Puasa Asyura yang dilaksanakan setiap tanggal 10 Muharram merupakan salah satu amalan sunah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Ibadah ini memiliki keutamaan besar, di antaranya dapat menghapus dosa-dosa kecil selama setahun yang lalu sebagaimana disebutkan dalam hadis Rasulullah SAW.
Menjelang datangnya 10 Muharram, umat Islam perlu mengetahui bacaan niat puasa Asyura yang dibaca sejak malam hari sebelum berpuasa. Selain niat, penting pula memahami waktu pelaksanaan dan keutamaan puasa Asyura agar ibadah yang dijalankan semakin sempurna.
Niat Puasa Asyura
Para ulama menganjurkan melafalkan niat untuk membantu menghadirkan tujuan ibadah secara lebih jelas dan mantap. Adapun bacaan niat puasa Asyura yang dapat dibaca pada malam hari sebelum berpuasa adalah sebagai berikut.
ΩΩΩΩΩΩΨͺΩ Ψ΅ΩΩΩΩ Ω ΨΊΩΨ―Ω ΨΉΩΩΩ Ψ£ΩΨ―ΩΨ§Ψ‘Ω Ψ³ΩΩΩΩΨ©Ω ΩΨΉΩΨ§ Ψ΄ΩΩΨ±ΩΨ§Ψ‘ ΩΩΩΩΩ ΨͺΩΨΉΩΨ§ΩΩΩ
Arab Latin: Nawaitu shauma ghadin 'an adΓ’'i sunnatil Γ’syΓ»rΓ’ lillΓ’hi ta'Γ’lΓ’.
Artinya: Aku berniat puasa sunah Asyura esok hari karena Allah SWT.
Niat pada malam hari merupakan syarat untuk puasa wajib. Adapun untuk puasa sunah, seseorang masih diperbolehkan berniat pada siang hari selama sejak terbit fajar belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa seperti makan dan minum.
Karena itu, seseorang yang baru berkeinginan melaksanakan puasa Tasu'a atau Asyura pada pagi hari tetap dapat memperoleh keutamaan puasa sunah tersebut. Lafal niat yang dapat dibaca adalah sebagai berikut.
ΩΩΩΩΩΩΨͺΩ Ψ΅ΩΩΩΩ Ω ΩΩΨ°ΩΨ§ Ψ§ΩΩΩΩΩΩ Ω ΨΉΩΩΩ Ψ£ΩΨ―ΩΨ§Ψ‘Ω Ψ³ΩΩΩΩΨ©Ω Ψ§ΩΨͺΩΨ§ Ψ³ΩΩΨΉΩΨ§Ψ‘ Ψ£Ω ΨΉΩΨ§ Ψ΄ΩΩΨ±ΩΨ§Ψ‘ ΩΩΩΩΩ ΨͺΩΨΉΩΨ§ΩΩΩ
Arab Latin: Nawaitu shauma hΓ’dzal yaumi 'an adΓ’'i sunnatit TasΓ»'Γ’ awil Γ’syΓ»rΓ’ lillΓ’hi ta'Γ’lΓ’.
Artinya: Aku berniat puasa sunah Tasu'a atau Asyura hari ini karena Allah SWT.
Jadwal Puasa Tasu'a dan Asyura 2026
Pada tahun ini, terdapat perbedaan penetapan awal Muharram 1448 Hijriah, sehingga jadwal puasa Tasu'a dan Asyura juga berbeda antara Kementerian Agama (Kemenag), Muhammadiyah, dan Nahdlatul Ulama (NU).
1. Versi Pemerintah dan Muhammadiyah
Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia 2026 yang diterbitkan Kemenag, 1 Muharram 1448 Hijriah jatuh pada Selasa 16 Juni 2026. Ketetapan ini sejalan dengan Muhammadiyah yang menggunakan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Jadwal puasa Tasu'a versi Kemenag dan Muhammadiyah sebagai berikut.
- Puasa Tasu'a 9 Muharram: Rabu 24 Juni 2026
- Puasa Asyura 10 Muharram: Kamis 25 Juni 2026
2. Versi NU
Sementara itu, Lembaga Falakiyah PBNU menetapkan 1 Muharram 1448 Hijriah jatuh pada Rabu 17 Juni 2026 setelah mengistikmalkan bulan Zulhijah karena hilal tidak terlihat saat rukyatul hilal. Karena awal bulan berbeda satu hari, jadwal puasa Tasu'a versi NU sebagai berikut.
- Puasa Tasu'a 9 Muharram: Kamis 25 Juni 2026
- Puasa Asyura 10 Muharram: Jumat 26 Juni 2026
Perbedaan jadwal puasa Tasu'a dan Asyura berawal dari perbedaan metode penentuan awal bulan Hijriah yang digunakan masing-masing lembaga. Pemerintah melalui Kemenag memadukan metode hisab dan rukyat yang kemudian disahkan melalui sidang isbat.
Muhammadiyah menggunakan sistem hisab melalui KHGT, sehingga tanggal awal bulan dapat dihitung secara astronomis jauh hari sebelumnya. Sementara itu, NU tetap berpegang pada metode rukyatul hilal, yakni mengamati kemunculan bulan sabit baru secara langsung.
Jika hilal tidak terlihat dan syarat imkanur rukyat belum terpenuhi, maka bulan sebelumnya disempurnakan menjadi 30 hari (istikmal). Perbedaan metode ini merupakan bagian dari khazanah fikih Islam yang telah berlangsung sejak lama dan tetap dihormati oleh masing-masing pihak.
Perbedaan jadwal puasa Tasu'a dan Asyura 2026 antara pemerintah, Muhammadiyah, dan NU terjadi karena perbedaan metode penentuan awal Muharram. Meski demikian, perbedaan tersebut merupakan hal yang lumrah dalam tradisi fikih Islam dan tidak mengurangi keutamaan ibadah yang dijalankan.
Bagi yang ingin mengamalkan puasa Tasu'a dan Asyura tahun ini, pastikan menyesuaikan jadwal sesuai pedoman yang diikuti serta memahami bacaan niatnya. Dengan begitu, ibadah dapat dilaksanakan dengan lebih mantap dan sesuai tuntunan syariat.
