Truk tangki nopol L 8273 NH terjun dari Tol Jombang-Mojokerto (Jomo) ke sungai di Dusun Banci, Desa Kamantren, Gedeg, Mojokerto. Selain sopirnya luka berat, muatan 8.000 liter solar juga tumpah ke jalan dan sungai.
Warga Dusun Banci, Endang (46) menuturkan, awalnya ia mendengar suara ban meletus sekitar pukul 06.30 WIB. Saat itu, ia di depan rumahnya mewadahi rongsokan sendirian. Letusa ban itu diikuti suara berdebum yang sangat keras.
"Saya cek ternyata truk terjatuh, beberapa saat kemudian orangnya terjatuh terlentang. Orangnya sudah di luar truk, truknya yang jatuh duluan," terangnya kepada wartawan di lokasi, Minggu (1/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Truk tangki nopol L 8273 NH ini terjun dari KM 707+400 Tol Jomo. Truk warna biru putih ini mengangkut sekitar 8.000 liter solar. Posisi akhir truk terguling, bagian kabin tenggelam di Saluran Menturus, sedangkan bagian belakang di jalan paving pinggir sungai.
Sedangkan pria yang disaksikan Endang ikut terjatuh dari jalan tol adalah pengemudi truk tangki tersebut. Yaitu Surono (36), warga Ampel, Boyolali, Jateng. Menurut Endang, warga mengevakuasi korban dari solar yang tumpah di jalan paving maupun Saluran Menturus.
"Korban terjatuh di jalan paving posisi terlentang. Saya cari pertolongan dan telepon Polsek Gedeg, lalu dievakuasi polsek ke rumah sakit," ungkapnya.
Kanit PJR Jatim 3 AKP Sudirman menjelaskan, truk tangki nopol L 8273 NH ini melaju dari barat ke timur atau dari Boyolali menuju Surabaya. Sampai di KM 707+400, truk tiba-tiba oleng ke kanan masuk median jalan tol, lalu terjun ke Saluran Menturus.
"Diduga pengemudi truk tangki mengantuk sehingga kendaraan oleng kanan," jelasnya.
Kecelakaan tunggal ini dilimpahken ke Unit Gakkum Satlantas Polres Mojokerto Kota. Pengemudi truk tangki saat ini menjalani perawatan di RSUD RA Basoeni, Gedeg, Mojokerto.
"Sopir truk tangki luka berat, patah tulang paha kanan, indikasi dislokasi bahu kiri dan luka robek di kaki kiri 7 cm," tanda Sudirman.
(ihc/abq)











































