gerakan kolaborasi yang menghubungkan potensi, mempertemukan peluang, memperkuat ketahanan pangan, melahirkan pengusaha, dan menggerakkan ekonomi daerah secara berkelanjutan," pungkas Zakaria.




(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads